Mengenang Didi Kempot dan 3 Lagunya yang Paling Mengena di Hati Sobat Ambyar

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 05 Mei 2020 10:24 WIB
Didi Kempot di Banyuwangi Didi Kempot. Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Kabar duka datang dari penyanyi campursari kenamaan, Didi Kempot yang meninggal dunia pagi ini, Selasa (5/5/2020). Berita tentang kematian Didi Kempot tentu menyisakan duka terdalam bagi keluarga dan para penggemarnya yang disebut dengan 'sobat ambyar'.

Penyanyi yang dikenal dengan sebutan Lord of Broken Heart atau Bapak Patah Hati meninggalkan segudang karya yang akan selalu dikenang oleh para sobat ambyar. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Kempot disebut mewakili perasaan para pendengarnya.

Lirik-lirik lagu dalam bahasa Jawa yang kebanyakan mengisahkan kisah cinta dan patah hati milik Didi Kempot ini pun sukses menarik banyak penggemar millenial. Mengenang Didi Kempot, berikut tiga lagunya yang paling mengena di hati sobat ambyar.

1. Pamer Bojo

Konser Didi KempotKonser Didi Kempot Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Pamer Bojo (Cendol Dawet) jadi salah satu lagu milik Didi Kempot yang paling banyak dicover oleh penyanyi lain. Pertama kali diunggah oleh akun official YouTube Didi Kempot pada 2018, lagu Pamer Bojo menjadi semakin populer pada 2019-an sejak banyak penyanyi yang membawakan lagu tersebut di berbagai acara.

Pamer Bojo yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Pamer Suami memiliki makna yang sangat dalam untuk mengisahkan seseorang yang ditinggal pujaan hatinya bersama orang lain. Lagu Didi Kempot berjudul Pamer Bojo bercerita tentang kerinduan seorang suami pada istrinya. Tapi, si istri malah memamerkan suami barunya.

Berikut penggalan lirik Pamer Bojo milik Didi Kempot dan terjemahannya yang benar-benar membuat pendengarnya ambyar:

Kaya ngene rasane wong kang nandang kangen (Ternyata begini rasanya orang sedang menahan rindu)

Rina wengi atiku rasane peteng (Setiap malam hatiku terasa gelap)

Tansah kelingan kepingin nyawang (Selalu terbayang ingin memandang)

Sedela wae uwis emoh tenan (Sebentar saja kok sudah tidak mau)

Cidra janji tegane kowe ngapusi (Ingkar janji teganya kamu berbohong)

Nganti seprene suwene aku ngenteni (Sampai sekarang lamanya aku menunggu)

Nangis batinku nggrantes uripku (Menangis batinku menderita hidupku)

Teles kebes netes eluh neng dadaku (Basa kuyup meneteslah air mata di dadaku)

Dudu klambi anyar sing nang njero lemariku (Bukan baju baru yang ada di dalam lemariku)

Nanging bojo anyar sing mbok pamerke aku (Tapi suami baru yang kau pamerkan ke aku)

[Gambas:Youtube]





2. Banyu Langit

Didi Kempot konser di BanyuwangiDidi Kempot konser di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani

Penyanyi dengan nama asli Didi Prasetyo memang dikenal menciptakan lagu-lagu kisah tragis percintaan yang menyayat hati. Salah satu lagu Didi Kempot yang populer adalah Banyu Langit yang mengisahkan tentang kesedihan.

Banyu Langit menceritakan tentang seseorang yang ditinggalkan kekasih tanpa alasan. Pada lagu tersebut rasa rindu yang dialami seseorang dan kenangan akan cinta yang tak bisa lupa tergambar jelas.

Berikut penggalan lirik Banyu Langit dan terjemahannya :

Swara angin (Suara angin)

Angin sing ngreridu ati (Angin yang menggerakkan hati)

Ngilingake sliramu sing tak tresnani (Mengingatkan tentangmu yang ku cintai)

Pengen nangis (Ingin ku menangis)

Ngetokke eluh neng pipi (Meneteskan air mata di pipi)

Suwe ra weruh (Lama tak berjumpa)

Senajan mung ana ngimpi (Meskipun hanya di mimpi)

Ngalema (Bersandarlah)

Ngalem ning dadaku (Bersandarlah di dadaku)

Tambanana rasa kangen ning atiku (Obatilah rasa rindu di hatiku)

[Gambas:Youtube]




3. Cidro

Didi KempotMengenang lagu Didi Kempot Foto: Grandyos Zafna

Lagu patah hati milik Didi Kempot berjudul Cidro ini viral ketika video suasana meriah sang penyanyi manggung di Solo, Jawa Tengah tersebar di Twitter. Cidro sukses membuat pendengarnya baper, dan ribuan penonton milenial yang hadir ikut terbawa suasana dan menyanyi bersama.

Lagu Cidro menceritakan tentang seseorang yang dikhianati oleh pasangannya, padahal sebelumnya pasangan ini telah berjanji untuk saling mencintai dan akan selalu bersama. Cidro sendiri dalam bahasa Indonesia berarti ingkar janji.

Berikut penggalan lirik Cidro milik Didi Kempot dan terjemahannya :

Remok ati iki yen eling janjine (Hancur hati ini kalau ingat janjinya)

Ora ngiro jebulmu lamis wae (Tak mengira hanya manis di bibir saja)

Gek opo salah awakku iki (Apa ada salah diriku ini)

Kowe nganti tego mblenjani janji (Kau sampai tega mengingkari janji)

Opo mergo kahanan uripku iki (Apa karena keadaan hidupku ini)

Mlarat bondo seje karo uripmu (Miskin harta benda dibanding hidupmu)

Aku nelongso mergo kebacut tresno (Aku merana karena terlanjur cinta)

Ora ngiro seikine cidro (Tak mengira sekarang mengingkarinya)

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Virtual Meeting Jadi Angin Segar Bagi EO di Masa Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/agm)