Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bergosip Tentang Orang Lain Ternyata Ada Dampak Positifnya, Apa Saja?

wolipop
Selasa, 04 Nov 2014 19:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Bergosip, merupakan sebuah 'guilty pleasure' yang cukup sulit dihilangkan terutama bagi para wanita. Membicarakan orang lain memang sebuah kesenangan tapi di sisi lain membuat Anda merasa bersalah. Anehnya, kebiasaan ini menjadi semacam ketergantungan dan banyak orang terus menerus melakukannya.

Bagi yang suka bergosip ternyata ada dampak positif yang bisa didapatkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa bergunjing tentang orang atau suatu hal mungkin baik untuk meningkatkan kepercayaan diri karena membuat kita cenderung membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Penelitian yang dilakukan di Belanda itu telah menemukan bahwa mendengarkan gosip, baik yang positif maupun negatif akan membuat seseorang introspeksi dan mengevaluasi diri secara tidak sadar. Namun para peneliti mengingatkan, kabar yang Anda dengar tentang orang lain haruslah disikapi secara kritis artinya tidak langsung diterima mentah-mentah dan langsung percaya dengan rumor tersebut. Tapi dikritisi, dianalisa kebenarannya bahkan bisa perlu berspekulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elena Martinescu dari University of Groningen, seperti dikutip dari Daily Mail mengatakan, "Wanita yang mendengar gosip negatif akan lebih berjaga-jaga terhadap citra dirinya dan memiliki kecenderungan tinggi untuk melindungi dirinya sendiri karena mungkin saja kabar tidak mengenakkan itu bisa terjadi padanya sewaktu-waktu, atau lebih buruknya lagi justru mereka yang jadi korban gosip."

Daripada mencoba menghentikan gosip, Profesor Elena justru menyarankan untuk menerima gosip sebagai bagian alami dari kehidupan. Tidak hanya itu saja, bagi orang-orang yang mendengarnya pun sebaiknya menerima dengan sikap kritis dan paham akan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan dari diri sendiri maupun orang lain.

Studi yang telah dimuat dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin tersebut juga mengungkapkan, responden yang pernah mendengar kabar baik tentang seseorang mengalami peningkatkan dalam perbaikan diri mereka. Sementara gosip yang berbau negatif, perlahan-lahan meningkatkan rasa mawas diri responden.

"Sebagai contoh, mendengar cerita positif tentang seseorang akan menginspirasi kita untuk meningkatkan kualitas diri. Sedangkan gosip negatif tentang orang lain bisa meningkatkan percaya diri karena cenderung berpikir bahwa hidup kita lebih baik dari orang tersebut," tutur Elena.

Hasil penelitian ini mendukung studi sebelumnya yang juga membahas soal kebiasaan bergosip. Adalah Jennifer Bosson PhD dan rekan-rekannya yang melakukan penelitian tersebut sejak ia masih berkerja di departemen psikologi Oklahoma University. Dikutip dari Web MD, ia mengamati bahwa kebanyakan orang akan saling 'nyambung' dengan pembahasan yang tengah hangat dibicarakan. Hal ini ternyata bisa meningkatkan kemampuan seseorang dalam bersosialisasi, bahkan dengan orang yang belum dikenal.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads