Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

6 Cara yang Benar Meminta Maaf Menurut Penelitian

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 20 Apr 2016 18:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat berbuat suatu kesalahan, adalah hal yang wajar untuk meminta maaf kepada orang atau pihak yang bersangkutan. Tapi sekadar mengucapkan kata 'maaf' ternyata tidak cukup efektif membuat seseorang benar-benar memaafkan seseorang.

Sejumlah peneliti dari Ohio State University dan Eastern Kentucky University, Amerika Serikat, telah menemukan 'formula' yang membuat permintaan maaf lebih efektif untuk diterima. Permintaan maaf yang 'sempurna', mengandung enam elemen. Apa saja?

1. Ungkapan minta maaf

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Penjelasan tentang apa yang membuat seseorang melakukan kesalahan

3. Mengaku salah

4. Ungkapan penyesalan/bertobat

5. Menawarkan untuk memperbaiki kesalahan

6. Meminta pemberian maaf

Baca Juga: 30 Gaya Menggemaskan Fashionista Cilik Dunia

Dari enam elemen tersebut, ada dua elemen yang dianggap lebih penting untuk diungkapkan. Setelah melakukan eksperimen terhadap 755 orang untuk mengetahui reaksi mereka terhadap masing-masing elemen tersebut. Dari hasil percobaan diketahui bahwa elemen paling penting dalam meminta maaf adalah mengaku salah (elemen ketiga) dan menawarkan untuk memperbaiki kesalahan tersebut (elemen kelima).

"Penemuan kami menunjukkan bahwa komponen permintaan maaf yang paling penting adalah mau bertanggungjawab. Katakan itu adalah kesalahan Anda, bahwa Anda telah melakukan kesalahan. Mudah saja orang mengucapkan kata maaf. Tapi dengan bilang, 'Aku akan memperbaiki kesalahan', berarti Anda telah berkomitmen melakukan sesuatu untuk mengembalikan keadaan," jelas Roy Lewicki, profesor manajemen kepensiunan dan sumber daya manusia dari Fisher College of Business, Ohio State University seperti dikutip dari India Times.

Elemen yang dianggap terpenting ketiga adalah ungkapan minta maaf. Selanjutnya penjelasan tentang kenapa kesalahan bisa terjadi, diikuti ungkapan penyesalan dan terakhir adalah mengharapkan untuk dimaafkan.

Roy menambahkan, elemen yang terakhir tersebut (mengharap dimaafkan) merupakan elemen yang paling sedikit efektivitasnya untuk mendapatkan pemberian maaf.

"Itu satu yang bisa Anda lewatkan jika tidak terlalu perlu," tukasnya. (hst/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads