Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Hubungan Tidak Harmonis dengan Kekasih, Pantaskah Dipertahankan?

wolipop
Minggu, 19 Apr 2015 16:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Di awal pacaran, hubungan selalu diwarnai dengan keromantisan dan kekompakan. Tapi setelah pacaran cukup lama, hubungan bukannya semakin kuat, malah lebih sering bertengkar. Ketika hubungan sudah tidak lagi harmonis, pantaskah untuk dipertahankan?

Untuk mengatasi hal tersebut pertama-tama adalah mencari tahu titik masalahnya. Hitunglah kembali berapa kali Anda dan pasangan membawa masalah yang sama berulang-ulang, tanpa ada tindakan nyata dari si dia untuk menyelesaikannya.

Ketika pasangan berargumen isu yang sama lagi dan lagi tapi tanpa solusi, Anda bisa meyakinkan diri bahwa bukan hubungan seperti itu yang dicari. Psikolog Melly Puspita Sari menyarankan untuk mendekatkan diri dengan pasangan dengan lebih banyak ngobrol dan rutin menanyakan apa isi hatinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu saling bertanya, apakah ada yang tidak disukai dari saya atau dia suka saat saya bagaimana. Kemudian ucapan memuji. Itu kan hal yang bagus, bisa menghangatkan hubungan," jelas Melly.

Untuk menghangatkan kembali hubungan, maka Anda dan pasangan bisa berpura-pura baru berpacaran. Seperti di awal hubungan, tanyalah hal-hal kecil seperti, bagaimana cerita serial TV yang kemarin ia tonton? atau pakai baju apa hari ini?

Pertanyaan sederhana, namun ini menjadi bagian dari perhatian seperti sewaktu Anda pacaran dengannya yang menanyakan banyak hal. "Banyak pasangan yang berhenti mengeksplor pertanyaan karena mereka merasa sudah mengerti pasangan," ujar psikolog Terri Orbuch.

Namun, jika ketidakharmonisan hubungan sudah sampai dalam hubungan yang tidak sehat seperti pasangan sudah memukul atau selalu berbicara kasar, maka hubungan tersebut tidak pantas untuk dipertahankan. "Umumnya dalam 'dating violence' terdapat pola yang 'khas' pada perilaku kekerasan yang dilakukan dalam sebuah hubungan. Pola tersebut biasanya membentuk siklus berulang seperti 'lingkaran setan," tutur Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop.

Seperti yang diungkap Ratih, ada siklus berulang untuk kekasih yang kerap melakukan dating violence. Di awali dengan fase kekerasan, kemudian diikuti fase bulan madu, saat kekasih meminta maaf dan berlaku manis. Seolah menunjukkan ia bukan lagi individu yang sama, setidaknya sampai pertengkaran berikutnya terjadi. Tentunya, hubungan tersebut tidak baik untuk diteruskan.

(kik/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads