Viral Ibu Kos & Anak Kos Nikah bak Cerita Cinta Soekarno dan Inggit Garnasih
Pernikahan ibu kos dengan mantan anak kosnya ini viral jadi atensi netizen. Sang ibu kos yang viral mengaku tak sedikit netizen yang melontarkan bullying padanya melalui kolom komentar unggahannya di TikTok.
Kisah tentang pasangan ibu kos dan mantan anak kosnya itu viral setelah dibagikan oleh akun TikTok @rusdian186. Ia menuliskan perbedaan usia ibu kos dan anak kosnya yang kini jadi suami - istri. Akun TikTok @rusdian186 merupakan ibu kos yang mengungkap kisah cintanya dengan sang anak kos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"1967 dan 1991," tulis keterangan video TikTok.
Video unggahannya viral, Rusdian enggan menanggapi berbagai komentar negatif dari warganet. "Oke saya jawab ini memang betul suami saya kenapa heran. Terserah kamu mau bilang apa yang penting aku bukan pelakor," jawab Rusdian.
Ada juga warganet yang berkomentar suaminya lebih cocok menjadi anaknya. Rusdian mengaku tidak risih dengan anggapan tersebut.
"Kenapa saya harus risih saya sudah nikah sah. Jadi saya enggak risih untuk sepengetahuan kamu suami saya bertanggung jawab dalam semuanya saya bahagia dan suami saya sayang," jelasnya.
Pernikahan Ibu Kos dan Anak Kos bak Kisah Cinta Soekarno dan Inggit Garnasih
Kisah cinta ibu kos dan anak kos jarang terdengar di kehidupan nyata namun bukan berarti tak ada. Soekarno dan Inggit Garnasih salah satu pasangan ibu kos dan anak kos di dunia nyata
Inggit Garnasih merupakan salah satu istri presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kisah cinta keduanya terungkap dalam buku Perempuan-perempuan Pengukir Sejarah' karya Mulyono Atmosiswartoputra.
Dalam buku tersebut diungkapkan pertemuan Soekarno dan Inggit Garnasih pertama kali terjadi saat Soekarno menempuh pendidikan di Technische Hoge School (THS), Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung). Inggit Garnasih dikenal sebagai ibu kos Soekarno selama di Bandung.
Tempat tinggal Soekarno sendiri dibantu oleh Haji Sanusi yang tidak lain adalah teman dari H.O.S Tjokroaminoto. Kala itu, Inggit Garnasih masih berstatus sebagai istri dari Haji Sanusi.
Kedekatan Soekarno dan Inggit Garnasih bermula saat mereka berdua saling menceritakan kehidupan rumah tangganya masing-masing. Soekarno saat itu diketahui telah menikah dengan gadis muda bernama Utari.
Hanya saja, Soekarno hanya menganggap Utari sebagai adiknya. Sedangkan Inggit Garnasih dianggap seperti sosok ibu karena selalu menyiapkan masakan, membereskan makanan, melayani, memperhatikan pakaian, hingga mendengarkan buah pikiran Soekarno.
Inggit pun demikian, ia berkeluh kesah mengenai kelakuan sang suami yang suka bermain judi dan biliar. Bahkan, Haji Sanusi tidak pernah peduli terhadap istrinya.
Kesamaan masalah rumah tangga itu pun membuat mereka akhirnya menumbuhkan ketertarikan. Walaupun begitu, Inggit Garnasih sempat menasihati Soekarno agar memperbaiki pernikahannya dengan Utari.
Cinta mereka berdua juga diketahui oleh pasangan masing-masing. Haji Sanusi tahu apa yang terjadi tetapi tidak ada usaha untuk merebut Inggit Garnasih karena pernikahannya telah lama rusak. Sedangkan, Utari sadar pernikahannya tidak membawa kebahagiaan.
Setelah memikir matang, Soekarno akhirnya memulangkan Utari ke rumah orang tuanya, H.O.S Tjokroaminoto di Surabaya pada 1922. Ia memulangkan secara baik-baik dan menceraikannya.
Soekarno pun kembali ke Bandung. Ia pun menyampaikan isi hatinya kepada Inggit Garnasih dan disambut pula perasaan itu. Keesokan harinya, Soekarno memberanikan diri untuk menyampaikan hal tersebut kepada Haji Sanusi.
Dengan bijaksana dan keikhlasan hati, Haji Sanusi menceraikan Inggit Garnasih. Namun, ia membuat perjanjian dengan Soekarno, yakni jika dalam waktu 10 bulan Soekarno menelantarkan atau menyakiti Inggit Garnasih, maka Soekarno harus mengembalikan Inggit kepada Haji Sanusi.
Inggit Garnasih dan Soekarno menikah pada 24 Maret 1923. Dalam surat pernikahan tersebut tertulis usia Soekarno adalah 24 tahun saat menikah dan Inggit 23 tahun. Padahal sebenarnya, Soekarno 22 tahun dan Inggit 35 tahun.
Pernikahannya Soekarno dan Inggit diterpa godaan saat sang presiden diasingkan ke Bengkulu. Di sana, ia mengajar sebagai guru dan bertemu dengan Fatimah (sekarang dikenal Fatmawati) yang merupakan anak dari Ketua Muhammadiyah setempat Hassan Din.
Inggit pun melepaskan Soekarno kepada Fatmawati. Ia meminta untuk dipulangkan ke Bandung. Soekarno dan Inggit Garnasih resmi bercerai pada 29 Januari 1943 dengan perjanjian di bawahnya berupa jaminan hidup dan tunjangan yang disaksikan oleh Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H Mas Mansoer.
Inggit Garnasih meninggal dunia pada 13 April 1984 dan dimakamkan di TPU Caringin, Bandung. Ia juga diangkat sebagai pahlawan nasional 1997-1998 karena keberadaannya sangat berpengaruh terhadap negara.
(eny/eny)
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang
60 Ucapan Terima Kasih untuk Mengapresiasi Diri Sendiri, Menguatkan Hati
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
Ramalan Zodiak Cinta 10 Januari: Pisces Lebih Tegas, Libra Singkirkan Ego
Ramalan Zodiak 10 Januari: Libra Lebih Teliti, Scorpio Masih Boros
Foto: Gaya Denada Sambut 2026, Seksi Pakai Gaun Menerawang
Viral Verificator
Bikin Melongo! Viral Aksi Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar untuk Dimasak
Ramalan Zodiak 11 Januari: Aquarius Buat Rencana, Pisces Banyak Peluang
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral











































