Kena Herpes Setelah Ciuman, Pria Gugat Teman Kencan Rp 2,4 M
Seorang pria asal Inggris menuntut teman kencan wanitanya karena telah membuatnya terinfeksi herpes. Sang pria menganggap wanita tersebut telah membohonginya dengan tidak memberitahukan bahwa dirinya memiliki herpes dan dengan sengaja menularkannya ketika mereka berciuman.
Seperti dikutip dari Oddity Central, pria bernama Martin Ashley Conway yang berasal dari London, Inggris itu mengaku bahwa dirinya mengalami trauma setelah berkencan dengan seorang wanita pada tahun lalu. Awalnya, Martin bertemu dengan teman kencannya, Joanna Lovelace, melalui aplikasi kencan online di situs Meetup. Setelah itu, keduanya lalu melakukan pertemuan romantis, dimana keduanya sempat berciuman.
Bukannya hal menggembirakan dan romantis yang datang setelahnya, justru mimpi buruk yang mungkin akan disesali oleh Martin seumur hidupnya. Beberapa hari setelah keduanya berciuman, Martin lalu mulai merasakan gejala seperti akan terserang flu dan sariawan, yang membuatnya sulit dan kesakitan untuk makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singkat cerita, Martin yang bekerja sebagai instruktur kebugaran di London itu memutuskan untuk pergi memeriksakan diri ke dokter. Betapa terkejutnya Martin setelah mendengar bahwa dokter yang memeriksanya itu memvonis dirinya terkena 'virus seumur hidup dari virus herpes simpleks'. Sang dokter kemudian meresepkan obat untuk memperbaiki kondisi kesehatan Martin.
Beberapa hari setelahnya, Martin kembali dikejutkan setelah melihat bisul pada mulutnya semakin banyak walau telah meminum obat yang diresepkan dokter. Hal itu membuatnya mengalami serangan panik dan pingsan. Martin mengklaim bahwa penyakitnya itu membuatnya depresi. Dirinya bahkan sampai tidak keluar rumah selama beberapa minggu selain untuk pergi ke dokter.
Pria 45 tahun itu kemudian menuntut wanita yang telah menginfeksinya dengan 'virus seumur hidup' untuk membayar Rp 2,4 miliar. Menurutnya, wanita itu harus bertanggung jawab karena tidak memberitahu Martin bahwa dirinya memiliki herpes sebelum mereka berciuman.
"Saya sedih, marah dan sangat bingung. Saya menginginkan keadilan dan itulah mengapa selanjutnya saya mengambil tindakan hukum terhadap responden atas penyakitnya yang telah dibawanya ke saya. Sebagai seorang penderita herpes, responden memiliki kewajiban moral dan etika dan hukum untuk memperingatkan saya dengan risiko yang akan saya hadapi. Mengingat sifat menular dari virus dan herpes bisa menjadi 'virus seumur hidup'," kata Martin.
(vio/vio)
Olahraga
Review Senar Tenis Dunlop New S-Gut: Seimbang antara Durabilitas & Harga
Fashion
Converse Chuck 70 Ox Black/White, Pilihan Simpel buat Tampil Keren
Perawatan dan Kecantikan
Laneige Lip Glowy Balm Pink Supernova, Solusi Bibir Lembap & Glowing
Home & Living
Masak Lebih Praktis & Sehat Pakai Philips Airfryer, Lebih Hemat Listrik!
Most Popular Sepekan: 'Soft Living' Tren di Kalangan Milienial karena Burnout
Ramalan Zodiak Cinta 28 Maret: Aquarius Lebih Sabar, Virgo Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak 28 Maret: Taurus Asmara Goyah, Aries Terima Kenyataan
Sebelum Melangkah ke Pelaminan, Ini Hal yang Perlu Dicek Menurut Psikolog
Cara Kreatif Kelola Stres dan Emosi di Workshop Pottery & Reflective Session
Bayi Pertama Lahir Setelah 17 Tahun, Satu Desa Gelar Spanduk Ucapkan Selamat
Profil Wang Churan, Aktris Drama China yang Kecantikannya Viral
8 Drama Korea Romantis CEO Tampan, Ditaburi Banyak Adegan Ciuman
5 Potret dan Fakta Arabella Stanton, Pemeran Hermione di Serial Harry Potter











































