Kamu Jomblo? Waspadai Tren Gantung Cinta yang Lebih 'Sadis' dari PHP Ini
Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 16 Agu 2017 19:32 WIB
Jakarta
-
Kamu dekat dengan seseorang dan intens berkomunikasi baik lewat chat online maupun telepon. Sesekali jalan bareng, bahkan sampai bergandengan tangan. Tapi tak berapa lama tidak ada lagi kiriman teks dari si dia, sampai berbulan-bulan hingga akhirnya kamu pun lupa pernah dekat dengannya.
Saat hati sudah move on dan mulai terbuka dengan orang baru, dia datang lagi dan dengan santai memulai obrolan seolah tidak ada masalah. Begitu intensnya dia menghubungi kamu lagi, sampai kamu bertanya-tanya apakah sebenarnya dia serius tertarik padamu?
Jika kamu pernah atau sedang mengalami situasi yang mirip, hati-hati. Bisa jadi kamu sudah jadi 'korban' benching.
Ada istilah baru di dunia percintaan yang kini banyak terjadi pada kaum millennial, benching. Secara harfiah, benching berasal dari kata dasar 'bench' yang berarti bangku panjang di taman tempat biasanya orang menunggu atau bersantai. Bench juga bisa berarti bangku cadangan.
Seperti arti harfiahnya, pengertian benching lebih kurang seperti itu. Benching adalah situasi ketika dua individu dekat secara fisik dan emosional --tapi bukan kencan, intens berkirim pesan mesra, saling curhat, memberikan janji-janji manis tapi hubungan kalian tak juga berkembang. Dengan kata lain, hubungan seperti jalan di tempat sampai akhirnya salah satu dari mereka menghilang tanpa kabar.
Sang pelaku benching, dikenal dengan sebutan bencher sedangkan pihak yang jadi 'korban' disebut benchee. Para bencher biasanya melakukan hal ini agar tidak hanya terpaku pada satu pilihan.
Apakah sang bencher sebenarnya suka pada benchee? Dikutip dari Telegraph, ya, suka. Tapi rasa suka tidak cukup dalam atau serius untuk membuatnya mau berkomitmen dengan orang tersebut. Baik sebagai pacar maupun pasangan yang potensial untuk berumahtangga.
Benching, bisa dibilang lebih buruk ketimbang pemberi harapan palsu atau PHP. Orang yang PHP setidaknya memberi kejelasan tentang hubungan mereka meskipun pada awalnya sempat dibuai dengan janji-janji dan perlakuan manis, sampai akhirnya dia menghilang dan muncul dengan pasangan yang lain.
Namun dalam kasus benching, hubungan seolah dibiarkan terus menggantung tidak jelas. Membiarkan seseorang terus menunggu di 'bangku cadangan' dalam ketidakpastian. Apakah ada tanda-tandanya kalau kamu sudah jadi korban benching?
- Dia akan mengajak chat online secara intens, lalu berangsur-angsur frekuensinya jadi berkurang dan akhirnya tidak pernah berkomunikasi lagi. Tapi setelah beberapa lama, dia kembali dan memulai lagi berkirim pesan teks dengan frekuensi yang sering.
- Mengajak bertemu sesekali. Tapi tidak rutin dan biasanya hanya sebulan sekali, atau bahkan beberapa bulan sekali.
- Dalam hal ini hanya bencher yang mendapat keuntungan. Kehadiran benchee membuat dia seolah punya cadangan yang bisa dihubungi kapan saja ketika sedang kesepian. Saat ingin menikmati kehidupan single tanpa komitmen, tapi tetap ingin ada seseorang yang bisa diajak ngobrol dan memberi warna dalam hidupnya, akan selalu ada orang di sana.
- Bagi benchee, situasi ini hanya akan membuat frustasi. Berada dalam ketidakpastian, tapi di sisi lain secara emosional hati kamu sudah terikat pada satu orang. Kamu tidak pernah tahu apakah orang tersebut benar-benar menaruh hati. Kebingungan ini wajar. Siapa yang tidak curiga jika setiap malam ada orang yang mengirimkan pesan teks mesra atau mengobrol intens selama berjam-jam? Atau memberi perhatian lebih di setiap platform social media?
Era Tinder, Ok Cupid, Badoo, atau aplikasi kencan online yang kini menjamur sedikit banyak ikut berperan memunculkan perilaku benching. Bahkan di dunia kencan online, benching sudah jadi semacam hal yang umum.
"Biasanya pria yang lebih banyak melakukan ini, tapi itu lebih karena mereka tidak yakin. Beberapa dari mereka hanya suka bisa berkomunikasi atau mendapatkan pesan teks secara rutin, atau sekadar ucapan selamat pagi. Tapi sementara pihak lainnya jadi frustasi dan penasaran kenapa dia tidak juga bertemu," jelas pakar percintaan Jo Barnett.
Ketika kamu sadar sudah jadi 'korban' benching, sebaiknya segera introspeksi diri apakah kamu pantas ditempatkan dalam situasi yang tidak jelas. Kesenangan mungkin akan kamu rasakan ketika mendapatkan perlakuan istimewa dari si dia. Tapi secara jangka panjang, waktumu akan terbuang sia-sia untuk seseorang yang hanya ingin main-main. (ami/ami)
Saat hati sudah move on dan mulai terbuka dengan orang baru, dia datang lagi dan dengan santai memulai obrolan seolah tidak ada masalah. Begitu intensnya dia menghubungi kamu lagi, sampai kamu bertanya-tanya apakah sebenarnya dia serius tertarik padamu?
