Terkena Jerat Selingkuh
Ini Derita yang Didapat Saat Jadi Wanita Selingkuhan
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 31 Jul 2015 14:01 WIB
Jakarta
-
Sebagian besar orang mengira bahwa menjadi selingkuhan jauh lebih menyenangkan dari pada menjalani hubungan pacaran atau pernikahan. Mereka lebih sering diperhatikan, disayang, dan dimanja dengan harta yang berlimpah. Selingkuh seringkali diidentikkan sebagai sesuatu atau perbuatan menyenangkan dan bisa dilakukan selama tidak diketahui oleh pasangannya.
Namun di balik itu semua, menjadi wanita selingkuhan ternyata tidak selamanya menyenangkan. Dijelaskan oleh psikolog Anna Surti Ariani, pada dasarnya, berselingkuh itu sama seperti hubungan pada umumnya hingga mungkin saja terjadi hal-hal tidak menyenangkan yang bisa dialami. Terlebih lagi jika seorang wanita yang menjalin hubungan dengan pria beristri.
"Secara ilmiah, mau bentuknya pacaran, menikah, atau berselingkuh, sebetulnya itu disebut relationship juga. Sehingga, pasti ada suatu masa dimana hubungan itu akan naik-turun. Ada masa-masa tidak menyenangkan, marah-marah terus, dan ada juga yang merasa tersiksa menjalaninya," jelasnya saat berbincang dengan Wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2015).
Perasaan tersiksa itu akan berkembang menjadi rasa bersalah dan penyesalan karena telah menyakiti berbagai pihak, seperti pasangan, anak, orang tua, atau bahkan merasa berdosa dengan Tuhan. Rasa bersalah tersebut tidak selalu muncul di awal menjalani perselingkuhan, biasanya perasaan tersebut juga bisa muncul di pertengahan.
Rasa bersalah itu tak hanya timbul dari pihak wanita saja. Pria beristri yang berhubungan dengan wanita lain pun juga merasakannya. "Si pria ini jadi bingung. Dari pihak istri mulai dijauhi atau istrinya marah-marah, dan hubungannya dengan selingkuhannya juga tidak baik. Dia seperti terjebak," lanjut psikolog dua anak ini.
Selain itu, menjalin hubungan dengan pria beristri juga bisa saja mendapatkan cemoohan dari masyarakat sekitar. Namun psikolog yang akrab disapa Nina ini mengatakan, meski menjadi bahan gunjingan orang-orang, sayangnya masih banyak yang tidak berani untuk menegur wanita yang tengah menjaling cinta dengan suami orang.
"Mereka berpendapat bahwa tidak ada hak untuk mencampuri urusan orang lain. Padahal sebenarnya mereka peduli, tetapi karena segan menegur si pelaku, jadinya ngomongin di belakang," kata psikolog yang berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
Lebih lanjut Nina menilai, jika masyarakat berani menegur pelaku perselingkuhan, hasilnya akan jauh lebih efektif. Masyarakat bisa berperan sebagai controller dan mengingatkan kepada para wanita bahwa menjalin hubungan dengan pria beristri adalah suatu perbuatan yang sebaiknya dihindari.
(int/int)
Namun di balik itu semua, menjadi wanita selingkuhan ternyata tidak selamanya menyenangkan. Dijelaskan oleh psikolog Anna Surti Ariani, pada dasarnya, berselingkuh itu sama seperti hubungan pada umumnya hingga mungkin saja terjadi hal-hal tidak menyenangkan yang bisa dialami. Terlebih lagi jika seorang wanita yang menjalin hubungan dengan pria beristri.
"Secara ilmiah, mau bentuknya pacaran, menikah, atau berselingkuh, sebetulnya itu disebut relationship juga. Sehingga, pasti ada suatu masa dimana hubungan itu akan naik-turun. Ada masa-masa tidak menyenangkan, marah-marah terus, dan ada juga yang merasa tersiksa menjalaninya," jelasnya saat berbincang dengan Wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa bersalah itu tak hanya timbul dari pihak wanita saja. Pria beristri yang berhubungan dengan wanita lain pun juga merasakannya. "Si pria ini jadi bingung. Dari pihak istri mulai dijauhi atau istrinya marah-marah, dan hubungannya dengan selingkuhannya juga tidak baik. Dia seperti terjebak," lanjut psikolog dua anak ini.
Selain itu, menjalin hubungan dengan pria beristri juga bisa saja mendapatkan cemoohan dari masyarakat sekitar. Namun psikolog yang akrab disapa Nina ini mengatakan, meski menjadi bahan gunjingan orang-orang, sayangnya masih banyak yang tidak berani untuk menegur wanita yang tengah menjaling cinta dengan suami orang.
"Mereka berpendapat bahwa tidak ada hak untuk mencampuri urusan orang lain. Padahal sebenarnya mereka peduli, tetapi karena segan menegur si pelaku, jadinya ngomongin di belakang," kata psikolog yang berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
Lebih lanjut Nina menilai, jika masyarakat berani menegur pelaku perselingkuhan, hasilnya akan jauh lebih efektif. Masyarakat bisa berperan sebagai controller dan mengingatkan kepada para wanita bahwa menjalin hubungan dengan pria beristri adalah suatu perbuatan yang sebaiknya dihindari.
(int/int)
Perawatan dan Kecantikan
Bedak Sering Nempel Nggak Rata? Coba Ganti Puff Kamu Ke Pilihan Produk Ini
Pakaian Pria
Nggak Zaman Pakai Celana Ketat! Celana Wide Pants Jadi Andalan Cowok Indonesia Biar Tetap Santai Tapi Keren
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Kusam & Belang? 2 Body Scrub Ini Bisa Bikin Kulit Auto Cerah, Halus, dan Wangi Seharian!
Hobi dan Mainan
Biar Nggak Salah Nada Lagi! 3 Capo Gitar Ini Jadi Solusi Gitaris Pemula
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Beda Kepribadian Aries Maret dan Aries April, Ternyata Karakternya Tak Sama
Ramalan Zodiak Cinta 3 April: Aries Kurang Komunikasi, Leo Dilanda Rindu
Ramalan Zodiak 3 April: Aries Semangat Membara, Taurus Awas Boros
Ramalan Zodiak 3 April: Aquarius Beda Prinsip, Pisces Lebih Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 2 April: Capricorn Masih Cekcok, Aquarius Diminta Sabar
Most Popular
1
Pesona Tian Xiwei di Drama China Where the Mask Ends, Visualnya Memukau
2
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
3
Potret Olla Ramlan Olahraga Aerial Hoop, Pakai Busana Backless Serba Hitam
4
Viral Cucu Eks Presiden Korsel Bongkar Skandal Keluarga Lewat Webtoon Domba
5
Viral Aktris Thailand Ngaku Dilecehkan Petugas Medis Saat Sesak Napas
MOST COMMENTED











































