Atasi Perasaan Galau Saat Kembali Didekati Mantan yang Sudah Punya Pacar
Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 14 Jun 2015 13:30 WIB
Jakarta
-
Dalam suatu hubungan asmara, berakhirnya sebuah jalinan cinta adalah suatu hal wajar yang hampir dialami oleh setiap pasangan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan jika salah satu pihak masih belum bisa melupakan sang mantan sepenuhnya.
Hal ini semakin diperparah ketika mantan kembali menghubungi dan berusaha mendekat dengan berbagai cara, meskipun kita tahu bahwa mantan sudah memiliki kekasih baru. Lantas apa yang harus dilakukan?
Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan, adalah penting untuk mengetahui batasan-batasan tidak tertulis yang harus dipenuhi. Jika batasan tersebut dilanggar dan menyebabkan rusaknya suatu hubungan, itu adalah suatu kesalahan besar.
"Dengan menghormati hubungan orang lain dan menghargai perasaan mereka yang terlibat dalam hubungan tersebut berarti Anda juga telah menghargai diri sendiri," ujarnya.
Baca Juga: 25 Pernikahan Keluarga Kerajaan Termegah di Dunia https://wolipop.detik.com/thespotlight/pernikahankerajaan/
Sementara itu di sisi lain, seorang yang mendekati orang lain padahal ia sudah memiliki pasangan, bukanlah orang yang layak dijadikan sebagai kekasih, terlebih lagi sebagai pasangan hidup. Hal ini dikarenakan perilakunya menunjukkan ia tidak dapat menjaga kesetiaan dan tidak bertanggung jawab terhadap komitmen atau keputusannya sendiri.
Ratih juga menyarankan, berilah waktu pada diri sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan perasaan yang dialami setelah putus agar dapat melanjutkan hidup lebih optimal. "Jadi dalam sementara waktu, tak ada salahnya meniadakan kontak dengan mantan pacar supaya bisa mengenali perasaan sendiri," lanjutnya.
Selain itu, carilah kesibukan yang bermanfaat, misalnya melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan Anda. Lakukan juga kegiatan yang menyengangkan bagi Anda, seperti shopping, perawatan tubuh, atau perluas koneksi pertemanan.
"Ingat, laki-laki yang pantas menjadi pendamping Anda akan menghargai dan menghormati perasaan Anda seutuhnya tanpa menduakan dengan yang lain," tutup ibu dua anak ini.
(itn/aln)
Hal ini semakin diperparah ketika mantan kembali menghubungi dan berusaha mendekat dengan berbagai cara, meskipun kita tahu bahwa mantan sudah memiliki kekasih baru. Lantas apa yang harus dilakukan?
Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan, adalah penting untuk mengetahui batasan-batasan tidak tertulis yang harus dipenuhi. Jika batasan tersebut dilanggar dan menyebabkan rusaknya suatu hubungan, itu adalah suatu kesalahan besar.
"Dengan menghormati hubungan orang lain dan menghargai perasaan mereka yang terlibat dalam hubungan tersebut berarti Anda juga telah menghargai diri sendiri," ujarnya.
Baca Juga: 25 Pernikahan Keluarga Kerajaan Termegah di Dunia https://wolipop.detik.com/thespotlight/pernikahankerajaan/
Sementara itu di sisi lain, seorang yang mendekati orang lain padahal ia sudah memiliki pasangan, bukanlah orang yang layak dijadikan sebagai kekasih, terlebih lagi sebagai pasangan hidup. Hal ini dikarenakan perilakunya menunjukkan ia tidak dapat menjaga kesetiaan dan tidak bertanggung jawab terhadap komitmen atau keputusannya sendiri.
Ratih juga menyarankan, berilah waktu pada diri sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan perasaan yang dialami setelah putus agar dapat melanjutkan hidup lebih optimal. "Jadi dalam sementara waktu, tak ada salahnya meniadakan kontak dengan mantan pacar supaya bisa mengenali perasaan sendiri," lanjutnya.
Selain itu, carilah kesibukan yang bermanfaat, misalnya melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan Anda. Lakukan juga kegiatan yang menyengangkan bagi Anda, seperti shopping, perawatan tubuh, atau perluas koneksi pertemanan.
"Ingat, laki-laki yang pantas menjadi pendamping Anda akan menghargai dan menghormati perasaan Anda seutuhnya tanpa menduakan dengan yang lain," tutup ibu dua anak ini.
(itn/aln)











