Jika kamu pernah atau sedang mengalami situasi yang mirip, hati-hati. Bisa jadi kamu sudah jadi 'korban' benching.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti arti harfiahnya, pengertian benching lebih kurang seperti itu. Benching adalah situasi ketika dua individu dekat secara fisik dan emosional --tapi bukan kencan, intens berkirim pesan mesra, saling curhat, memberikan janji-janji manis tapi hubungan kalian tak juga berkembang. Dengan kata lain, hubungan seperti jalan di tempat sampai akhirnya salah satu dari mereka menghilang tanpa kabar.
Sang pelaku benching, dikenal dengan sebutan bencher sedangkan pihak yang jadi 'korban' disebut benchee. Para bencher biasanya melakukan hal ini agar tidak hanya terpaku pada satu pilihan.
Apakah sang bencher sebenarnya suka pada benchee? Dikutip dari Telegraph, ya, suka. Tapi rasa suka tidak cukup dalam atau serius untuk membuatnya mau berkomitmen dengan orang tersebut. Baik sebagai pacar maupun pasangan yang potensial untuk berumahtangga.
Benching, bisa dibilang lebih buruk ketimbang pemberi harapan palsu atau PHP. Orang yang PHP setidaknya memberi kejelasan tentang hubungan mereka meskipun pada awalnya sempat dibuai dengan janji-janji dan perlakuan manis, sampai akhirnya dia menghilang dan muncul dengan pasangan yang lain.
Namun dalam kasus benching, hubungan seolah dibiarkan terus menggantung tidak jelas. Membiarkan seseorang terus menunggu di 'bangku cadangan' dalam ketidakpastian. Apakah ada tanda-tandanya kalau kamu sudah jadi korban benching?
- Dia akan mengajak chat online secara intens, lalu berangsur-angsur frekuensinya jadi berkurang dan akhirnya tidak pernah berkomunikasi lagi. Tapi setelah beberapa lama, dia kembali dan memulai lagi berkirim pesan teks dengan frekuensi yang sering.
- Mengajak bertemu sesekali. Tapi tidak rutin dan biasanya hanya sebulan sekali, atau bahkan beberapa bulan sekali.
- Dalam hal ini hanya bencher yang mendapat keuntungan. Kehadiran benchee membuat dia seolah punya cadangan yang bisa dihubungi kapan saja ketika sedang kesepian. Saat ingin menikmati kehidupan single tanpa komitmen, tapi tetap ingin ada seseorang yang bisa diajak ngobrol dan memberi warna dalam hidupnya, akan selalu ada orang di sana.
- Bagi benchee, situasi ini hanya akan membuat frustasi. Berada dalam ketidakpastian, tapi di sisi lain secara emosional hati kamu sudah terikat pada satu orang. Kamu tidak pernah tahu apakah orang tersebut benar-benar menaruh hati. Kebingungan ini wajar. Siapa yang tidak curiga jika setiap malam ada orang yang mengirimkan pesan teks mesra atau mengobrol intens selama berjam-jam? Atau memberi perhatian lebih di setiap platform social media?
Era Tinder, Ok Cupid, Badoo, atau aplikasi kencan online yang kini menjamur sedikit banyak ikut berperan memunculkan perilaku benching. Bahkan di dunia kencan online, benching sudah jadi semacam hal yang umum.
"Biasanya pria yang lebih banyak melakukan ini, tapi itu lebih karena mereka tidak yakin. Beberapa dari mereka hanya suka bisa berkomunikasi atau mendapatkan pesan teks secara rutin, atau sekadar ucapan selamat pagi. Tapi sementara pihak lainnya jadi frustasi dan penasaran kenapa dia tidak juga bertemu," jelas pakar percintaan Jo Barnett.
Ketika kamu sadar sudah jadi 'korban' benching, sebaiknya segera introspeksi diri apakah kamu pantas ditempatkan dalam situasi yang tidak jelas. Kesenangan mungkin akan kamu rasakan ketika mendapatkan perlakuan istimewa dari si dia. Tapi secara jangka panjang, waktumu akan terbuang sia-sia untuk seseorang yang hanya ingin main-main. (ami/ami)
Pakaian Wanita
Tren Gamis Bini Orang Viral! 3 Rekomendasi Cantik yang Banyak Dilirik untuk Lebaran 2026
Home & Living
Rekomendasi Pisau Dapur Multifungsi! Tajam dan Praktis untuk Masak Menu Sehari-hari
Perawatan dan Kecantikan
Bibir Lembab dan Terlindungi dengan 3 Lip Balm SPF yang Wajib Ada di Tas Kamu!
Elektronik & Gadget
Lebaran Makin Seru dengan KiiP Wireless Y8 Bluetooth Portable Karaoke yang Bikin Suasana Bareng Keluarga Jadi Hidup!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 12 Maret: Aquarius Hindari Perdebatan, Pisces Jangan Ceroboh
Ramalan Zodiak 12 Maret: Libra Jangan Ragu, Sagitarius Keuangan Membaik
Ramalan Zodiak Cinta 11 Maret: Aquarius Banyak Godaan, Pisces Jaga Perasaan
Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, Simpel tapi Berkesan
Ramalan Zodiak 11 Maret: Aries Jangan Gegabah, Leo Terlalu Posesif
Most Popular
1
Kisah Mualaf Samanta Elsener, Adik Darius Sinathrya Temukan Damai Lewat Islam
2
6 Momen Cucu Donald Trump Belanja Mahal Saat Harga Barang Naik, Banjir Kritik
3
Ramalan Zodiak 12 Maret: Aquarius Hindari Perdebatan, Pisces Jangan Ceroboh
4
Viral Kisah Influencer Pergi ke Iran Untuk Oplas Hidung, Berakhir Terjebak
5
Ramalan Zodiak 12 Maret: Libra Jangan Ragu, Sagitarius Keuangan Membaik
MOST COMMENTED











































