Rintis Bisnis Bareng Pacar, Kenapa Enggak? Ini Contoh Suksesnya
Moch Prima Fauzi - wolipop
Rabu, 08 Jan 2020 12:40 WIB
Jakarta
-
Merintis bisnis bersama pasangan tentunya tidak mudah. Ada beragam rintangan yang bisa membuat bisnis tersebut hancur mulai dari perbedaan pendapat hingga urusan pribadi bersama sang kekasih.
Namun tantangan itu tak menyurutkan niat kedua sejoli Anita dan Steven yang kini sukses memiliki usaha kuliner hidangan pencuci mulut. Keduanya menjadi contoh bagaimana memulai bisnis bersama kekasih merupakan sebuah hal yang mungkin dilakukan.
Anita mengatakan usaha rintisan mereka ini bahkan mendapat dukungan penuh dari kedua keluarga mereka. Bahkan di awal, adiknya sendiri membantu untuk mempromosikan produknya ke teman-teman mereka.
"Keluarga yang mendorong untuk menjual karena dirasa enak sehingga pantas untuk dipasarkan," ujarnya yang dikutip dari situs resmi Grab, Rabu (8/1/2020).
Anita dan Steven awalnya tidak sengaja terjun ke bisnis kuliner. Ketika itu ia hanya berniat untuk menjadi pengisi pada seuatu event. Ternyata respons pengunjung cukup positif sehingga dikembangkan menjadi bisnis.
"Awalnya enggak sengaja, hanya untuk mengisi event. Setelah dicoba dijual saat bazar, responnya baik dari para pembeli, jadinya lanjut terus," kata Anita.
Alasan mereka memilih bisnis makanan pencuci mulut karena Steven pernah mengikuti kursus terkait pembuatan 'Taiwan Dessert'. Selain itu ilmu bisnis juga didapat Steven saat membuka usaha bubble tea, meski tak sesukses bisnisnya saat ini.
Untuk memperluas jangkauan pasar, mereka pun bergabung dengan GrabFood. Apalagi Zeribowl di awal memang lebih cenderung menjual makanan untuk pesan-antar, dan bukan makan di tempat. Dengan bergabung dengan GrabFood mereka juga bisa memiliki layanan pengantaran yang lebih banyak.
"Di awal saya mengerjakan semuanya, mulai dari membuatkan pesanan, sampai ikut mengantarkan pesanan. Saya ikut karena kurir pribadi hanya 1, pasti enggak bisa memenuhi permintaan konsumen," kata Steven.
Pada awalnya, setiap hari bisa menerima pesanan maksimal 70 porsi, berbeda jauh dengan saat ini. Ketika sudah bergabung dengan GrabFood, pesanan bisa sampai 300 porsi untuk 1 outlet. Saat ini Steven mengatakan sudah memiliki 8 outlet setelah 5 tahun merintis bisnis yang diberi nama Zeribowl bersama Anita.
"Kalau sekarang penjualan mayoritas juga melalui online, yang datang ke outlet hanya 20%," ujar Steven.
Zeribowl saat ini memiliki lebih dari 50 menu pilihan, 20 menu makanan pencuci mulut dan 30 minuman. Ada menu Zeribowl Series yang bisa digabungkan dengan lemon atau susu, lalu ada bubur kacang merah yang diisi dengan topping taro ball ataupun es krim. Menu tersebut terus diperbarui setiap tahunnya untuk menarik minat para konsumen baru. (prf/ega)
Namun tantangan itu tak menyurutkan niat kedua sejoli Anita dan Steven yang kini sukses memiliki usaha kuliner hidangan pencuci mulut. Keduanya menjadi contoh bagaimana memulai bisnis bersama kekasih merupakan sebuah hal yang mungkin dilakukan.
Anita mengatakan usaha rintisan mereka ini bahkan mendapat dukungan penuh dari kedua keluarga mereka. Bahkan di awal, adiknya sendiri membantu untuk mempromosikan produknya ke teman-teman mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga yang mendorong untuk menjual karena dirasa enak sehingga pantas untuk dipasarkan," ujarnya yang dikutip dari situs resmi Grab, Rabu (8/1/2020).
