Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Wanita 35 Tahun Asal AS yang Belum Pernah Pacaran, Ungkap Masih Perawan

Tim Wolipop - wolipop
Sabtu, 27 Des 2025 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Lauren Harkins
Lauren Harkins Foto: dok. Instagram @itslaurenciaga
Jakarta -

Wanita 35 tahun ini mengaku belum pernah sekalipun menjalani kencan. Di tengah budaya modern yang kerap menuntut pencapaian hidup serba cepat dan pernikahan masih menjadi tuntutan di lingkungan, wanita bernama Lauren Harkins ini mengaku bangga dengan status single dan perawannya.

Ia menyebut dirinya sebagai late bloomer. Bukan karena alasan agama, bukan pula karena ingin menjaga kewanitaannya untuk suaminya di masa depan. Sejak remaja, wanita asal Maine, AS, itu memang tidak tertarik pada hubungan romantis yang menurutnya terasa kekanak-kanakan dan terlalu rumit.

Menginjak usia 35, Laura mengaku baik-baik saja tanpa kekasih. Ia tetap terbuka pada kemungkinan pacaran, namun tidak menjadikannya prioritas utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak pernah merasa malu menjadi perawan atau memiliki pengalaman seksual yang terbatas. Saya selalu terbuka soal itu, bahkan sejak remaja. Bagi saya, ini sama seperti memilih tidak minum alkohol, tidak merokok, dan tidak menggunakan zat adiktif. Ini cara saya menghormati tubuh, energi, dan batasan diri," kata Lauren kepada What's The Jam.

Keputusannya itu justru memicu komentar pedas di media sosial. Ia kerap dilabeli 'kedaluwarsa', 'pick me' hingga 'narsistik'. Namun, Lauren mengaku kritik tersebut tak lagi memengaruhinya.

ADVERTISEMENT

"Kritik itu biasanya datang dari asumsi-asumsi usang tentang keperawanan orang dewasa. Seolah-olah perawan berarti rapuh, terasing, atau tidak berkembang secara sosial. Saya justru menikmati bisa mematahkan stereotip itu.," ujarnya.
Lauren juga sering dianggap religius dan menunggu pernikahan. Anggapan tersebut ia bantah. Ia menyebut dirinya spiritual, namun tidak memegang konsep pernikahan tradisional.

"Yang saya hargai adalah hubungan jangka panjang yang selaras dan berkomitmen, bukan kontrak atau tradisi semata," jelasnya.
"Saya tidak berada di sisi tradisional, tapi juga bukan bagian dari budaya hubungan kasual. Saya hidup di ruang tengah, dan di sanalah saya berkembang," tambahnya.

Baru dalam beberapa tahun terakhir Lauren mulai membuka diri pada romansa. Ia merasa di usia remaja dan 20-an belum siap, dan tidak melihat alasan untuk memaksakan diri.

"Saya menunggu koneksi yang tepat, bukan sekadar mengambil yang pertama datang. aya tidak akan pernah menetap karena takut atau tertekan oleh waktu. Saya bergerak sesuai ritme saya sendiri," katanya.

Melalui unggahannya di Instagram dan TikTok, Lauren menerima jutaan penonton dan ratusan pesan dari orang-orang dengan pengalaman serupa. Ia berharap kisahnya bisa membantu menghapus stigma.

"Saya sehat secara mental dan sosial. Saya hanya late bloomer. Itu tidak berarti ada sesuatu yang salah dengan diri saya," tegasnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads