Asyik Sendiri Main HP, Wanita Ini Digugat Pasangan Kencannya
Anggi Mayasari - wolipop
Sabtu, 20 Mei 2017 07:48 WIB
Jakarta
-
Cinta memang terkadang rumit dan sulit untuk dijelaskan. Seperti yang dilakukan oleh pria asal Amerika Serikat ini. Brandon Vezmar tega menggugat teman kencannya ke pengadilan karena alasan yang cukup konyol. Ia melayangkan gugatan untuk seorang wanita bernama Crystal yang terlalu asyik bermain smartphone ketika menonton di dalam bioskop saat mereka kencan pertama.
Awalnya pria berusia 35 tahun ini bertemu dengan Crystal di aplikasi kencan online Bumble dan melanjutkan kencan pertamanya pada 6 Mei kemarin. Brandon membeli dua tiket film 3D Guardian of Galaxy Vol.2. Pada mulanya kencan pertama Brandon dan Crystal berjalan baik, sampai 15 menit kemudian setelah penayangan film dimulai, teman kencannya ini mengeluarkan ponselnya dan tak berhenti berkirim pesan teks.
Menurut Brandon selama 15 menit berada di dalam bioskop, Crystal telah mengeluarkan ponselnya dan tak berhenti berkirim pesan sebanyak 10 hingga 20 kali. Merasa terganggu, Brandon pun meminta teman kencannya ini berhenti memainkan ponsel atau jika ia masih ingin berkirim pesan melalui ponselnya, Brandon meminta Crystal untuk melakukannya di luar teater. Namun setelah Crystal pergi keluar, ternyata ia tak kembali menemui Brandon di bioskop.
"Itu adalah kencan pertama dari neraka," ungkap Brandon kepada Statesman.
Merasa dirugikan karena telah ditinggal dan terganggu oleh teman kencannya, Brandon meminta Crystal untuk membayar biaya nonton bioskop sebesar $ 17,31 atau setara dengan Rp 230 ribu. Namun Crystal menolak untuk membayarnya sehingga Brandon tak punya pilihan selain membawanya ke pengadilan.
Gugatan hukum yang diajukan Brandon menyebutkan bahwa berkirim pesan teks merupakan pelanggaran langsung atas kebijakan bioskop. Brandon juga merasa dirugikan karena teman kencannya itu telah merusak pengalamannya menonton.
"Walau ganti ruginya kecil, asasnya penting karena perilaku terdakwa adalah ancaman bagi masyarakat beradab. Saya mengajukan tuntutan mengirim pesan teks di bioskop pada saat kencan menunjukkan etika yang sangat rendah sehingga perlu dikoreksi," tulis Brandon dalam gugatannya.
Di sisi lain, Crystal yang mengetahui tuntutan hukum tersebut, mengklaim bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan yang berarti. Ia hanya menggunakan ponselnya dua sampai tiga kali kepada temannya sesama wanita yang bertengkar dengan pacarnya. Crystal juga mengungkapkan ia menaruh ponselnya di bawah dan tidak mengganggu siapapun.
"Dia (Brandon) telah membuat situasi ini jauh melewati apa yang dimiliki orang sehat secara mental. Saya merasa menyesal jika saya sangat menyakiti perasaannya sehingga dia merasa perlu melakukan ini sebagai usaha untuk membalas dendam. Saya berharap suatu saat dia bisa menemukan kedamaian dalam hidupnya," ujar Crystal.
(agm/eny)
Awalnya pria berusia 35 tahun ini bertemu dengan Crystal di aplikasi kencan online Bumble dan melanjutkan kencan pertamanya pada 6 Mei kemarin. Brandon membeli dua tiket film 3D Guardian of Galaxy Vol.2. Pada mulanya kencan pertama Brandon dan Crystal berjalan baik, sampai 15 menit kemudian setelah penayangan film dimulai, teman kencannya ini mengeluarkan ponselnya dan tak berhenti berkirim pesan teks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah kencan pertama dari neraka," ungkap Brandon kepada Statesman.
Foto: Dok. Twitter |
Merasa dirugikan karena telah ditinggal dan terganggu oleh teman kencannya, Brandon meminta Crystal untuk membayar biaya nonton bioskop sebesar $ 17,31 atau setara dengan Rp 230 ribu. Namun Crystal menolak untuk membayarnya sehingga Brandon tak punya pilihan selain membawanya ke pengadilan.
Gugatan hukum yang diajukan Brandon menyebutkan bahwa berkirim pesan teks merupakan pelanggaran langsung atas kebijakan bioskop. Brandon juga merasa dirugikan karena teman kencannya itu telah merusak pengalamannya menonton.
"Walau ganti ruginya kecil, asasnya penting karena perilaku terdakwa adalah ancaman bagi masyarakat beradab. Saya mengajukan tuntutan mengirim pesan teks di bioskop pada saat kencan menunjukkan etika yang sangat rendah sehingga perlu dikoreksi," tulis Brandon dalam gugatannya.
Di sisi lain, Crystal yang mengetahui tuntutan hukum tersebut, mengklaim bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan yang berarti. Ia hanya menggunakan ponselnya dua sampai tiga kali kepada temannya sesama wanita yang bertengkar dengan pacarnya. Crystal juga mengungkapkan ia menaruh ponselnya di bawah dan tidak mengganggu siapapun.
"Dia (Brandon) telah membuat situasi ini jauh melewati apa yang dimiliki orang sehat secara mental. Saya merasa menyesal jika saya sangat menyakiti perasaannya sehingga dia merasa perlu melakukan ini sebagai usaha untuk membalas dendam. Saya berharap suatu saat dia bisa menemukan kedamaian dalam hidupnya," ujar Crystal.
(agm/eny)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
Ada Robot Seks AI dengan Selera Humor, Bikin Orang Ketawa Lebih dari Manusia
Ramalan Zodiak Cinta 12 Maret: Capricorn Tahan Emosi, Cancer Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 12 Maret: Taurus Jangan Putus Asa, Gemini Pertahankan Kinerja
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Ramadan Core! Beli Baju Lebaran Lebih Awal, Saat Dicoba Bikin Syok
2
Potret Eks Penyanyi Cilik Maissy Kembali Disorot, Suami Digosipkan Selingkuh
3
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
4
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
5
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. Twitter