Riset Ini Membuktikan Istri Pendek dan Suami Tinggi Adalah Pasangan Serasi

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 05 Jan 2019 15:50 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram

Jakarta - Kebahagian sepasang suami istri memang tidak dapat ditentukan dari penampilan maupun finansial. Namun berdasarkan sebuah riset, ada tipe pasangan tertentu yang dikatakan lebih bahagia dari tipe lainnya. Menurut penelitan yang dipimpin Kitae Sohn terungkap jika pasangan suami tinggi dan istri pendek ternyata paling bahagia.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan kepada 7,850 wanita. Studi itu pun mengungkap hasil mengejutkan bahwa kebahagiaan seorang istri bisa jadi ada hubungannya dengan tinggi sang suami. Dikatakan jika pasangan suami istri dengan perbedaan tinggi signifikan merasa lebih puas dengan kehidupan rumah tangga.



Pasangan pria tinggi dan wanita yang lebih pendek memang sering dianggap lebih serasi. Dalam drama Korea sering kali tim produksi sengaja mencari aktris yang lebih pendek dari aktor agar lebih indah dilihat penonton. Sejak dulu, wanita juga dipercaya selalu tertarik dengan pria lebih tinggi.

Ada banyak alasan wanita suka pria tinggi. Berdasarkan penelitian lain, pria tinggi dikatakan bisa memberi rasa aman dan membuat wanita terlihat lebih feminin. Karenanya, tinggi badan menjadi salah satu hal yang dilihat wanita dari seorang pria.

Selain itu, pria tinggi juga terlihat lebih pintar. Studi lain membuktikan jika pria lebih tinggi memang kadang lebih pintar namun pria pendek tidak berarti kurang pandai. Karena tampak berotak encer, mereka juga tampak berpenghasilan lebih banyak dan punya status sosial lebih tinggi.

Sebuah riset pun pernah mencoba mencari tahu rasio perbedaan tinggi badan yang ideal antara pasangan suami istri. Menurut studi antropologis Boguslaw Pawlowski, idealnya adalah ketika pria lebih tinggi 1,09 kali dari wanita. Pasangan yang punya rasio tersebut adalah Victoria Beckham dan David Beckham.

Sayangnya kebahagiaan istri yang punya suami tinggi tak selalu bertahan selamanya. Penelitian tersebut menyimpulkan jika biasanya rasa bahagia mulai berkurang setelah 18 tahun pernikahan. Tak harus berakhir dengan perpisahan namun seiring berjalannya waktu hubungan suami-istri kadang terasa nyaman dari pada menggebu-gebu.
(asf/asf)