Kenali 7 Tanda Orang Berbohong, Berlaku untuk Menguji Kejujuran Pasanganmu!

Lukita Wardani - wolipop Senin, 21 Sep 2020 12:28 WIB
Kaki sejajar dan menutup Tanda orang berbohong. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pernah dibohongi oleh seseorang yang kamu percaya? Mau itu untuk kebaikan atau tidak, berbohong akan menyakitkan sebagian orang. Lalu bagaimana caranya mengetahui tanda orang berbohong sama kamu?

Berbohong dan menipu adalah perilaku manusia yang umum. Riset yang dilakukan Reader's Digest pada 2004 menemukan bahwa sebanyak 96% orang pernah berbohong dalam hidupnya.

Satu studi nasional yang diterbitkan pada 2009 dengan mensurvei 1.000 orang dewasa AS menemukan bahwa 60% responden menyatakan bahwa mereka tidak pernah berbohong. Namun menariknya, riset tersebut mengungkapkan hanya 5% orang yang berbohong mengakui ketidakjujurannya.

Kenyataannya adalah kebanyakan orang mungkin akan berbohong dari waktu ke waktu. Beberapa dari kebohongan ini adalah kebohongan demi kebaikan yang dimaksudkan untuk melindungi perasaan orang lain atau dalam kasus lain, kebohongan ini bisa jauh lebih serius (seperti berbohong di resume) atau bahkan menyeramkan (menutupi kejahatan).

Tanda Orang Berbohong

Sayangnya orang yang berbohong ini sulit dideteksi. Riset yang dilakukan para peneliti di University of Bari "Aldo Moro", Bari, Italia pun mengungkapkan hanya 54% orang yang mampu mendeteksi kebohongan. Sisanya hampir tidak mengetahui jika orang lain sedang berbohong.

Sebagai antisipasi untuk mengetahui apakah seseorang jujur atau tidak, berikut tanda-tanda orang berbohong:

1. Perhatikan Gerakan Matanya

Saat ingin mengetahui lawan bicara kamu sedang berbohong atau tidak coba perhatikan matanya. Kamu jangan hanya mengandalkan bahasa tubuh saja dalam mendeteksi kebohongan. Peneliti Howard Ehrlichman, seorang psikolog yang telah mempelajari gerakan mata sejak tahun 1970-an, menemukan bahwa gerakan mata lebih jujur. Dia berpendapat bahwa orang yang matanya terus bergerak berarti seseorang sedang berpikir, atau lebih tepatnya, bahwa dia mengakses ingatan jangka panjangnya. Gerakan mata bisa menjadi alat yang ampuh dalam melihat tanda orang berbohong atau tidak.

2. Tidak Berbicara Dengan Jelas dan Detail

Berbicara menjadi tidak jelas dan tidak memberikan sedikit detail bisa jadi salah satu tanda orang berbohong. Gagal memberikan detail spesifik saat direspon balik oleh kamu biasanya mereka akan mengalihkan perhatian dengan bermain rambut atau menempelkan jari ke bibir.

3. Ketidakpastian suara

Ketika seseorang merasa tidak yakin atau tidak aman mereka lebih cenderung dianggap berbohong. Nada bicaranya juga akan berbeda dengan seseorang yang tidak bohong.

4. Ekspresi Ketidakpedulian

Mengangkat bahu, kurangnya ekspresi dan postur tubuh yang menandakan bosan bisa menjadi tanda orang berbohong karena orang tersebut berusaha menghindari penyampaian emosi dan keinginan memberitahu kebohongannya.

Young asian woman is upset that man uses phone all the time without paying attention to her. Man holds phone pay attention on smart mobile phone while sit on bed with ignoring on his girlfriend.Ilustrasi tanda orang berbohong. Foto: iStock

5. Berpikir Berlebihan

Jika seseorang tampak berpikir terlalu keras untuk mengisi detail cerita, itu mungkin karena dia sedang berbohong sama kamu. Pelajarannya di sini adalah bahwa meskipun bahasa tubuh dapat membantu, penting untuk memperhatikan sinyal yang benar. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa terlalu mengandalkan sinyal tertentu dapat mengganggu kemampuan mendeteksi kebohongan.

6. Minta Mereka Menceritakan Kisah Secara Terbalik atau Acak

Melihat tanda orang berbohong merupakan sebuah proses pasif. Orang-orang mungkin berasumsi bahwa mereka hanya dapat mengamati bahasa tubuh dan ekspresi wajah calon pembohong untuk melihat 'cerita' yang jelas. Dengan mengambil pendekatan yang lebih aktif untuk mengungkap kebohongan, kamu dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meminta orang untuk melaporkan cerita mereka dalam urutan terbalik daripada kronologis dapat meningkatkan akurasi deteksi kebohongan. Isyarat verbal dan non-verbal yang membedakan antara berbohong dan mengatakan kebenaran mungkin menjadi lebih jelas saat beban kognitif meningkat.

7. Percaya Dengan Nalurimu

Reaksi hati kamu mungkin lebih akurat daripada melihat tanda orang berbohong secara kasat mata. Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science, peneliti meminta 72 peserta menonton video wawancara dengan tersangka kejahatan. Beberapa dari tersangka ini telah mencuri uang $ 100 dari rak buku sementara yang lain tidak, namun semua tersangka diberitahu untuk memberi tahu pewawancara bahwa mereka tidak mengambil uang itu. Mirip dengan penelitian sebelumnya, para peserta tidak dapat secara konsisten mendeteksi kebohongan.

Hasil riset tersebut juga menunjukkan bahwa orang mungkin memiliki gagasan intuitif dan tidak sadar tentang apakah seseorang berbohong. Jadi, mungkin reaksi naluriah kita lebih akurat.

Dari ketujuh tanda orang berbohong di atas, pada kenyataannya adalah tidak ada tanda universal dan pasti bahwa seseorang berbohong. Semua tanda, perilaku, dan indikator yang dikaitkan para peneliti dengan kebohongan hanyalah petunjuk yang mungkin mengungkapkan apakah seseorang sedang berterus terang atau tidak. Cobalah kamu mengukur kebenaran cerita seseorang dengan percayalah pada insting kamu.



Simak Video "Masya Allah, Salon Ini Tawarkan Cukur Gratis bagi Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)