5 Hal yang Penting Dilakukan Jika Anda Jadi Korban Cyberbully
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 12 Apr 2016 18:14 WIB
Jakarta
-
Cyberbullying, atau perlakuan bully di dunia maya mungkin masih dipandang sebagai kasus 'ringan' yang tidak memiliki dampak berarti bagi para korbannya. Namun anonimitas terkadang membuat orang tak mempedulikan seberapa besar pengaruhnya terhadap korban bully.
Seperti yang baru-baru ini terjadi pada Sonya Depari, siswi SMA asal Medan yang mengalami cyberbully pasca video dirinya yang berdebat dengan polwan dan mengaku sebagai anak Jendral BNN Arman Depari tersebar luas di internet. Sonya diketahui mengalami tekanan psikologis dan tak berani keluar rumah. Hingga berujung pada meninggalnya sang ayah, Sonya pun masih mendapat bully secara verbal di social media.
Cyberbullying tidak hanya bisa terjadi pada Sonya tapi juga semua orang termasuk diri kita sendiri. Setiap orang tentu tidak ingin menjadi korban bully. Tapi bagaimana jika itu tetap terjadi? Community Manager Google Indonesia Bella Wibowo memberikan tips langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika kita, atau seseorang yang kita sayangi mendapat perlakuan bully di dunia maya.
1. Jangan Merespon
Ketika mendapat perlakuan bully, usahakan sebisa mungkin untuk tidak meresponnnya. Panas dibalas panas, tentu akan menjadi semakin panas.
"Tidak ada yang memadamkan api dengan melempar api," tutur Bella saat acara diskusi Women 2.0 Wanita dan Teknologi di restoran Blue Jasmine, Jl. Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
2. Blok Pem-bully
Jika bully terjadi di social media seperti Facebook atau Instagram, Bella menyarankan untuk segera menutup akses pelaku bullying ke social media Anda. Jangan berikan peluang bagi para pem-bully melancarkan aksinya.
3. Komunikasi
Langkah yang paling penting dalam menghadapi bullying, adalah mengomunikasikan apa yang Anda alami dengan orang dekat. Baik itu keluarga, teman, atau seseoran yang dipercaya.
"Jangan diam. Coba cari orang yang dipercaya untuk ajak bicara. Usahakan untuk sharing karena sesuatu yang dipendam itu yang bahaya," tutur Aprishi Allita, aktivis anti bullying dalam peluncuran kampanye Face Forward yang diadakan Clinique di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
4. Simpan Bukti
Jika sudah sampai tahap yang mengganggu aktivitas atau kehidupan, Anda bisa melakukan screen capture (mengambil screenshot) aksi bullying dan menyimpannya. Screenshot bisa dijadikan bukti jika ingin memperkarakan kasus tersebut.
"Simpan screenshot atau email dari pelaku bully jadi kalau mau lapor polisi buktinya cukup," tandas Bella.
5. Jangan Jadi 'Penonton'
Jika Anda menyaksikan atau mengetahui ada tindakan bullying, cobalah untuk tidak hanya menyimaknya. Jangan diam, tapi bantu orang tersebut. Caranya bisa dengan melaporkan tindakan bullying kepada pihak yang berwenang, aktivis atau organisasi anti bully yang Anda ketahui.
"Pembiaran juga termasuk salah satu bentuk cyberbully. Apalagi sampai ikut menyebarkan sesuatu hal yang membuat orang itu terpojok," tukas Aprishi. (hst/kik)
Seperti yang baru-baru ini terjadi pada Sonya Depari, siswi SMA asal Medan yang mengalami cyberbully pasca video dirinya yang berdebat dengan polwan dan mengaku sebagai anak Jendral BNN Arman Depari tersebar luas di internet. Sonya diketahui mengalami tekanan psikologis dan tak berani keluar rumah. Hingga berujung pada meninggalnya sang ayah, Sonya pun masih mendapat bully secara verbal di social media.
Cyberbullying tidak hanya bisa terjadi pada Sonya tapi juga semua orang termasuk diri kita sendiri. Setiap orang tentu tidak ingin menjadi korban bully. Tapi bagaimana jika itu tetap terjadi? Community Manager Google Indonesia Bella Wibowo memberikan tips langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika kita, atau seseorang yang kita sayangi mendapat perlakuan bully di dunia maya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika mendapat perlakuan bully, usahakan sebisa mungkin untuk tidak meresponnnya. Panas dibalas panas, tentu akan menjadi semakin panas.
"Tidak ada yang memadamkan api dengan melempar api," tutur Bella saat acara diskusi Women 2.0 Wanita dan Teknologi di restoran Blue Jasmine, Jl. Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
2. Blok Pem-bully
Jika bully terjadi di social media seperti Facebook atau Instagram, Bella menyarankan untuk segera menutup akses pelaku bullying ke social media Anda. Jangan berikan peluang bagi para pem-bully melancarkan aksinya.
3. Komunikasi
Langkah yang paling penting dalam menghadapi bullying, adalah mengomunikasikan apa yang Anda alami dengan orang dekat. Baik itu keluarga, teman, atau seseoran yang dipercaya.
"Jangan diam. Coba cari orang yang dipercaya untuk ajak bicara. Usahakan untuk sharing karena sesuatu yang dipendam itu yang bahaya," tutur Aprishi Allita, aktivis anti bullying dalam peluncuran kampanye Face Forward yang diadakan Clinique di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
4. Simpan Bukti
Jika sudah sampai tahap yang mengganggu aktivitas atau kehidupan, Anda bisa melakukan screen capture (mengambil screenshot) aksi bullying dan menyimpannya. Screenshot bisa dijadikan bukti jika ingin memperkarakan kasus tersebut.
"Simpan screenshot atau email dari pelaku bully jadi kalau mau lapor polisi buktinya cukup," tandas Bella.
5. Jangan Jadi 'Penonton'
Jika Anda menyaksikan atau mengetahui ada tindakan bullying, cobalah untuk tidak hanya menyimaknya. Jangan diam, tapi bantu orang tersebut. Caranya bisa dengan melaporkan tindakan bullying kepada pihak yang berwenang, aktivis atau organisasi anti bully yang Anda ketahui.
"Pembiaran juga termasuk salah satu bentuk cyberbully. Apalagi sampai ikut menyebarkan sesuatu hal yang membuat orang itu terpojok," tukas Aprishi. (hst/kik)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 28 Februari: Libra Si Dia Mudah Curiga, Aries Jaga Sikap
Ramalan Zodiak 28 Februari: Cancer Hadapi Tantangan, Leo Hindari Ketegangan
Ramalan Zodiak 28 Februari: Aries Jangan Menentang, Taurus Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak Cinta 27 Februari: Leo Jangan Cemburu, Libra Butuh Kesabaran
Apa Itu Queerplatonic Relationship? Bukan Pacar Tapi Lebih Dari Sahabat
Most Popular
1
Hijrah Bawa Rezeki! 10 Artis Ini Kini Punya Brand Hijab
2
Keluar Flek Coklat Usai Haid, Haruskah Batal Puasa?
3
Gaya Kontroversial Cocona XG Pamer Bekas Operasi Payudara di Fashion Show Gucci
4
Kisah Ayah Dituntut Anak Sendiri karena Pakai Angpao Imlek untuk Menikah Lagi
5
5 Gaya Nyentrik Priyanka Chopra Pakai Mantel Bulu saat Promosi Film 'The Bluff'
MOST COMMENTED











































