Ketika Jatuh Cinta dengan Pria Single yang Usianya Jauh Lebih Tua
wolipop
Sabtu, 02 Mei 2015 15:35 WIB
Jakarta
-
Memiliki rasa suka atau cinta pada lawan jenis bisa ditujukan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sekalipun kepada dosen pengajar yang jelas-jelas berusia jauh lebih tua dan belum pernah berkeluarga.
Jika hal ini terjadi, mengungkapkan perasaan adalah hal yang tampak sulit untuk dilakukan dan hanya menjadi angan-angan semata mengingat Anda harus menjaga hubungan profesional antara dosen dan mahasiswi. Lantas, wajarkah hal ini?
Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan perasaan suka yang sedang dirasakan tentu saja masih dalam batas kenormalan, terlebih lagi jika frekuensi berinteraksi yang cukup sering dilakukan. Sedangkan terpautnya usia dalam suatu hubungan percintaan tentu saja menyebabkan sejumlah perbedaan lain yang mengiringi, seperti pengalaman, pola pikir, lingkungan pertemanan dan lain sebagainya.
Tetapi, jika hal ini terjadi di usia yang sama-sama dewasa dan matang atau lebih dari 21 tahun, Ratih menilai hal tersebut dapat diatasi dengan baik. Karena tentu saja setiap wanita berharap orang yang disukanya dapat mengetahui perasaannya.
"Mulailah dengan sering berkomunikasi dengan dosen Anda tentang pelajaran dan berprestasi di kelas. Lalu, perluas obrolan dengan menunjukkan minat terhadap bidang yang dikuasainya," jelas konsultan percintaan Wolipop itu.
Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk memperkaya pengetahuan Anda serta membangun intensitas komunikasi yang akan mengakrabkan Anda dengan dosen tersebut. Setelah itu, Anda akan semakin memahami apakah perasaan yang sedang dialami ini adalah benar-benar rasa cinta atau kagum semata.
"Tetapi ingat, ketika di dalam lingkungan kampus, bersikaplah profesional sehingga ia tetap merasa nyaman berinteraksi dengan Anda," tutur ibu dua anak itu.
Meski pria berusia di atas 40-an umumnya sudah menikah atau setidaknya memiliki keinginan untuk menikah, namun ada juga yang tidak seperti itu. Ada berbagai alasan yang bisa menjadi penyebabnya, misalnya belum menemukan wanita yang tepat, terlalu sibuk bekerja, atau mengalami ketakutan pada pernikahan.
"Bangun relasi yang lebih akrab dengannya dulu. Dengan demikian semakin mudah untuk membuka pembicaraan yang lebih mendalam mengenai hal ini dengan beliau," tutup Ratih.
(int/eny)
Jika hal ini terjadi, mengungkapkan perasaan adalah hal yang tampak sulit untuk dilakukan dan hanya menjadi angan-angan semata mengingat Anda harus menjaga hubungan profesional antara dosen dan mahasiswi. Lantas, wajarkah hal ini?
Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan perasaan suka yang sedang dirasakan tentu saja masih dalam batas kenormalan, terlebih lagi jika frekuensi berinteraksi yang cukup sering dilakukan. Sedangkan terpautnya usia dalam suatu hubungan percintaan tentu saja menyebabkan sejumlah perbedaan lain yang mengiringi, seperti pengalaman, pola pikir, lingkungan pertemanan dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulailah dengan sering berkomunikasi dengan dosen Anda tentang pelajaran dan berprestasi di kelas. Lalu, perluas obrolan dengan menunjukkan minat terhadap bidang yang dikuasainya," jelas konsultan percintaan Wolipop itu.
Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk memperkaya pengetahuan Anda serta membangun intensitas komunikasi yang akan mengakrabkan Anda dengan dosen tersebut. Setelah itu, Anda akan semakin memahami apakah perasaan yang sedang dialami ini adalah benar-benar rasa cinta atau kagum semata.
"Tetapi ingat, ketika di dalam lingkungan kampus, bersikaplah profesional sehingga ia tetap merasa nyaman berinteraksi dengan Anda," tutur ibu dua anak itu.
Meski pria berusia di atas 40-an umumnya sudah menikah atau setidaknya memiliki keinginan untuk menikah, namun ada juga yang tidak seperti itu. Ada berbagai alasan yang bisa menjadi penyebabnya, misalnya belum menemukan wanita yang tepat, terlalu sibuk bekerja, atau mengalami ketakutan pada pernikahan.
"Bangun relasi yang lebih akrab dengannya dulu. Dengan demikian semakin mudah untuk membuka pembicaraan yang lebih mendalam mengenai hal ini dengan beliau," tutup Ratih.
(int/eny)











































