Kisah Cinta Fatmawati dan Ir. Soekarno yang Penuh Karisma dan Pesona
Ir. Soekarno menjadi sosok figur presiden yang memiliki banyak "penggemar" wanita sekaligus menjadi pengagum perempuan. Karena itu selain kisah-kisahnya sebagai tokoh mulai zaman pergerakan kemerdekaan, revolusi sampai orde lama, sejarah juga mencatat bahwa kehidupan Soekarno tak lepas dari wanita.
Menurut Bambang Widjanarko, seorang ajudan yang setia mendampingi presiden pertama RI ini menjelaskan bahwa Soekarno selalu rela memberikan waktu dan perhatian kepada wanita yang benar-benar dicintainya, seperti para istrinya.
Dalam buku Adimitra Nursalim berjudul "The Remarkable Story of Soekarno", pria yang sering dipanggil Bung Karno ini memiliki 9 istri hingga akhir hidupnya. Ada yang bercerai karena tidak kuat dimadu dan ada pula yang masih menjadi istri sah hingga akhir usianya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesembilan wanita yang pernah singgah di hati sang presiden adalah Siti Utari Tjokroaminoto, Inggit Ganarsih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Naoko Nemoto yang kemudian berganti nama menjadi Ratnasari Dewi, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar, semuanya memiliki paras yang cantik.
Fatmawati menjadi salah satu istri Soekarno yang berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Fatmawati merupakan istri ketiga dari Presiden Soekarno yang menjahit Bendera Merah Putih dengan mesin jahit tangan.
Kala itu, dalam kondisi hamil, Fatmawati berusaha menyelesaikan menjahit Bendera Merah Putih berukuran 2 x 3 meter yang kemudian dikibarkan setelah pembacaan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945 di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Sebelum menikah, perjalanan cinta Fatmawati dan Soekarno terjadi berkat sang ayah Fatmawati yakni Hasan Din. Saat Soekarno sedang diasingkan di Bengkulu, ia bertemu dengan keluarga Fatmawati dan akhirnya saling dekat dan menjalin hubungan baik.
Ayah Fatmawati pun meminta pendapat Soekarno tentang seorang pria yang melamar Fatmawati. Mendengar hal tersebut, Soekarno pun mengutarakan isi hati bahwa sejak dulu telah jatuh cinta pada Fatmawati hanya saja kala itu Fatmawati masih terlalu muda.
Tidak langsung menerima, Fatmawati pun agaknya resah dengan status Soekarno saat itu yang masih menikah dengan Inggit Garnasih. Namun hubungan keduanya tak berlangsung lama.
Dan di tahun 1942, Fatmawati dan Soekarno resmi menikah. Saat itu Fatmawati masih berusia 20 tahunan dan ketika menikah Fatmawati diboyong tinggal ke Jakarta.
Pernikahan keduanya dikaruniai lima orang anak yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.
Dalam perjalanannya, Fatmawati selalu mendukung penuh dan mendampingi sang suami saat bertugas sebagai Presiden RI.
Akan tetapi hubungan keduanya renggang setelah Soekarno meminta izin untuk menikah lagi. Tak setuju dengan poligami, Fatmawati akhirnya meminta Soekarno untuk segera mengembalikan Fatmawati kepada orangtuanya setelah Soekarno menyelesaikan semua urusan kenegaraan.
Elektronik & Gadget
Bikin Konten Makin Glow Up dengan MIXIO Ring Light 33cm + Light Stand Tripod 2M yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Cerah, Wangi Mewah, dan Fresh Seharian dengan Shower Gel Favorit!
Elektronik & Gadget
Review 3 TWS Terbaru yang Lagi Hype dan Jadi Favorit Banyak Orang!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Halus, Cerah, dan Glowing Alami dengan THE BATH BOX - Almond Dolce Body Scrub Paste!
Most Popular Sepekan: 'Soft Living' Tren di Kalangan Milienial karena Burnout
Ramalan Zodiak Cinta 28 Maret: Aquarius Lebih Sabar, Virgo Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak 28 Maret: Taurus Asmara Goyah, Aries Terima Kenyataan
Sebelum Melangkah ke Pelaminan, Ini Hal yang Perlu Dicek Menurut Psikolog
Cara Kreatif Kelola Stres dan Emosi di Workshop Pottery & Reflective Session
Potret Pernikahan Gita Bhebhita 'Agak Laen 2', Cantik dengan Gaun Kebaya
Sosok Miliuner Wanita yang Beri Mahar ke Suami Rp 112 M, Dulu Pekerja Salon
Gaya Nicole Scherzinger Disebut Mirip Kim Kardashian, Pacar Baru Lewis Hamilton
Bayi Pertama Lahir Setelah 17 Tahun, Satu Desa Gelar Spanduk Ucapkan Selamat











































