Viral Kisah Cinta Nenek 10 Cucu dengan Pria Berondong yang Jadi Supir Taksi

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 27 Mei 2020 07:00 WIB
Isabell Dibble Foto: Facebook Isabell Dibble
Jakarta -

Cinta memang tak pandang usia dan latar belakang. Seperti pasangan berbahagia yang usianya terpaut 36 tahun dan memutuskan untuk menikah ini. Pasangan dengan usia terpaut jauh ini pertamakali bertemu karena Facebook.

Isabell Dibble, seorang wanita berusia 62 tahun yang juga nenek 10 cucu jatuh cinta kepada pria bernama Bayram Boussada yang berusia 26 tahun. Bayram Boussada adalah seorang sopir taksi yang tinggal Tunisia, Afrika Utara.

Dikutip dari The Sun, awalnya Isabell Dibble menolak permintaan pertemanan Bayram di Facebook. Dia berpikir Bayram terlalu muda untuknya. Isabell juga mengira Baryam adalah seseorang yang dia pernah temui saat sedang liburan di Tunisia pada Mei 2019.

Namun ketika ia melihat profil Baryam lagi di kotak pertemanan yang disarankan, Isabell memutuskan untuk menerima permintaan pertemanan tersebut.

"Ketika dia muncul lagi aku berpikir, 'Mengapa tidak menambahkannya? Ini kan hanya akan mengobrol saja tidak harus menjadi sesuatu yang serius'," kata Isabel yang berasal dari Kent, Inggris.

Niat awal hanya ingin mencari teman mengobrol, Isabel tak menyangka merasa cocok dengan Bayram. Mereka pun kerap mengobrol selama berjam-jam.

Isabell Dibble dan Baryam.Isabell Dibble dan Baryam. Foto: Facebook Isabell Dibble

"Dan terkadang kami mengobrol sampai pukul 03.00 dini hari lewat telepon. Aku tahu ada sesuatu di sana sebelum kami bertemu tatap muka," ujar Isabel lagi.

Setelah awalnya ragu, Isabell akhirnya yakin Bayram tidak main-main dengannya. Dia pun memutuskan untuk terbang ke Tunisia menemui Bayram pada Oktober 2019. Dan akhirnya dia tinggal di negara tersebut selama lebih dari sepekan serta bertemu dengan orangtya Bayram.

"Kami seperti sudah mengenal satu sama lain sejak lama. Aku tahu orang akan berkata apa, tapi itu benar-benar merasa seperti itu. Baryam mulai memanggilku sebagai istrinya dan aku berkata jika dia benar-benar ingin menikah, dia harus bertanya dengan serius. Seminggu kemudian ia mengirimkaan gambar cincin dan memintaku untuk memilih satu yang aku suka. Ketika aku tiba di Tunisia, aku bertemu orangtuanya yang luar biasa. Mereka menyalakan lilin di mana-mana dan menaruh kue dan ia melamarku di depan mereka," kisahnya.

Saat Bayram melamar, Isabel mengatakan keluarganya shock. Mereka awalnya takut Isabel ditipu karena sudah banyak kisah serupa terjadi. Namun semuanya kini sudah baik-baik saja.

Isabel dan Bayram mengikat janji suci pernikahan pada Januari 2020 di Madeira, Portugal. Pernikahan mereka dirayakan dengan sekitar 100 orang tamu, termasuk keluarga Bayram. Tapi kini keduanya sedang berjuang agar Bayram bisa ke Inggris di tengah wabah virus Corona ini.

"Aku tahu ada begitu banyak kontra yang terus dihadapi jadi aku punya keraguan dan aku skeptis. Aku pernah membaca cerita tentang wanita seperti ini dan aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan berada dalam posisi ini. Bayram tidak pernah bertanya kepadaku soal uang, dia tidak pernah meminta apapun. Dia tidak peduli jika aku pindah ke sana atau dia datang ke sini, kami hanya ingin bersama-sama. Aku juga punya keluarga di sini (Inggris), ada anak dan cucu, jadi aku tak ingin pergi," tutur Isabell.

Isabell DibbleIsabell Dibble Foto: Facebook Isabell Dibble

Sebelum dinikahi Baryam, Isabel telah kehilangan tiga suaminya. Oleh karena itulah dia ingin berbahagia lagi.

"Keluargaku awalnya tidak yakin , tetapi mereka mendukung apapun pilihanku. Mereka bilang lakukan apapun yang membuatku bahagia. Aku telah kehilangan tiga suami dan mereka tahu aku butuh kegembiraan dan cinta dalam hidupku. Mereka tahu jiwaku masih muda dan ia membuatku lebih bahagia," ujar Isabell.

Baryam pun mengungkapkan bahwa Isabell begitu baik padanya. Dia pun sangat mencintai Isabell.

"Aku tidak peduli tentang perbedaan usia kita, aku tidak berpikir tentang hal itu. Umur hanyalah angka dan aku tidak melihatnya sebagai seorang 'wanita tua', aku hanya melihat dia sebagai wanita yang baik. Dia membuatku sangat bahagia. Aku percaya padanya dan dia percaya padaku. Corona ini membuat sulit tapi dia adalah istriku, aku akan menunggu selamanya dan segera menemuinya setelah semuanya bisa mulai lagi. Dia adalah belahan jiwaku dan segalanya bagiku," ujar Baryam panjang lebar.

Sedangkan putri Isabell, Emma yang berusia 37 tahun mengaku awalnya meragukan sosok Baryam. Namun kini setelah melihat betapa sang ibu bahagia dan bagaimana Baryam memperlakukan ibunya, keluarga merestui mereka. "Anda mendengar segala macam cerita tentang pria yang lebih muda bertemu wanita yang lebih tua dan mereka hanya setelah satu hal.

"Setelah melihat hubungan mereka, aku bisa melihat betapa tulus mereka. Dia jelas mencintai ibuku," kata Emma.



Simak Video "Kisah Cinta Rakyat Biasa dengan Keluarga Kerajaan"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)