Anita dan Steven awalnya tidak sengaja terjun ke bisnis kuliner. Ketika itu ia hanya berniat untuk menjadi pengisi pada seuatu event. Ternyata respons pengunjung cukup positif sehingga dikembangkan menjadi bisnis.
"Awalnya enggak sengaja, hanya untuk mengisi event. Setelah dicoba dijual saat bazar, responnya baik dari para pembeli, jadinya lanjut terus," kata Anita.
Alasan mereka memilih bisnis makanan pencuci mulut karena Steven pernah mengikuti kursus terkait pembuatan 'Taiwan Dessert'. Selain itu ilmu bisnis juga didapat Steven saat membuka usaha bubble tea, meski tak sesukses bisnisnya saat ini.
Untuk memperluas jangkauan pasar, mereka pun bergabung dengan GrabFood. Apalagi Zeribowl di awal memang lebih cenderung menjual makanan untuk pesan-antar, dan bukan makan di tempat. Dengan bergabung dengan GrabFood mereka juga bisa memiliki layanan pengantaran yang lebih banyak.
Foto: Dok. Grab Indonesia |
"Di awal saya mengerjakan semuanya, mulai dari membuatkan pesanan, sampai ikut mengantarkan pesanan. Saya ikut karena kurir pribadi hanya 1, pasti enggak bisa memenuhi permintaan konsumen," kata Steven.
Pada awalnya, setiap hari bisa menerima pesanan maksimal 70 porsi, berbeda jauh dengan saat ini. Ketika sudah bergabung dengan GrabFood, pesanan bisa sampai 300 porsi untuk 1 outlet. Saat ini Steven mengatakan sudah memiliki 8 outlet setelah 5 tahun merintis bisnis yang diberi nama Zeribowl bersama Anita.
"Kalau sekarang penjualan mayoritas juga melalui online, yang datang ke outlet hanya 20%," ujar Steven.
Zeribowl saat ini memiliki lebih dari 50 menu pilihan, 20 menu makanan pencuci mulut dan 30 minuman. Ada menu Zeribowl Series yang bisa digabungkan dengan lemon atau susu, lalu ada bubur kacang merah yang diisi dengan topping taro ball ataupun es krim. Menu tersebut terus diperbarui setiap tahunnya untuk menarik minat para konsumen baru. (prf/ega)
Makanan & Minuman
Bukan Sekadar Manis! Marshmallow Bisa Disulap Jadi Menu Favorit Semua Orang
Makanan & Minuman
Rahasia Mood Naik Seketika! Permen Ini Bisa Jadi Andalan di Tengah Aktivitas Padat
Hobi dan Mainan
Bukan Cuma Gaya, 2 Helm Hitam Doff Ini Bikin Riding Lebih Aman dan Tetap Keren
Olahraga
Upgrade Permainan Golfmu Sekarang! Pilih Sarung Tangan yang Tepat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 25 Maret: Aquarius Jangan Baper, Gemini Lebih Peka
Ramalan Zodiak 25 Maret: Cancer Untung Besar, Leo Ada Kaba Baik
Ramalan Zodiak 25 Maret: Aries Jangan Plin-plan, Taurus Harus Tegas
Ramalan Zodiak 25 Maret: Capricorn Lebih Tenang, Aquarius Jangan Tersinggung
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
Most Popular
1
Gaya Nikita Willy Olahraga Hyrox, Tampil Santun Dengan Hijab
2
Putra Solange Kencani Wanita Lebih Tua dari Ibunya, Sosok Pacar Jadi Sorotan
3
Tolak Bumil WFH Hingga Sebabkan Bayi Meninggal, Perusahaan Didenda Rp 382 M
4
Sinopsis A Time to Kill, Ketika Keadilan Dipertaruhkan di Tengah Rasisme
5
17 Tahun di Running Man, Song Ji Hyo Picu Perdebatan Semakin Jarang Muncul
MOST COMMENTED












































