Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Selain Wanita, Pria pun Tergoda Lihat Foto Model Pria Pose Topless

wolipop
Kamis, 19 Mar 2015 16:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Melihat pria bertelanjang dada dengan tubuh atletis yang berotot di iklan pakaian dalam, tak jarang membuat para wanita tergoda untuk melihatnya. Terlebih lagi jika yang menjadi modelnya adalah selebriti, sebut saja David Beckham, Cristiano Ronaldo hingga Justin Bieber.

Ternyata tujuan brand pakaian dalam menggunakan pria bertubuh seksi sebagai model bukan semata-mata untuk menarik perhatian para wanita, tapi konsumen yang menjadi sasaran utama mereka yaitu pria. Studi terbaru menunjukkan bahwa gambar pria seksi tanpa busana atasan juga menarik di mata sesama pria, sama halnya seperti yang dialami wanita.

Foto pria berotot yang memasang pose sensual di iklan pakaian dalam bahkan bisa menggoda pria heteroseksual. Tapi godaan yang muncul bukan bersifat seksualitas tapi lebih kepada finansial. Bagaimana bisa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di Australia, salah satu cara paling efektif bagi brand pakaian dalam untuk menjaring lebih banyak konsumen pria adalah dengan menampilkan model pria 'setengah' telanjang --seperti dalam kampanye Giorgio Armani, Calvin Klein atau H&M'. Peneliti Eugene Chan mengungkapkan hal tersebut setelah dirinya melakukan tes terhadap sejumlah responden.

"Pria dengan pose yang sangat sugestif, atau pria yang tubuhnya terlihat fit jadi trik yang memudahkan (strategi pemasaran)," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Eugene yang merupakan staf pengajar pemasaran di University of Technology, Sydney, Australia telah melakukan tes dengan pria sebagai objeknya. Studi bertujuan mengetahui apakah penggunaan imej pria topless benar-benar membuat konsumen lebih 'agresif' dalam membelanjakan uangnya.

Studi ini melibatkan 180 pria dan wanita heteroseksual sebagai partisipan, yang dibagi ke dalam beberapa grup. Partisipan lalu diperlihatkan sejumlah gambar iklan dengan model. Iklan dengan model pria diperlihatkan pada partisipan pria, dan model wanita untuk partisipan wanita.

Iklan tersebut memperlihatkan para model dengan penampilan yang standar (tubuhnya tidak terlalu bugar juga tidak obesitas), atau menarik dan berpose sugestif/menggoda. Di saat yang bersamaan, partisipan juga diberikan kupon lotre dengan tingkatan risiko (rugi) dan besar hadiah yang didapatkan. Artinya semakin tinggi uang taruhan yang dipilih maka jumlah hadiah yang didapatkan makin besar.

Hasilnya, pria yang menilai diri mereka kurang menarik dibandingkan model-model di iklan pakaian dalam Abercrombie & Fitch, jauh lebih berani mengambil risiko untuk memasang nilai taruhan tinggi untuk kupon lotre dibandingkan dua kelompok pria lainnya. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa secara sadar atau tidak, pria sebenarnya cukup kompetitif dalam menarik lawan jenis.

"Jika saya melihat pria lain yang secara fisik lebih menarik dari saya, maka saya akan berpikir dia telah 'mengajak' saya berkompetisi untuk menarik perhatian wanita," tutur Eugene.

Jadi bisa disimpulkan bahwa pria yang merasa dirinya kurang menarik secara fisik akan berusaha membuat pria tertarik dari sisi finansial. Sebab, umumnya wanita tidak hanya melihat ketertarikan fisik tapi juga kemapanan finansial dari seorang pria.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads