Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Akhir Tahun Terasa Melelahkan? Waspadai Kelelahan Sosial & Cara Mengatasinya

Shandrina Shira - wolipop
Kamis, 25 Des 2025 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi wanita cemas
Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski
Jakarta -

Sebagai bulan terakhir yang juga dipadati berbagai hari besar, tanggal merah, hingga beragam acara dan perayaan, akhir tahun selalu menjadi momen yang padat sekaligus menyenangkan. Banyak orang memanfaatkannya untuk berlibur, berkumpul bersama keluarga, menghadiri berbagai acara akhir tahun, atau merayakan tradisi yang rutin dilaksanakan. Dalam periode yang serba ramai ini, wajar jika energi sosial terasa lebih cepat terkuras

Bagi sebagian individu, terutama mereka yang memiliki kepribadian introvert, kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena tidak terbiasa bersosialisasi dan bertemu banyak orang dalam waktu lama. Selain itu, dalam Flourish Midlife disebutkan bahwa perempuan cenderung lebih rentan mengalami kelelahan sosial karena sering menjalani peran ganda dan memastikan berbagai acara berjalan lancar.

"Peran yang kita jalani sebagai perempuan-pasangan, istri, ibu-sering kali menjadikan kita tulang punggung keluarga, orang yang mengatur agar semuanya tetap utuh, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan," ujar psikoterapis terakreditasi, Sarah Turner. Tekanan emosional maupun tuntutan fisik inilah yang kemudian menumpuk dan menyebabkan kelelahan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejala Kelelahan Sosial

Tanda kelelahan sosial tidak hanya muncul sebagai rasa lelah biasa. Kelelahan sosial dapat berupa kelelahan emosional hingga munculnya gejala fisik pada tubuh.

"Kelelahan sosial dapat berupa kelelahan emosional, mudah tersinggung, kabur mental, serta dorongan kuat untuk menarik diri dari interaksi sosial. Kondisi ini juga dapat bermanifestasi sebagai gejala psikosomatis, seperti sakit kepala, bahu kaku, atau rasa berat secara keseluruhan," jelas manajer terapi Sarah Hodges, seperti dikutip dari Hello Magazine.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, bukan berarti kelelahan sosial tidak dapat diatasi. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengelolanya tanpa harus melewatkan acara penting di akhir tahun:

Mengatur Rencana dengan Baik

Langkah pertama adalah membuat rencana yang jelas dan sesuai dengan kapasitas diri. Hindari jadwal yang terlalu padat karena justru dapat menambah rasa lelah. Menyusun agenda secara terstruktur akan membantu menjaga energi tetap stabil.

Menetapkan Batasan yang Jelas

Menetapkan batasan juga penting untuk diri sendiri. Tentukan prioritas, mana acara yang benar-benar penting dan relevan, serta mana yang bisa dilewati. Langkah ini dapat membantu mengurangi tekanan dan rasa lelah.

Cara Mengatasi Kelelahan Sosial di Akhir Tahun

Cowboy chef has tri tip under control at large social gathering in desert location

Foto: iStock

Istirahat di Antara Acara

Agar tidak kelelahan di tengah padatnya aktivitas, istirahat sejenak sangat diperlukan untuk mengembalikan energi. "Menjauh sejenak juga dapat membantu, seperti melangkah keluar ke ruangan yang lebih tenang atau sekadar menarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk menyegarkan sistem saraf," jelas Sarah Hodges.

Membatalkan Jika Memang Perlu

Membatalkan rencana tidak selalu bermakna negatif. Jika memang diperlukan, memprioritaskan diri sendiri adalah keputusan yang tepat. Hal ini juga menjadi bentuk menghargai diri dengan menempatkan kebutuhan pribadi di atas tuntutan orang lain.

Menutup tahun dengan banyak rencana memang menyenangkan. Namun, menjaga kesehatan fisik dan emosional tetap sama pentingnya. Dengan mengatur rencana, menetapkan batasan, serta memberi ruang untuk beristirahat, tubuh dan pikiran dapat tetap sehat tanpa harus melewatkan terlalu banyak momen berharga.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads