Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Survei: 69% Orang Berpacaran dengan Pasangan yang Bukan Tipe Idealnya

Hestianingsih - wolipop
Minggu, 04 Okt 2015 17:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Orang biasanya memiliki tipe pria atau wanita idaman, dan tidak sedikit yang mencari pasangan sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Tapi sebuah survei menemukan fakta menarik, 69 orang yang berpacaran memiliki kekasih yang ternyata bukan tipe idaman seperti yang diidam-idamkan ketika mereka single.

Dari survei yang diadakan situs perjodohan eHarmony terungkap bahwa orang-orang yang jomblo menyatakan mereka tidak akan mengencani seseorang yang tidak termasuk dalam kriteria. Hal ini pula jadi salah satu yang menyebabkan seseorang lama menjomblo karena terlalu spesifik dengan tipe pasangan idamannya.

Jarak menjadi pertimbangan terpenting saat pria atau wanita single mencari pasangan. Sebanyak 35 persen menyatakan tidak akan mengencani seseorang yang lokasinya berjarak terlalu jauh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi wanita, umumnya menghindari pria yang lebih pendek atau lebih muda dari mereka. Begitu juga dengan pria, 30 persen responden tidak terpikir untuk berpacaran dengan wanita yang usianya lebih tua.

"Tipe sebenarnya 'singkatan' dari kesamaan orang-orang yang Anda anggap menarik. Namun ide tentang tipe ini seringkali hanya menjadi sebuah 'checklist' dari hal-hal yang hanya terlihat secara fisik, misalnya tinggi badan atau usia. Bukan dari aspek kepribadian yang membuat satu sama lain terhubung. Kecocokan yang tidak terlihat ini memang lebih sulit diidentifikasi padahal cukup penting dalam membina sebuah hubungan yang berarti," jelas Psikolog Dr. Linda Papadopoulos, seperti dikutip dari Female First.

Linda pun mengingatkan para wanita dan pria berstatus single untuk berhati-hati dan tidak terjebak dalam sebuah 'tipe'. Memiliki tipe pasangan yang terlalu spesifik akan menghalangi seseorang menemukan tambatan hatinya hanya karena secara fisik tidak sesuai dengan kriteria impian. Padahal mungkin saja secara kepribadian dan kegemaran, sebenarnya saling cocok.

"Anda mungkin berpikir kalau tinggi badan itu sangat penting, tapi pada akhirnya akan terlupakan begitu Anda bertemu seseorang yang benar-benar 'nyambung'," ujarnya.

Memilih seseorang untuk menjadi pasangan berdasarkan tipe fisik juga dinilai tidak produktif bagi kualitas hubungan asmara. Pada pasangan yang sudah menjalin hubungan cukup lama, berpikiran terbuka dan fokus pada yang tak kasat mata justru jadi hal yang lebih penting ketimbang melihat usia, pekerjaan dan warna mata misalnya.

"Hanya karena seseorang sesuai dengan tipe Anda, bukan berarti kalian berdua benar-benar cocok," tutur pakar percintaan dari eHarmony, Jemima Wade.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads