Aktivis: #MalamPertamaRaisa Rendahkan Derajat Perempuan

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 08 Sep 2017 17:01 WIB
Foto: Dok. Instagram @takajo.retoucher
Jakarta - Tagar #MalamPertamaRaisa di jagat media sosial ikut mewarnai hebohnya pernikahan pasangan selebriti Raisa dan Hamish Daud baru-baru ini. Meski berisikan guyonan soal pengalaman seksual sejoli tersebut, #MalamPertamaRaisa di sisi lain merendahkan derajat perempuan.

Menurut aktivis perempuan Tunggal Pawestri, tagar tersebut adalah bentuk pelecahan terhadap kaum perempuan karena berisikan candaan yang berbau seksis, misoginis, dan patriakis.

"Tagar tersebut sangat merendahkan derajat perempuan. Perempuan digambarkan sebagai objek, subordinat dan tidak punya otoritas atas tubuhnya sendiri. Sungguh memprihatinkan," kata Tunggal kepada Wolipop di ujung telepon, Jumat (8/9/2017).

 Aktivis: #MalamPertamaRaisa Rendahkan Derajat PerempuanRaisa dan Hamish Daud berdansa di resepsi pernikahan mereka. (Foto: dok Instagram Bride Story)

Salah satu hal yang sangat mengganggu Tunggal adalah pemakaian kata 'unboxing'. Seolah-olah Raisa adalah sebuah barang yang perlu diulas oleh Hamish lalu membeberkannya ke publik.

Diungkapkan Tunggal, publik memang dapat mengutarakan pendapat sebebas-bebasnya. Namun sangat tidak pantas bila pendapat tersebut sudah menginvansi ranah privasi seseorang, seperti yang terjadi pada #MalamPertamaRaisa.

"Termasuk itu pertanyaan-pertanyaan kapan nikah, kok masih jomblo, atau kapan punya anak pada pasutri. Menurut saya itu sudah kelewat batas," tambah Tunggal.

Selain itu, #MalamPertamaRaisa menurut dia juga menggambarkan sebuah ironi yang memprihatinkan. "Kita tahu betapa tabunya seks dibicarakan di sini. Tapi di sisi lain, menyerang tubuh wanita dengan ujaran yang berbau seksis malah dianggap hal yang biasa," tegas Tunggal.

Jika tidak dianggap serius, lanjut Tunggal, bukan tidak mungkin masalah kekerasan seksual pada wanita makin merajalela di Indonesia.

(dtg/dtg)