Hubungan Tidak Harmonis dengan Kekasih, Pantaskah Dipertahankan?
Di awal pacaran, hubungan selalu diwarnai dengan keromantisan dan kekompakan. Tapi setelah pacaran cukup lama, hubungan bukannya semakin kuat, malah lebih sering bertengkar. Ketika hubungan sudah tidak lagi harmonis, pantaskah untuk dipertahankan?
Untuk mengatasi hal tersebut pertama-tama adalah mencari tahu titik masalahnya. Hitunglah kembali berapa kali Anda dan pasangan membawa masalah yang sama berulang-ulang, tanpa ada tindakan nyata dari si dia untuk menyelesaikannya.
Ketika pasangan berargumen isu yang sama lagi dan lagi tapi tanpa solusi, Anda bisa meyakinkan diri bahwa bukan hubungan seperti itu yang dicari. Psikolog Melly Puspita Sari menyarankan untuk mendekatkan diri dengan pasangan dengan lebih banyak ngobrol dan rutin menanyakan apa isi hatinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghangatkan kembali hubungan, maka Anda dan pasangan bisa berpura-pura baru berpacaran. Seperti di awal hubungan, tanyalah hal-hal kecil seperti, bagaimana cerita serial TV yang kemarin ia tonton? atau pakai baju apa hari ini?
Pertanyaan sederhana, namun ini menjadi bagian dari perhatian seperti sewaktu Anda pacaran dengannya yang menanyakan banyak hal. "Banyak pasangan yang berhenti mengeksplor pertanyaan karena mereka merasa sudah mengerti pasangan," ujar psikolog Terri Orbuch.
Namun, jika ketidakharmonisan hubungan sudah sampai dalam hubungan yang tidak sehat seperti pasangan sudah memukul atau selalu berbicara kasar, maka hubungan tersebut tidak pantas untuk dipertahankan. "Umumnya dalam 'dating violence' terdapat pola yang 'khas' pada perilaku kekerasan yang dilakukan dalam sebuah hubungan. Pola tersebut biasanya membentuk siklus berulang seperti 'lingkaran setan," tutur Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop.
Seperti yang diungkap Ratih, ada siklus berulang untuk kekasih yang kerap melakukan dating violence. Di awali dengan fase kekerasan, kemudian diikuti fase bulan madu, saat kekasih meminta maaf dan berlaku manis. Seolah menunjukkan ia bukan lagi individu yang sama, setidaknya sampai pertengkaran berikutnya terjadi. Tentunya, hubungan tersebut tidak baik untuk diteruskan.
(kik/fer)











































