Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sekarat karena Kanker, Pria Ini Bertahan Hidup Demi Ajak Kekasih ke Prom Night

wolipop
Selasa, 03 Feb 2015 09:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ist.
Jakarta -

Kisah mengharukan dari pasangan remaja asal West Lothian, Skotlandia. Sang pria yang diketahui menderita kanker dan dinyatakan dokter sudah sekarat, bertahan hidup demi membawa kekasihnya menghadiri pesta prom night. Dan dua hari setelah keinginan terakhirnya itu terpenuhi, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Pria tersebut bernama Jak Trueman. Saat pekan lalu akhirnya bisa hadir bersama pujaan hatinya, Hannah Boyd ke prom night, dia mendapat tepuk tangan meriah dari teman-teman sekolahnya yang sengaja membuat pesta jadi lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Remaja pria 15 tahun itu didiagnosa dokter menderita kanker T-Cell Lymphoma pada Agustus 2014 lalu. Dia menjalani pengobatan dan tengah dalam masa antrean untuk menjalani terapi selanjutnya. Namun pada akhir minggu kemarin, hasil scan menunjukkan, kanker telah menyebar ke seluruh tubuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dokter dan profesorku yang sudah sangat berpengalaman telah melihat hasil scanku hari ini dan penyakitku sudah menyebar ke seluruh tulang dan organ tubuhku. Mereka memutuskan untuk tidak memberikan pengobatan lebih jauh. Aku meminta maaf pada semua orang atas berita buruk ini, tapi memang sudah tidak ada jalan lain," tulisnya di akun Facebook.

Baca juga: Mengharukan, Wanita Penderita Tumor Otak Ini Carikan Suami Kekasih Baru

Saat tahu dirinya dalam keadaan sekarat Jak memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berguna dalam hidupnya. Dia mengadakan penggalangan dana untuk lembaga Leukaemia and Lymphoma Research. Dalam waktu kurang dari seminggu, dia berhasil mengumpulkan 33 ribu poundsterling.

Jak bukan hanya melakukan aktvitas amal saja saat tahu dirinya dalam keadaan sekarat. Dia pun bertekad mewujudkan keinginan terakhirnya untuk mengajak kekasihnya, Hannah, menghadiri prom night.

"Jak dan Hannah memang sangat dekat. Dan aku merasa benar-benar sebuah keajaiban karena pihak sekolah bersedia memajukan acara prom. Sungguh sebuah hal yang membahagiakan apa yang sudah diatur oleh pihak sekolah," tulis ibunda Jak, Alison, di halaman Facebook perjuangan putranya menghadapi kanker.

Mengenakan setelan berwarna abu-abu dan duduk di kursi roda, Jak benar-benar hadir di prom night mendampingi sang kekasih. Dia hanya bisa hadir selama 10 menit di pesta yang diadakan di Livingston Football Club, Skotlandia itu. Sebelum datang ke pesta tersebut, kondisinya sebenarnya semakin memburuk. Dia harus mengonsumsi obat penahan rasa sakit agar bisa datang ke prom night.

"Aku ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya karena hanya datang sebentar dan harus pergi lagi. Aku sangat sedih karena tidak sempat bicara pada siapapun, tapi aku benar-benar tidak sehat jadi harus segera pergi secepatnya," tulis Jak di halaman Facebooknya.

Kabar duka datang lagi dari ibunda Jak dua hari setelah putranya mewujudkan keinginan terakhirnya itu. Alison menyampaikan bahwa putranya telah meninggal dunia. "Sangat sedih untuk mengabarkan bahwa putraku sudah pergi ke surga. Tuhan bersamanya. Jak, aku adalah ibu yang paling bangga," begitu sang ibu menyampaikan kabar duka tersebut.

Baca juga: Kisah Nyata Cinta Sejati, Suami Berikan Napas Terakhirnya untuk Sang Istri

(eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads