Haruskah Bertahan Ketika Kekasih Tak Kunjung Menikahi Anda?
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 14 Jul 2016 19:31 WIB
Jakarta
-
Dari sebuah hubungan pacaran tentu berharap ke pelaminan. Namun harapan tersebut tidak selamanya sama-sama dirasakan oleh sepasang kekasih. Tak jarang, hanya wanita yang mengharapkan hal tersebut namun kekasihnya tidak berniat untuk menikah. Mau dibawa kemana hubungan Anda?
Jika sudah begitu, wanita bingung harus menunggu atau memutuskan saja hubungan. Sebelum memutuskan Anda harus melihat berbagai faktor, misalnya faktor usia dan kondisi ekonomi. Ketika usia Anda dan pasangan sudah cukup berumur (30 tahun ke atas) tapi si dia belum juga ingin menikah, bisa jadi memang si dia bukan tipikal pria yang mau berkomitmen. Terlebih lagi jika kondisi ekonominya sudah cukup.
Psikolog dan pakar cinta Wolipop Anna Surti Ariani dalam surat konsultasi mengungkapkan bahwa wanita memiliki hak untuk hidup bahagia dan memilih pria yang pasti untuk menikahi. "Wanita yang matang tidak layak diabaikan. Anda punya hak untuk diberi kepastian tentang kelanjutan hubungan. Artinya lelaki yang menyia-nyiakan tak patut dipertahankan," tegas Anna.
Pendapat Anna tersebut serupa dengan ahli hubungan Evan Marc Katz yang memilih untuk putus. Namun Evan mengembalikan lagi keputusan terhadap si wanita, apakah masih memiliki toleransi untuk menunggu?
Menurutnya jika Anda masih bisa menunggu satu atau dua tahun lagi untuk meyakinkan pasangan tidak ada salahnya. Ia menuturkan dalam blognya, terkadang wanita hanya fokus dengan pernikahannya saja namun cara mengajukan keinginan tersebut dengan cara memaksa.
"Saya analogikan seperti sales mobil. Jika sales mobil menawarkan barang dengan cara yang memaksa sudah pasti Anda menolak membeli darinya. Tapi lain cerita dengan sales yang menawarkan produknya dengan cara yang tenang, menjelaskan secara bertahap dan tidak memborbardir, mungkin Anda akan mempertimbangkannya dan pada akhirnya tertarik membeli dari sales kedua tersebut. Ketika Anda memaksanya untuk menikah terburu-buru sebelum ia siap, maka dia tidak akan menikahi Anda. " jelas Evan.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah usia hubungan Anda. Jika memang baru beberapa bulan pacaran, tapi Anda sudah terburu-buru untuk dinikahi maka pernikahan sulit untuk terjadi. Lagi pula, jika usia pacaran terlalu cepat kemudian menikah, maka lebih sering memicu perceraian. Seperti dikutip dari Dailymail, dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pasangan yang menikah sebelum 18 bulan pacaran maka akan lebih memicu perceraian. (kik/dng)
Jika sudah begitu, wanita bingung harus menunggu atau memutuskan saja hubungan. Sebelum memutuskan Anda harus melihat berbagai faktor, misalnya faktor usia dan kondisi ekonomi. Ketika usia Anda dan pasangan sudah cukup berumur (30 tahun ke atas) tapi si dia belum juga ingin menikah, bisa jadi memang si dia bukan tipikal pria yang mau berkomitmen. Terlebih lagi jika kondisi ekonominya sudah cukup.
Psikolog dan pakar cinta Wolipop Anna Surti Ariani dalam surat konsultasi mengungkapkan bahwa wanita memiliki hak untuk hidup bahagia dan memilih pria yang pasti untuk menikahi. "Wanita yang matang tidak layak diabaikan. Anda punya hak untuk diberi kepastian tentang kelanjutan hubungan. Artinya lelaki yang menyia-nyiakan tak patut dipertahankan," tegas Anna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya jika Anda masih bisa menunggu satu atau dua tahun lagi untuk meyakinkan pasangan tidak ada salahnya. Ia menuturkan dalam blognya, terkadang wanita hanya fokus dengan pernikahannya saja namun cara mengajukan keinginan tersebut dengan cara memaksa.
"Saya analogikan seperti sales mobil. Jika sales mobil menawarkan barang dengan cara yang memaksa sudah pasti Anda menolak membeli darinya. Tapi lain cerita dengan sales yang menawarkan produknya dengan cara yang tenang, menjelaskan secara bertahap dan tidak memborbardir, mungkin Anda akan mempertimbangkannya dan pada akhirnya tertarik membeli dari sales kedua tersebut. Ketika Anda memaksanya untuk menikah terburu-buru sebelum ia siap, maka dia tidak akan menikahi Anda. " jelas Evan.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah usia hubungan Anda. Jika memang baru beberapa bulan pacaran, tapi Anda sudah terburu-buru untuk dinikahi maka pernikahan sulit untuk terjadi. Lagi pula, jika usia pacaran terlalu cepat kemudian menikah, maka lebih sering memicu perceraian. Seperti dikutip dari Dailymail, dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pasangan yang menikah sebelum 18 bulan pacaran maka akan lebih memicu perceraian. (kik/dng)
Health & Beauty
Skintific Instant Glowing Serum Spray, Solusi Kulit Cerah dalam 3 Detik
Olahraga
NIKE Vapor Pro 3, Sepatu Tenis Ringan untuk Pemain Agresif
Olahraga
Onpoint Spark Pocket Muscle, Bantu Redakan Pegal Setelah Olahraga
Elektronik & Gadget
Smartwatch Powerful! HUAWEI WATCH FIT 4 Series Bisa Tahan 10 Hari & Punya GPS Akurat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Beda Kepribadian Aries Maret dan Aries April, Ternyata Karakternya Tak Sama
Ramalan Zodiak Cinta 3 April: Aries Kurang Komunikasi, Leo Dilanda Rindu
Ramalan Zodiak 3 April: Aries Semangat Membara, Taurus Awas Boros
Ramalan Zodiak 3 April: Aquarius Beda Prinsip, Pisces Lebih Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 2 April: Capricorn Masih Cekcok, Aquarius Diminta Sabar
Most Popular
1
Viral! 10 Tahun Cerai, Pasangan Ini Menikah Lagi Demi Wujudkan Impian Anak
2
Mark Lee Umumkan Hengkang dari NCT, Momen Jisung cs Nangis Viral Jadi Sorotan
3
Paras Cantik Ratu Kecantikan yang Dikritik karena Tak Pakai Makeup di Film
4
Ramalan Zodiak Cinta 3 April: Aries Kurang Komunikasi, Leo Dilanda Rindu
5
Ramalan Zodiak 3 April: Aries Semangat Membara, Taurus Awas Boros
MOST COMMENTED











































