Liputan Khusus Ghosting

11 Alasan Melakukan Ghosting dalam Hubungan Cinta Menurut Psikolog

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 15 Mar 2021 16:00 WIB
Frustrated young lady sitting on sofa, cuddling pillow, looking away at window. Lost in thoughts unhappy stressed millennial woman regretting of wrong decision, spending time alone in living room. Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Seseorang yang melakukan ghosting dalam sebuah hubungan cinta biasanya mendadak hilang tanpa kabar. Ketika hal ini terjadi, pihak yang kena ghosting pun akan kebingungan, sedih atau bahkan marah. Apa yang membuat seseorang memilih ghosting? Benarkah itu menjadi jalan pintas untuk mengakhiri hubungan cinta?

Menurut Psikolog Meity Arianty STP. M. Psi, perilaku ghosting ini biasanya ini terjadi di dalam kencan online. Namun sebenarnya ghosting bukan hanya terbatas pada hubungan romantis, bisa juga dialami dalam pertemanan atau bahkan hubungan kerja.

Ghosting selama ini identik sebagai perilaku para pria yang 'kabur' dari sebuah hubungan. Namun nyatanya menurut Mei ghosting tidak dilakukan berdasarkan gender. Pria atau wanita dapat melakukan ghosting. Beberapa survei ada yang menyebutkan ghsoting lebih banyak dilakukan pria. Namun di survei yang lain menyebutkan justru wanita yang kerap melakukannya.

Berikut 11 alasan seseorang melakukan ghosting :

1. Menghindari drama-drama yang dirasa akan memperkeruh keadaan misal nanti ada pertengkaran, tangisan, atau hal-hal lain.

2. Menghindari konflik yang lebih panjang dan terlalu serius.

3. Melarikan diri adalah cara yg paling mudah dan aman untuk menghindari "hubungan".

4. Alasan melakukan ghosting karena menganggap hubungan yang dijalani tidak terlalu serius.

5. Pelaku ghosting menghindari jawaban, tidak gentleman (jika ia pria). Orang tersebut tidak memiliki jawaban atau tidak tahu harus menjelaskan seperti apa sehingga terkesan pengecut. Menurut Mei, dalam hal ini tetap harus dilihat konteksnya. Karena bisa jadi yang melakukan punya pertimbangan yang lebih dalam misal karena dapat membahayakan secara fisik. Sehingga dalam kasus ini alasan melakukan ghosting untuk proteksi diri.

6. Merasa bersalah namun tidak memiliki kemampuan untuk mengakuinya sehingga memilih menghindar.

7. Jika ghosting dilakukan dalam hubungan percintaan maka kemungkinan pelakunya mendapatkan orang yang lebih baik, pasangan dianggap kurang memuaskan lagi, atau pasangan terlalu pasif, membosankan dan berbagai alasan lainnya. Atau malah sebaliknya, dianggap pasangan terlalu baik untuknya sehingga merasa kurang layak dan memilih menjauh.

8. Pelaku ghosting bisa saja mengetahui sesuatu hal yang dirasakan pihak yang di-ghosting sehingga memilih jaga jarak. Misal dalam hubungan romantis dia tahu kamu sedang didekati orang lain atau sedang PDKT dengan orang lain.

9. Alasan seseorang melakukan ghosting karena tidak mampu menghadapi emosinya sendiri atau justru tidak sanggup menghadapi emosi pasangannya.

10. Pelaku ghosting beranggapan pasangan tidak akan dapat menerima keputusannya dan merasa akan memaksa sehingga ghosting jauh lebih aman.

11. Pelaku ghosting memiliki kepribadian yang sulit berkomunikasi sehingga akan kesulitan menyampaikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya.

Itulah 11 alasan seseorang melakukan ghosting. Apakah kamu termasuk yang pernah mengalaminya.

(gaf/eny)