Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Riset: Pacaran Tidak Sehat Sebabkan Depresi Hingga Jerawat

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 21 Agu 2015 19:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Ketika Anda merasa bahwa sudah berada di pada kencan yang buruk, ada baiknya tidak perlu lagi dilanjutkan. Jika tetap dipertahankan, maka ada bahaya kesehatan yang mengintai.

Dalam penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang yang terjebak dalam kencan yang buruk berdampak pada gangguan kesehatan pada emosi dan fisik. Penelitian yang diselenggarakan oleh situs perjodohan eHarmony tersebut menemukan bahwa baik pria ataupun wanita yang terjebak dalam kencan yang tidak sehat memicu stres, depresi hingga timbulnya jerawat.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan bahwa sebanyak 30% orang merasa depresi dan seperempatnya lagi merasa lebih mudah cemas. Sebanyak 14% lainnya mengaku tidak ingin kencan dengan orang lain setelah mengalami pengalaman buruk dengan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari penelitian tersebut juga terungkap bahwa 10% di antaranya mengalami gangguan nafsu makan, di mana nafsu makan semakin meningkat. Kencan yang tidak sehat bahkan juga mempengaruhi kondisi kulit. Sebanyak 6% menyatakan bahwa kulit mereka menjadi berjerawat setelah berada di hubungan asmara yang tidak nyaman.

"Kasus pacaran tidak sehat bisa menyababkan stres. Stres memicu hormon testosteron pada pria dan wanita meningkat yang artinya dapat menstimulasi kelenjar minyak, pada akhirnya timbul lah jerawat. Hal tersebut juga berkolerasi dengan meningkatnya nafsu makan," ujar psikolog dari eHarmony, Dr. Linda Papadopoulos.

Lalu, seperti apa yang masuk dalam kategori kencan yang buruk? Di antaranya adalah tidak adanya getaran cinta atau chemistry, kurang cocok secara kepribadian, diperlakukan kasar, mabuk dan membicarakan mantan yang membuat kencan terasa hambar.

Dr. Papadopoulos menyarankan agar orang yang pernah mengalami pengalaman kencan yang buruk agar bisa segara move on. "Terimalah kenyataan bahwa tidak semua hal bisa berjalan dengan baik. Perjalanan menuju hubungan asmara yang bermakna memang membutuhkan waktu untuk mengenal diri sendiri dan mengetahui apa yang Anda sukai dan tidak sukai," saran Dr. Papadopoulos.

(kik/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads