Sering Bertengkar Sebelum Menikah Bukan Berarti Tak Cocok, Ini Kata Psikolog

Alissa Safiera - wolipop Rabu, 12 Okt 2016 08:00 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta -

Persiapan pernikahan selalu disebut-sebut menjadi ujian pertama bagi pasangan yang berniat serius. Dengan segala persiapan yang rumit, sifat asli masing-masing juga karakter keluarga pun baru muncul ke permukaan.

Kerap kali pertengkaran antar pasangan jadi tak terhindarkan. Kadang frekuensi pertengkaran yang semakin menjadi-jadi membuat bingung apakah benar jika dia pilihan yang tepat. Bisa jadi ini memang tanda, atau juga ujian yang membuat hubungan makin intim.

Menurut psikolog Anna Surti Ariani, beda pendapat sebelum pernikahan adalah hal yang wajar. Masalah ini juga bisa dihindari sejak awal hubungan sebelum rencana persiapan pernikahan.

"Dalam persiapan pernikahan, seluruh pihak yang terlibat biasanya jadi lebih emosional. Hal ini karena semua pihak, baik kedua calon pengantin, orangtua, bahkan keluarga besar, semua memiliki harapannya masing-masing di perhelatan besar ini. Karena itulah seringkali pihak-pihak yang terlibat jadi saling bertengkar, bahkan tersulut amarahnya hanya karena alasan sepele," ujar psikolog yang akrab disapa Nina.

Hal ini pula yang membuat banyak pasangan calon pengantin sering bertengkar hebat, bahkan terpikir untuk membatalkan persiapan pernikahan. Namun jika dilihat dari sisi lain, hal-hal semacam ini juga termasuk bentuk ujian yang akan membantu Anda untuk mengenal dirinya, mengenal diri Anda sendiri saat menghadapi pasangan, dan belajar menyelesaikan masalah bersama sampai tuntas.

"Jika saat menghadapi masalah-masalah sepele saja Anda atau pasangan mudah terpancing, maka bisa jadi lebih parah lagi kelak ketika dalam menjalani pernikahan," tambahnya.

Menurut Nina, ketika Anda telah memutuskan menikah, seharusnya Anda sudah yakin benar dengan si calon suami. Seleksi pasangan pun sebaiknya terjadi sebelum ada pembicaraan tentang pernikahan.

Jika sebelum memutuskan menikah Anda berdua telah mempertimbangkan keselarasan, maka keributan selama persiapan pernikahan bukanlah halangan.

"Idealnya Anda sudah mengecek keselarasan Anda berdua saat fase pacaran, apakah selama ini memang saling nyambung dalam berkomunikasi, saat bertengkar bisa saling menyelesaikan masalah sampai tuntas, apakah pertengkaran yang terjadi telah membuka tirai perkenalan yang lebih mendalam dan lebih berkualitas, dan lainnya," tuturnya.

Namun jika sifat aslinya memang baru terlihat saat jelang pernikahan, maka saat ini adalah saat terpenting untuk menggali informasi tentang pasangan dari semua orang yang mengenalnya. Bisa dari keluarga besar, sahabat, teman, kolega di kantor, tetangga atau siapapun.

"Cari tahu dia ini orang yang seperti apa, dan apakah menurut mereka Anda beruntung mendapatkan dia. Jalin juga hubungan lebih baik dengan Tuhan lewat lebih banyak berdoa, sehingga dibukakan segala jalan untuk menentukan apakah ia adalah calon yang tepat buat Anda," pungkasnya.



(asf/asf)