Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Apa Anda Pasangan Bahagia? Ketahui dari Cara Selesaikan Masalah

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 10 Apr 2015 19:24 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Setiap hubungan tentu tak akan selamanya berjalan mulus. Kadang ada 'kerikil kecil' yang membuat hubungan sedikit bergejolak. Namun sebenarnya, masalah justru dapat membedakan apakah Anda pasangan bahagia atau justru terjebak dalam hubungan yang bermasalah.

"Ketika ada tantangan, mereka cenderung kewalahan oleh emosi. Namun tidak untuk pasangan bahagia yang justru berempati dan tetap mendukung untuk menyelesaikan masalah sebagai satu tim," tutur Jane Greer, Ph.D., seorang penulis buku tentang hubungan percintaan, What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship. Lantas, bagaimana dengan Anda? Berikut adalah tanggapan-tanggapan yang membedakan cara pasangan bahagia atau tidak, ketika mengatasi masalah.

1. Ketika Ada Seseorang Menggoda Pasangan
Pasangan Tidak Bahagia: Bagi pasangan yang tak bahagia, kecurigaan akan cepat menjadi isu karena tidak ada kepercayaan dari masing-masing pihak. Ketika ada lawan jenis yang mendekati pasangan, Anda langsung cemburu buta melayangkan tuduhan bahwa kekasih berselingkuh dan tidak setia. Anda juga tak mau mendengar penjelasan yang mungkin menunjukkan bahwa ia tak bersalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan Bahagia: Bahkan ketika Anda tak nyaman dengan kehadiran salah satu temannya yang mencurigakan, justru hal itu dapat membuat hubungan lebih kuat lagi.

"Mereka yang pasangan bahagia akan melihat godaan pihak luar untuk makin menguatkan intimasi. Anda akan bilang, Aku wanita yang beruntung karena dia memilihku, bukan yang lain!" Ujar Jane. Bukannya ketakutan si dia akan lebih memilih wanita lain. Namun percaya padanya bahwa ia tak akan berbuat macam-macam.

2. Jika Orangtuanya Tak Menyukai Anda
Pasangan Tidak Bahagia: Pendapat orangtua tentu menjadi pertimbangan seseorang sebelum memilih pasangan hidup. Namun jika ternyata orangtuanya tak menyukai Anda, pasangan yang tak bahagia justru tak akan menghiraukan perasaan Anda dan lebih memihak ke ibunya. Ia meminta Anda untuk mengikuti saja apa yang diminta orangtuanya. Mereka juga berharap bahwa pasangannya dapat melakukan hal-hal itu sendiri tanpa membantu atau menjembatani hubungan baik antara Anda dan orangtuanya.

Pasangan Bahagia: Pasangan dengan ikatan yang kuat akan menghadapi tantangan ini sebagai satu tim. Ia akan membantu Anda mencari solusi, seperti memberi saran untuk berbincang dan membuat kesempatan untuk itu. Pasangan yang bahagia juga akan 'mempromosikan' kebaikan Anda kepada orangtuanya. Dengan begitu, keluarganya pun dapat melihat sisi yang baik sesungguhnya dari Anda.

3. Tidak Menyukai Teman Pasangan
Pasangan Tidak Bahagia: Jika Anda pikir temannya tidak baik, Anda akan memberitahunya hal itu setiap kali pasangan menyebutkan nama temannya. "Tiap kali nama orang itu disebutkan, kamu akan komentar dan juga cemburu," ujar Jane.
Anda mulai tak mau berbagi dan tidak senang jika kekasih lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Anda memasang tembok bagi teman-teman pasangan dan tak bisa berhubungan baik dengan mereka.

Pasangan Bahagia: Jika Anda tak suka dengan teman-temannya, Anda akan jujur namun mencoba mengerti. Satu sisi Anda tetap senang jika kekasih memiliki sahabat baik, yang membuatnya senang. Anda juga akan membiarkan pasangan untuk memiliki waktu yang berkualitas dengan teman-temannya tanpa diliputi perasaan cemas atau insecure. Intinya bukanlah mengorbankan perasaan Anda, namun mendukung persahabatannya, dan tetap bahagia karena memiliki hubungan seimbang.

4. Salah Satu Sibuk Bekerja
Pasangan Tidak Bahagia: Anda akan merasa sangat kesepian dan mulai mempersalahkannya. Misalnya marah dan tak mau mengerti bahwa kekasih sedang banyak pekerjaan. Anda justru bersikap kekanakkan agar mulai diperhatikan. Namun dengan begitu, Anda justru membuat tingkat stres pasangan semakin tinggi.

Pasangan Bahagia: Pasangan yang bahagia akan mengungkapkan bahwa dirinya sedih tak bisa menghabiskan banyak waktu bersama. Namun juga bangga dan mendukung agar pasangan bisa sampai di puncak karier. Kemudian Anda dan pasangan akan merencanakan waktu berkualitas lainnya untuk mengganti hari yang terpakai oleh urusan pekerjaan. Ia juga akan memberi kabar sebisa mungkin saat tidak sibuk. Jane juga menyarankan untuk mendiskusikan kapan waktu sibuk itu akan berakhir.

5. Sakit
Pasangan Tidak Bahagia: Ketika pasangan sakit, justru Anda akan marah dan mengeluh. Entah itu rencana yang batal atau karena pasangan tidak bisa melakukan hal yang biasa dikerjakan saat sehat.

Pasangan Bahagia: Pasangan bahagia akan membicarakan tentang kesakitannya dan menempatkan diri di dua sisi. Mereka yang sakit akan lebih menghargai apa yang telah dilakukan pasangan untuk menjaganya. Dan tentu pihak yang sehat akan sangat mengerti kondisi pasangannya saat itu dan selalu mendukung untuk kesembuhannya.

(asf/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads