Saat Online Chat, Orang yang Memakai Tanda Baca Bisa Dianggap Tidak Tulus
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 10 Des 2015 12:38 WIB
Jakarta
-
Dalam dunia tulis menulis, penggunaan tanda baca penting dalam menunjukkan tata bahasa yang benar. Selain itu tanda baca juga diperlukan untuk mengungkapkan ekspresi misalnya marah, senang, kesal atau sedih. Tapi untuk urusan berkirim pesan teks lewat online chat atau SMS, tanda baca justru kurang diperlukan.
Setidaknya itu yang diungkap para peneliti dari Harpur College, Binghamton University, Amerika Serikat. Dalam pesan digital, penggunaan tanda baca justru bisa membuat pesan teks jadi terkesan tidak sepenuh hati.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 126 mahasiswa dilibatkan. Para partisipan diminta membaca beberapa pesan tulisan yang ditampilkan pada layar maupun ditulis tangan di atas kertas. Kemudian mereka menjalani serangkaian tes dengan 16 eksperimen.
Percakapan yang ditampilkan pada layar maupun tulisan tangan, rata-rata merupakan pertanyaan atau ajakan untuk datang ke suatu acara. Respon yang diberikan terhadap pertanyaan tersebut dibuat bermacam-macam. Beberapa diakhiri dengan tanda baca seperti (!), (?) atau (.) ada pula yang menjawab pesan teks tanpa tanda baca.
Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis
Ternyata pesan teks yang merespon pertanyaan menggunakan tanda baca, dinilai kurang tulus dan spontan ketimbang pesan teks yang tidak diakhiri tanda baca. Hasil penelitian ini melahirkan kesimpulan bahwa tanda baca bisa membuat orang salah tanggap atau memengaruhi arti sebenarnya dari pesan teks.
"Bukan berarti orang yang memakai tanda baca dalam pesan teks tidak tulus, tapi ini membuktikan bahwa tanda baca merupakan salah satu isyarat yang digunakan oleh pengirim, dimengerti penerima, untuk menyampaikan informasi yang praktis maupun sosial," tulis peneliti dalam hasil studinya, seperti dikutip dari Daily Mail.
Masih menurut studi tersebut, isyarat dalam sebuah pesan teks memang tidak seefektif percakapan secara tatap muka langsung. Ketika berbicara, orang lebih mudah menyampaikan maksudnya dengan pandangan mata, ekspresi wajah, intonasi suara, dan sebagainya.
"Orang jelas tidak bisa menggunakan mekanisme ini ketika mereka berkirim pesan teks," ujar Celia Klin, asisten profesor dan dekan fakultas psikologi di Harpur College, Binghamton University.
Hal itu karena seseorang yang mengirimkan pesan teks tanpa tanda baca mengindikasikan bahwa ia merespon sebuah pesan secara spontan dan tulus, sesuai apa yang dipikirkannya saat itu dan langsung mengirimkannya. Dengan masih 'sempat' mencari tanda baca pada keyboard smartphone atau laptop, maka itu berarti ia perlu berpikir dan merencanakan pesan teks yang akan dikirimkannya sehingga dianggap kurang spontan.
(hst/hst)
Setidaknya itu yang diungkap para peneliti dari Harpur College, Binghamton University, Amerika Serikat. Dalam pesan digital, penggunaan tanda baca justru bisa membuat pesan teks jadi terkesan tidak sepenuh hati.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 126 mahasiswa dilibatkan. Para partisipan diminta membaca beberapa pesan tulisan yang ditampilkan pada layar maupun ditulis tangan di atas kertas. Kemudian mereka menjalani serangkaian tes dengan 16 eksperimen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis
Ternyata pesan teks yang merespon pertanyaan menggunakan tanda baca, dinilai kurang tulus dan spontan ketimbang pesan teks yang tidak diakhiri tanda baca. Hasil penelitian ini melahirkan kesimpulan bahwa tanda baca bisa membuat orang salah tanggap atau memengaruhi arti sebenarnya dari pesan teks.
"Bukan berarti orang yang memakai tanda baca dalam pesan teks tidak tulus, tapi ini membuktikan bahwa tanda baca merupakan salah satu isyarat yang digunakan oleh pengirim, dimengerti penerima, untuk menyampaikan informasi yang praktis maupun sosial," tulis peneliti dalam hasil studinya, seperti dikutip dari Daily Mail.
Masih menurut studi tersebut, isyarat dalam sebuah pesan teks memang tidak seefektif percakapan secara tatap muka langsung. Ketika berbicara, orang lebih mudah menyampaikan maksudnya dengan pandangan mata, ekspresi wajah, intonasi suara, dan sebagainya.
"Orang jelas tidak bisa menggunakan mekanisme ini ketika mereka berkirim pesan teks," ujar Celia Klin, asisten profesor dan dekan fakultas psikologi di Harpur College, Binghamton University.
Hal itu karena seseorang yang mengirimkan pesan teks tanpa tanda baca mengindikasikan bahwa ia merespon sebuah pesan secara spontan dan tulus, sesuai apa yang dipikirkannya saat itu dan langsung mengirimkannya. Dengan masih 'sempat' mencari tanda baca pada keyboard smartphone atau laptop, maka itu berarti ia perlu berpikir dan merencanakan pesan teks yang akan dikirimkannya sehingga dianggap kurang spontan.
(hst/hst)











































