Liputan Khusus Jomblo Siap Nikah
Sudah Rencanakan Pernikahan Tapi Tak Juga Bertemu Jodoh, Bisakah Depresi?
wolipop
Jumat, 17 Okt 2014 15:08 WIB
Jakarta
-
Melangsungkan pernikahan dengan orang yang dicinta menjadi impian banyak orang. Tak sedikit juga dari mereka yang karena begitu inginnya menikah, sudah merencanakan hari bahagianya itu meskipun belum punya calon suami atau bahkan pasangan. Ketika pernikahan ini sudah disiapkan tapi jodoh tak juga datang, apa yang akan dirasakan orang tersebut? Mungkinkah dia menjadi depresi atau bahkan gila karena belum juga menikah padahal segala sesuatunya sudah disiapkan sejak lama?
Depresi atau tidaknya orang yang sudah mempersiapkan pernikahannya sejak masih berstatus jomblo ini, menurut psikolog Ayoe Soetomo, tergantung dari individu tersebut. Sejauh mana orang tersebut menyiapkan pernikahannya juga menjadi faktor penentu kondisi psikologisnya.
"Sedalam apa kekecewaannya dan seberapa cepat untuk dapat menghilangkan kekecewaan itu sangat bergantung pada tingkat resiliensi pada diri seseorang serta dukungan sosial dari lingkungan terdekat," ujar Ayoe dalam wawancara dengan Wolipop, belum lama ini. Resiliensi yang dimaksud Ayoe adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit.
Jika memang orang tersebut kekecewaannya sangat dalam dan kemampuannya mengatasi situasi sedih ini rendah, dia mungkin saja bisa menjadi depresi. Apalagi jika tidak ada dukungan sosial dari orang-orang terdekatnya.
Hal berbeda jika orang yang sudah mempersiapkan pernikahan sejak masih jomblo ini memiliki resiliensi yang baik. Kemampuan mengatur emosi dan menganalisa apa yang dialaminya serta dukungan dari orang terdekat, membuat si jomblo tak berlarut-larut memikirkan masalahnya dan memilih move on dengan hidupnya.
(int/eny)
Depresi atau tidaknya orang yang sudah mempersiapkan pernikahannya sejak masih berstatus jomblo ini, menurut psikolog Ayoe Soetomo, tergantung dari individu tersebut. Sejauh mana orang tersebut menyiapkan pernikahannya juga menjadi faktor penentu kondisi psikologisnya.
"Sedalam apa kekecewaannya dan seberapa cepat untuk dapat menghilangkan kekecewaan itu sangat bergantung pada tingkat resiliensi pada diri seseorang serta dukungan sosial dari lingkungan terdekat," ujar Ayoe dalam wawancara dengan Wolipop, belum lama ini. Resiliensi yang dimaksud Ayoe adalah kemampuan untuk beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal berbeda jika orang yang sudah mempersiapkan pernikahan sejak masih jomblo ini memiliki resiliensi yang baik. Kemampuan mengatur emosi dan menganalisa apa yang dialaminya serta dukungan dari orang terdekat, membuat si jomblo tak berlarut-larut memikirkan masalahnya dan memilih move on dengan hidupnya.
(int/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Laneige Lip Glowy Balm Pink Supernova, Solusi Bibir Lembap & Glowing
Home & Living
Masak Lebih Praktis & Sehat Pakai Philips Airfryer, Lebih Hemat Listrik!
Olahraga
Sepatu Lari Nineten Aurorun Stride, Cocok Buat Pemula hingga Harian
Home & Living
3 Perabot Dapur Kecil yang Diam-Diam Bikin Aktivitas Lebih Nyaman
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 28 Maret: Aquarius Lebih Sabar, Virgo Kontrol Emosi
Ramalan Zodiak 28 Maret: Taurus Asmara Goyah, Aries Terima Kenyataan
Sebelum Melangkah ke Pelaminan, Ini Hal yang Perlu Dicek Menurut Psikolog
Cara Kreatif Kelola Stres dan Emosi di Workshop Pottery & Reflective Session
Ramalan Zodiak 28 Maret: Capricorn Rintangan Menghadang, Pisces Hati-hati
Most Popular
1
Bayi Pertama Lahir Setelah 17 Tahun, Satu Desa Gelar Spanduk Ucapkan Selamat
2
Profil Wang Churan, Aktris Drama China yang Kecantikannya Viral
3
Josh Duhamel Pernah Hidup dalam Bayang-bayang Mantan Istri, Fergie
4
Ramalan Zodiak 28 Maret: Taurus Asmara Goyah, Aries Terima Kenyataan
5
Lee Sang Bo Ditemukan Meninggal di Usia 44 Setelah Ungkap Tragedi Keluarga
MOST COMMENTED











































