Survei: Lagu Sedih Bisa Ceriakan Hati yang Sedang Galau

- wolipop Rabu, 05 Nov 2014 18:19 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta - Sedih dan galau? Coba dengarkanlah lagu-lagu milik Adele, Radiohead, Muse atau Placebo. Musik melankolis atau bernuansa sedih bisa membantu menaikkan mood jadi lebih baik.

Kontras dengan nuansa sedih dan gloomy yang dihadirkan para musisi melankolis dengan lagu seperti 'Someone Like You', 'Creed' atau 'Unintended', efek dari jenis musik tersebut justru sebaliknya. Menurut penelitian, mendengarkan lagu bertema sedih akan membantu memperbaiki kondisi emosional seseorang, membuatnya merasa tenang dan membangkitkan nostalgia.

Saat mendengarkan musik melankolis dan bertema sedih orang akan merasakan lebih dari tiga jenis emosi yang akan memancing reaksi lebih kompleks ketimbang musik pop bernuansa riang. Liila Taruffi dan Stefan Koelsch, peneliti khusus musik dan otak dari Free University di Berlin telah melakukan survei terhadap 722 responden untuk memahami seberapa sering mereka mendengarkan lagu sedih dan apa yang mereka rasakan saat itu juga.

Hasil survei yang dimuat dalam jurnal Plos One itu menunjukkan, pada sebagian besar orang mendengarkan lagu sedih ternyata memang memiliki efek positif. Dalam jurnal tersebut peneliti menulis bahwa musik melankolis memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental. Musik sedih bisa menjadi pelipur lara yang mengubah emosi dan mood negatif jadi lebih baik.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa lagu dan musik sedih bisa 'mencampur' berbagai emosi jadi satu dan bagusnya, yang tercampur kebanyakan merupakan emosi positif. Termasuk nostalgia, rasa damai, kelembutan dan rasa takjub. "Penelitian menunjukkan ada empat hal yang muncul dalam emosi seseorang ketika mendengarkan musik sedih: imajinasi, kemampuan mengatur emosi yang lebih baik, empati dan nostalgia," begitu yang tertulis dalam jurnal.

Menariknya, nostalgia menjadi emosi yang paling sering muncul saat menikmati musik melankolis ketimbang rasa sedih. Pada responden yang berasal dari Eropa dan Amerika Serikat, nostalgia jadi emosi yang paling sering muncul. Sementara pada responden di Asia dilaporkan paling banyak merasakan kedamaian.

Penelitian ini menjelaskan kenapa orang cenderung lebih suka mendengarkan musik melankolis ketika kesepian, sedih atau galau ketimbang musik yang riang. Sebab musik bertema sedih bisa menghilangkan mood negatif dan menggantinya dengan perasaan yang lebih tenang. Selain itu musik sedih juga menstimulasi orang untuk mengekpresikan emosi mereka yang sebenarnya sehingga efeknya perasaan pun menjadi lega.

Musik melankolis seperti apa yang efektif menghilangkan kesedihan? Sebagian besar partisipan mendengarkan musik sedih yang bertempo lambat. Mendengarkan musik ternyata tidak hanya bisa memperbaiki mood yang sedih jadi lebih menyenangkan, tapi juga mengurangi rasa sakit.

Sebuah penelitian di University of Alberta menemukan bukti yang menunjukkan bahwa musik bisa mengurangi sensitivitas manusia terhadap rasa sakit. Penelitian dipimpin oleh Dr Lisa Hartling dari Fakultas Obat dan Kedokteran Gigi. Ia bersama timnya melakukan riset terhadap 42 pasien anak dengan usia antara tiga dan 11 tahun. Beberapa anak disuntikkan infus sambil mendengarkan musik, sementara yang lainnya tidak.

Kemudian peneliti memeriksa tingkat stres, rasa sakit dan detak jantung pada setiap anak. Peneliti menemukan perbedaan yang cukup signifikan terhadap tingkat rasa sakit yang dialami pasien. Anak-anak yang berada dalam kelompok yang mendengarkan musik segera berkurang rasa sakitnya setelah diinfus.

(hst/kik)