Ini Bentuk-bentuk Pelecehan Seksual, Disentuh Pun Termasuk!
Pelecehan seksual yang selama ini diketahui sebagian besar orang adalah pemerkosaan atau tindakan yang berbau seksual terhadap orang lain. Padahal pelecehan seksual tak hanya dalam dua bentuk perilaku tersebut.
Belum pahamnya sebagian besar orang pada kategori pelecehan seksual ini pun kerap menimbulkan kesalahpahaman. Ada orang yang menganggap sentuhan terhadap lawan jenis bukan pelecehan seksual. Padahal kalau sentuhan itu dilakukan tidak atas kehendak korban atau malah pemaksaan, ini termasuk jenis pelecehan seksual.
Jadi apa saja perilaku yang termasuk bentuk pelecehan seksual yang marak terjadi di Indonesia? Menurut Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, sentuhan fisik yang tidak dikehendaki seperti memeluk, mencium dan sentuhan di organ tubuh, termasuk dalam kategori pelecehan seksual.
Secara umum, psikolog Meity Arianty menjelaskan pelecehan seksual merupakan semua kegiatan atau perilaku yang tidak diinginkan korban, dan berakibat mengganggu diri si penerima pelecehan seksual. Perilaku ini bentuknya bisa dengan merendahkan tentang orientasi seks, permintaan melakukan tindakan seks yang disukai pelaku, dan ucapan atau perilaku yang berkonotasi seks.
Mei merinci lebih lanjut mengenai tiga jenis pelecehan seksual yang kerap terjadi di Indonesia :
A. Pelecehan dalam bentuk fisik, misalnya sentuhan yang tidak diinginkan, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya.
B. Pelecehan dalam bentuk lisan, misalnya komentar tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh yang bermuatan seks.
C. Pelecehan non verbal atau isyarat, misalnya bahasa tubuh atau gerakan yang bernada seks, seperti menatap penuh nafsu, menjilat-jilatkan bibirnya sambil mengedipkan mata.
Berbagai jenis atau bentuk pelecehan seksual itu menurut Komisioner Subkom Pemantauan Komas Perempuan, Siti Aminah Tardi, bisa terjadi kepada siapapun, usia berapapun dan dengan berbagai cara pakaian sekalipun.
"Karena pelecehan seksual berasal dari cara pandang bahwa perempuan adalah obyek seksual laki-laki. Hal ini disosialisasikan sejak kita kecil, sehingga kemudian pelecehan seksual dinilai sebagai kewajaran. Ini mengakibatkan korban yang dipersalahkan ketika terjadi pelecehan seksual, seperti cara berpakaiannya, dinilai 'lebay' jika protes atau dianggap bukan kejahatan," ungkap Siti.
Psikolog Meity menambahkan berbagai jenis pelecehan seksual tersebut sudah ada di mana-mana termasuk kantor, sekolah, di jalan dan di tempat umum seperti kendaraan, kereta, bus dan lain-lain. Rika dari komunitas perEMPUan menegaskan ucapan Meity dan Siti. Menurutny pelecehan bisa terjadi dimana saja dan tak mengenal institusi atau keberadaan seseorang.
"Di bermacam tempat baik di dalam maupun luar rumah, di institusi pendidikan, tempat kerja hingga tempat ibadah, oleh orang asing, kerabat hingga keluarga," pungkas Rika.
(gaf/eny)
Pakaian Wanita
Jepit Rambut Anti Geser Seharian! Jedai Haircules Declip untuk Daily Hair Styling Praktis
Pakaian Wanita
High Waist Loose Pants Wanita dengan Bahan Flowy yang Cocok untuk Formal dan Casual Look
Olahraga
Olahraga di Rumah Tapi Cepat Bosan? Coba Setup Mini Gym dengan Budget 1 Jutaan
Pakaian Wanita
Mix and Match Outfit Satin Clean Look, 4 Item Simpel yang Bikin Tampil Elegan
Ramalan Zodiak 1 Maret: Libra Pemasukan Lancar, Sagitarius di Atas Angin
Ramalan Zodiak Cinta 1 Maret: Aries Lagi Bahagia, Leo Kesabaran Diuji
Ramalan Zodiak 1 Maret: Cancer Berhati-hati, Virgo Tetap Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 28 Februari: Libra Si Dia Mudah Curiga, Aries Jaga Sikap
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Hadapi Tantangan, Leo Hindari Ketegangan
Sinopsis dan Pemain Climax, Drakor Ju Ji Hoon dan Ha Ji Won
Ramalan Zodiak 1 Maret: Libra Pemasukan Lancar, Sagitarius di Atas Angin
Kumpulan Pantun Buka Puasa Lucu, Siap Dibagikan ke Orang Tersayang
Ramalan Zodiak Cinta 1 Maret: Aries Lagi Bahagia, Leo Kesabaran Diuji











































