Liputan Khusus Jomblo Siap Nikah
Sudah Nabung untuk Nikah Tapi Tak Juga Dapat Calon, Harus Diapakan Uangnya?
wolipop
Jumat, 17 Okt 2014 18:40 WIB
Jakarta
-
Motivasi orang untuk menabung uang penghasilannya bisa berbeda-beda. Ada yang menabung untuk pendidikan anak, membeli rumah/mobil atau untuk biaya pensiun ketika sudah tak bekerja nanti. Di antara beragamnya motivasi, ada pula yang menyisihkan sebagian gajinya untuk biaya pernikahan.
Menabung untuk membiayai pernikahan sendiri memang bukan hal yang aneh. Namun beberapa wanita telah terpikir untuk menabung justru saat ia masih jomblo atau belum memiliki calon pendamping.
Menurut psikolog Ayoe Soetomo, M.Psi., perilaku ini masih terbilang wajar karena pada dasarnya, wanita memang lebih peduli terhadap keamana finansialnya. Orang yang menabung dengan alasan tersebut biasanya telah memiliki target sendiri kapan akan menikah. Dua tahun, tiga tahun atau bahkan lima tahun lagi. Namun ketika pernikahan tak juga terwujud sesuai target dan dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup, perlukah dialokasikan ke bentuk lain?
Perencana Keuangan Farah Dini Novita mengatakan untuk tidak mengganti dana tersebut ke hal lain. Tabungan yang ditujukan untuk menikah, sebaiknya tetap disimpan dan bila perlu ditambah secara rutin.
"Tidak usah dialokasikan ke bentuk apa-apa. Takutnya kalau dimasukkan ke saham malah nanti drop," tutur wanita yang bekerja di Zeus Planner itu, saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon, Selasa (14/10/2014).
Senada dengan Farah, Psikolog Ayoe Soetomo, M.Psi. juga menyarankan jika tak kunjung menikah sebaiknya tetap disimpan. "Karena pada dasarnya modal menikah juga merupakan bentuk tabungan atau investasi," tutur Ayoe, ketika diwawancara lewat e-mail.
Apabila tetap ingin dialokasikan, Farah merekomendasikan dana menikah tersebut untuk diinvestasikan ke reksa dana campuran. Jangka waktu investasi biasanya antara tiga hingga lima tahun.
(hst/hst)
Menabung untuk membiayai pernikahan sendiri memang bukan hal yang aneh. Namun beberapa wanita telah terpikir untuk menabung justru saat ia masih jomblo atau belum memiliki calon pendamping.
Menurut psikolog Ayoe Soetomo, M.Psi., perilaku ini masih terbilang wajar karena pada dasarnya, wanita memang lebih peduli terhadap keamana finansialnya. Orang yang menabung dengan alasan tersebut biasanya telah memiliki target sendiri kapan akan menikah. Dua tahun, tiga tahun atau bahkan lima tahun lagi. Namun ketika pernikahan tak juga terwujud sesuai target dan dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup, perlukah dialokasikan ke bentuk lain?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak usah dialokasikan ke bentuk apa-apa. Takutnya kalau dimasukkan ke saham malah nanti drop," tutur wanita yang bekerja di Zeus Planner itu, saat berbincang dengan Wolipop melalui telepon, Selasa (14/10/2014).
Senada dengan Farah, Psikolog Ayoe Soetomo, M.Psi. juga menyarankan jika tak kunjung menikah sebaiknya tetap disimpan. "Karena pada dasarnya modal menikah juga merupakan bentuk tabungan atau investasi," tutur Ayoe, ketika diwawancara lewat e-mail.
Apabila tetap ingin dialokasikan, Farah merekomendasikan dana menikah tersebut untuk diinvestasikan ke reksa dana campuran. Jangka waktu investasi biasanya antara tiga hingga lima tahun.
(hst/hst)










































