YouTuber Digun & Sabrina Viral, Dikritik Promosikan Perkawinan Usia Anak

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 15 Mei 2020 08:23 WIB
Adhiguna dan Sabrina Foto: YouTube/Adhiguna dan Sabrina
Jakarta -

Belakangan akun YouTube 'Adhiguna dan Sabrina' jadi perhatian warganet. Menampilkan hubungan dan pernikahan mereka di mana mempelai wanitanya masih berusia 16, keduanya mendapat sejumlah protes dari para netizen. Dianggap mengglorifikasi dan mendukung perkawinan anak, hal ini pun menjadi sorotan relawan perlindungan anak yang kritikannya jadi viral di Twitter.

Dalam sebuah tweet-nya baru-baru ini, Pritta Damanik mengritik pasangan Adhiguna dan Sabrina yang dianggapnya menyebarkan konten membahayakan. Mengetahui bahwa Sabrina masih berusia 16 tahun dan sudah menikah, menurutnya perkawinan anak tidak pernah dibenarkan terlebih negara sedang berperang melawan masalah ini.

Pritta yang bekerja di sebuah organisasi yang fokus pada perlindungan anak pun meminta para netizen untuk membantu me-report akun YouTube mereka.

Adhiguna dan Sabrina melalui channel YouTube mereka merilis tiga video yang membahas mengenai pernikahan keduanya. Video yang dibagi dalam tiga episode tersebut diberi judul 'Adhiguna dan Sabrina: Dilema Menikah Saat SMA'.

Adhiguna dan SabrinaAdhiguna dan Sabrina Foto: Youtube Adhiguna dan Sabrina

Ketiga video tersebut sudah ditonton ratusan ribu kali oleh pengguna YouTube. Episode dua video itu bahkan ditonton 793 ribu kali. Adhiguna dan Sabrina sendiri sebelum membuat channel YouTube dengan subscriber lebih dari 55 ribu sudah populer di Instagram.





Di cuitan lain, Pritta menulis bahwa perkawinan anak merupakan masalah yang serius dan tidak seharusnya dipromosikan di YouTube. Ia pun pernah menuliskan kritik tersebut di akun Instagram namun mengaku jika komentarnya dihapus. Hal ini semakin menjadi perhatian Pritta karena beberapa komentar perempuan muda yang menganggap Adhiguna dan Sabrina adalah 'couple goals'.

"Kesal luar biasa ketika baca comment cewek-cewek yang menganggap mereka adalah couple goals dan menormalisasi perkawinan anak boleh jika si perempuan sudah dewasa," tulis Pritta yang menganggap konten YouTube itu menyesatkan.

Adhiguna dan SabrinaAdhiguna dan Sabrina Foto: Youtube Adhiguna dan Sabrina

"Entah dewasa apa yang mereka maksud, padahal definisi ANAK yang digunakan hanya satu yang tertulis dalam UU Perlindungan Anak yang sama dengan Konvensi Hak Anak. Semua individu yang berusia kurang dari 18 tahun termasuk bayi dalam kandungan adalah anak. Cewe umur 16 tahun???" tambahnya.

Kepada Wolipop, Pritta mengungkap alasannya menyoroti YouTube Adhiguna dan Sabrina yang melakukan perkawinan anak. Wanita yang berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan tersebut menganggap mereka sebagai influencer sehingga diharapkan bisa lebih bijak dalam memberikan konten.



"Sabrina masih berusia 16 yang mana digolongkan sebagai anak. Sekalipun pada saat mereka menikah tidak terkendala masalah hukum karena terjadi sebelum penetapan PERMA terkait Revisi UU Perkawinan namun kita perlu melihat perspektif lain yaitu bahwa saat ini negara dan setiap elemen sedang berusaha keras untuk menurunkan angka perkawinan anak,"

Adhiguna dan SabrinaAdhiguna dan Sabrina Foto: Youtube Adhiguna dan Sabrina

"Sangatlah tidak etis untuk mendramatisir atau meromantisasi perkawinan anak dalam beberapa episode di YouTube karena perkawinan anak merupakan masalah multidimensi," kata Pritta dalam wawancara.

Dalam sejumlah cuitannya di Twitter, Pritta memang telah menjelaskan bahwa perkawinan anak rentan menimbulkan masalah, seperti berpotensi terjadi KDRT, masalah keuangan, kematian ibu saat melahirkan hingga anak yang tidak sehat karena kurang nutrisi dan pengasuhan.

"Tanpa membuat video seperti itu pun, negara kita sudah menghadapi isu perkawinan anak dan kompleksitas penanganan kasus kekerasan terhadap anak/perempuan. Dan saya melihat bahwa respon para viewers menunjukkan bahwa konten ini cenderung memotivasi mereka mengikuti jejak si pasangan dengan mengatakan bahwa ini adalah couple goals atau cerita ini sangat indah dan 'Aku ingin seperti itu'" jelas Pritta.

Untuk melengkapi pernyataannya, dalam unggahan terbaru Pritta pun membagikan 'fact sheet' mengenai Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak'. Ia berharap para netizen bisa mempelajari dan mendapatkan informasi lebih detail mengenai usaha penghapusan praktek perkawinan anak pada 2030 ini.





Simak Video "Viral Wanita Perawatan dengan Siput di TikTok, Ini Manfaatnya"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)