Mengenal Catcalling, Pelecehan yang Dialami Miss International Kevin Lilliana

Eny Kartikawati - wolipop Kamis, 31 Jan 2019 16:37 WIB
Kevin Lilliana membagikan cerita kasus catcalling yang dialaminya. Foto: AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA Kevin Lilliana membagikan cerita kasus catcalling yang dialaminya. Foto: AFP PHOTO / Toshifumi KITAMURA

Jakarta - Puteri Indonesia Lingkungan yang menjadi juara Miss International 2017 Kevin Lilliana berbagi kisah mengalami catcalling yang kini viral. Dalam ceritanya Kevin mengungkapkan catcalling terjadi saat dia berjalan kaki untuk menunggu taksi.

"Aku bener bener muak sama yang namanya CAT CALLING aku ngetik ini sampai gemeter!!!! Sore ini aku keluar pakai baju formal, ada lengan, panjang rok selutut. Sangat sopan! Tapi badan aku tinggi mungkin cenderung nyita perhatian," tulis Kevin.

Ia mengaku sengaja jalan keluar dan tidak menunggu taksi di dalam apartemen, karena dengan begitu taksi harus masuk ke kompleks apartemen dan memutar terlebih dahulu. Untuk efisiensi waktu, Kevin pun memilih menunggu dan bertemu taksi langsung di depan apartemennya.



Mengenal Catcalling, Pelecehan yang Dialami Miss International Kevin LillianaKevin Lilliana membagikan cerita kasus catcalling yang dialaminya. Foto: Instagram


"Ketika lagi jalan, ada mobil CRV ABU yang tiba tiba kasih klakson kecil (reflek nengok karena ngerasa ga ngalangin jalan) ketika aku nengok yang nyetir itu bapak-bapak botak pakai kacamata terus dia pasang muka CIUM CIUM SAMBIl MEREM! Sumpah jijik banget aku digituin!!!" lanjut Kevin.

Catcalling seperti yang dialami Kevin pada Rabu (30/1/2019) itu juga terjadi pada banyak wanita di berbagai belahan dunia. Riset yang dilakukan organisasi non profit bernama Stop Street Harassment menemukan tiga dari empat wanita pernah mengalami catcalling.

Dan berdasarkan riset Hollaback! bersama Cornell University pada 2014, sebagian besar wanita di seluruh dunia mengalami catcalling pertamakali saat masa puber. Contohnya di Argentina, 95% wanita di sana mengaku mengalami pelecehan di jalan pertamakalinya sebelum mereka berusia 17. 90% wanita di Inggris juga mengungkapkan hal yang sama.



Apakah kamu juga yang termasuk pernah mengalami catcalling? Buat kamu yang masih belum memahami, seperti dikutip dari Women Republic, catcalling merupakan istilah ketika seorang pria bersiul, berteriak, memanggil atau membuat komentar yang menyinggung seksualitas dan tubuh seorang wanita di jalan.

Bentuk catcalling ini bisa bermacam-macam. Contoh dari catcalling di antaranya ketika pria sambil bersiul-siul memanggil wanita dengan 'hei cewek, mau ke mana', 'cewek senyum dong', 'hei manis'. Dan contoh lainnya seperti yang dialami Kevin Lilliana, si pria memanggil runner up-1 Puteri Indonesia itu dengan klakson kemudian memasang ekspresi mencium sambil memejamkan mata.

Kevin dengan berani berbicara di media sosial mengenai catcalling yang dialaminya itu. Dia pun dengan lantang menyuarakan untuk stop menganggap catcalling adalah sebuah kewajaran.

Kenapa catcalling ini harus dilawan dan tidak lagi dianggap sebagai hal yang biasa? Tentunya selain itu adalah sebuah bentuk pelecehan, catcalling juga berdampak negatif pada wanita. Seperti dikutip The Independent, riset dari University of Melbourne mengungkapkan pelecehan seks di jalan bisa menyebabkan mengalami objektifikasi diri sendiri (self-objectification). Ketika hal itu terjadi, wanita tidak lagi melihat dirinya sebagai seorang manusia melainkan sebuah obyek. Sehingga ini bisa memengaruhi kepercayaan diri mereka, ketika wanita harus terus-menerus memerhatikan penampilannya sebagai seorang obyek.

Simak Juga 'Miss International 2017 Kevin Liliana Alami Pelecehan':

[Gambas:Video 20detik]



Mengenal Catcalling, Pelecehan yang Dialami Miss International Kevin Lilliana




(eny/eny)