Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

15 Tahun Menjomblo, Wanita Ini Takut Tak Pernah Dapat Jodoh

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 02 Jan 2026 11:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A young woman is sitting on a sofa by the window and looking outside through the window at home.
Ilustrasi Foto: Getty Images/recep-bg
Jakarta -

Masa muda biasanya diwarnai dengan kisah cinta romantis, maupun menyakitkan. Namun wanita 32 tahun ini tidak merasakannya karena selama 15 tahun dia menjomblo. Wanita bernama Becky itu kini mengungkapkan ketakutannya jika dia tidak dapat jodoh, dan melalui masa tua dengan kesendirian.

Lamanya melajang justru menjadi sumber rasa malu dan ketidakpercayaan diri. Hal tersebut membuatnya terjebak dalam lingkaran overthinking dan ketakutan yang semakin menjauhkannya dari hubungan romantis.

"Saya sudah melajang begitu lama, sampai-sampai saya khawatir akan sendirian selamanya. Saya mendengar terlalu banyak cerita horor tentang dunia kencan," ujar Becky kepada NeedToKnow.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui belum pernah merasakan pengalaman dicintai oleh pasangan. Hal itu membuatnya ragu mengenali perasaan cintanya sendiri.

"Saya tidak pernah memiliki pria yang mengatakan mencintai saya. Saya bahkan tidak yakin apakah saya akan tahu rasanya jatuh cinta atau tidak. Hal-hal ini sudah lama membuat saya merasa malu," tuturnya jujur.

ADVERTISEMENT
BeckyBecky Foto: dok. Instagram @singlewithms

Dua tahun lalu, kondisi Becky semakin berat setelah ia didiagnosis mengidap Multiple Sclerosis (MS). Penyakit autoimun tersebut tak hanya berdampak pada fisiknya, tetapi juga kondisi mentalnya. Padahal, jauh sebelum diagnosis itu datang, Becky sudah lebih dari satu dekade hidup sendiri.

Kini, MS menjadi beban pikiran tambahan setiap kali ia membayangkan menjalin hubungan.

"Saya benar-benar kesulitan dengan kesehatan mental saya. Saya merasa malu karena masih melajang, gugup harus memberi tahu seseorang saat kencan bahwa saya mengidap MS, dan rasanya seperti pasti ada yang salah dengan diri saya," jelasnya.

"Saya terus berpikir, 'Saya akan melajang seumur hidup,' lalu mulai menyalahkan berbagai hal tentang diri saya sebagai penyebabnya," tambahnya.

Becky juga mengakui bahwa dirinya sulit membuka diri. Cerita-cerita buruk tentang kencan yang sering ia baca di internet justru memperparah ketakutannya akan penolakan. Becky pun merasa tidak memiliki 'skill' dalam berkencan.
"Saya benar-benar takut untuk pergi berkencan. Saya tidak tahu harus membicarakan apa, dan akhirnya menganalisis segala hal secara berlebihan," akunya.

Meski begitu, perlahan Becky mulai berani berbagi kisahnya secara terbuka di media sosial, @singlewithms. Tanpa diduga, kejujurannya justru membuka mata bahwa ia tidak sendirian menghadapi perasaan tersebut.
Salah satu videonya viral dengan lebih dari 1,2 juta penayangan, 20 ribu likes, serta ratusan komentar dari orang-orang yang merasa senasib.

Salah seorang netizen menulis, "Aku tahu PERSIS bagaimana perasaanmu."
"Aku juga sudah melajang selama itu dan sering berpikir, 'Apakah hidupku akan seperti ini selama 40 tahun ke depan?' setidaknya lima kali sehari," tulis netizen lain.

Ada pula yang mencoba menguatkan Becky dengan empati.

"Kita semua punya suara-suara itu, Beck. Aku mengalami imposter syndrome hampir sepanjang hidupku, selalu berbisik bahwa aku tidak sebaik orang-orang di sekitarku. Tapi seiring waktu, suara-suara itu bisa mereda," tulis seorang netizen.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads