Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cara Menghadapi Perilaku Kekasih yang 'Anak Mama'

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 01 Agu 2016 19:48 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Adalah hal yang baik jika seorang anak laki-laki sangat menyayangi ibunya, tapi bisa jadi buruk jika sudah memengaruhi kehidupan percintaannya. Dari penelitian yang diunggap Womens Health Magazine, hubungan yang kuat antara ibu dan anak lelakinya akan membangun rasa saling menghormati, menghargai, mendukung dan menyayangi kepada pasangan si anak di masa depan. Namun kadang, ketika datang saatnya si anak menemukan belahan hati, justru sang ibu yang sulit melepaskan.

Tak masalah tentunya jika si ibu tetap baik kepada calon menantunya, namun kalau sudah mulai mengatakan hal buruk atau mengatur hubungan tentu terasa menyebalkan pula. Anda akan menjadi pasangan hidupnya, tapi ibunya tetaplah seorang ibu sampai kapanpun. Untuk mengatasi hubungan ibu dan anak yang sangat dekat ini, Anda pun perlu menanggapinya dengan cara yang halus dan dewasa. Jangan sampai keegoisan membuat hubungan berakhir begitu saja.

1. Jangan Menyudutkan
Komunikasi yang baik akan membuatnya lebih mudah menerima informasi tentang apa yang terjadi pada Anda. Dibanding membicarakannya dengan cara mengeluh tentang ibunya, lebih baik jelaskan saja perasaan Anda sebenarnya dengan kata-kata yang lebih santun. Anda perlu belajar mengungkapkan kekesalan Anda dengan tetap menghormati dia dan orangtuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contoh kalimat yang dapat Anda pakai misalnya, "Tadi aku agak sedih ketika Ibu mengomentari kamu lebih kurus. Aku merasa dituduh tidak memperhatikan kamu. Mungkin kamu bisa menolongku untuk mengatasi perasaanku ini."

2. Buat Ia Mandiri
Kadang pria seperti ini masih sangat tergantung pada sang ibu untuk kegiatannya sehari-hari, misalnya membuat jadwal bertemu dokter, memegang gaji atau bahkan mencuci baju sendiri. Dalam kasus ini, dibanding memberitahunya kalau ia terlihat konyol dan tak mandiri, sebisa mungkin ajarkan padanya untuk melakukan hal itu sendiri. Beri ia contoh dari perilaku Anda. Bantulah ia jadi mandiri dan katakan padanya jika ia bisa melakukan apapun tanpa pertolongan ibunya.

3. Hati-hati dengan Ucapan Anda
Seburuk apapun hubungan pasangan dengan ibunya, jangan pernah ikut menjelekkan orangtuanya. Apapun yang terjadi, ingat jika ikatan darah akan lebih kental. Justru ia bisa dengan mudah melepas Anda jika selalu mengeluh tentang sang ibu. Bukannya membuat hubungan menjadi lebih baik, justru semakin sulit ke depannya.

4. Mendekatkan Diri
Anda sudah berhasil mengambil hati anaknya, tugas berikutnya adalah membuat sang ibu menyukai Anda. Jika sang ibu terlihat begitu protektif kepada anak lelakinya, jangan langsung menyerah. Menurut psikolog Anna Surti Ariani, perlu memahami kekhawatiran calon ibu mertua, menoleransinya, dan menjalin hubungan yang lebih akrab dengan beliau.

"Coba akrab juga dengan ayahnya, juga keluarga lainnya. Dengan demikian Anda bukan hanya lebih mengerti latar belakang calon suami, namun juga mendapat dukungan dari keluarganya. Kelak dukungan ini jadi penting buat kelangsungan keluarga kecil Anda," ujar psikolog yang akrab disapa Nina. (asf/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads