Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus <i>Break</i> Vs Putus

4 Keuntungan Break dalam Hubungan Sebelum Memutuskan untuk Bubar

wolipop
Jumat, 03 Okt 2014 14:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Saat hubungan yang dijalin bersama pasangan mulai kehilangan romantisme, atau dirundung banyak masalah, biasanya jalan yang paling sering diambil adalah putus hubungan. Namun tak sedikit pula yang memilih untuk vakum atau break. Mengistirahatkan hubungan untuk sementara dianggap bisa jadi cara untuk menyelamatkan hubungan yang sudah di ujung tanduk.

Break biasanya dilakukan oleh pasangan untuk menenangkan diri, introspeksi atau memikirkan langkah yang sebaiknya ditempuh untuk menentukan nasib hubungan ke depannya. Ini beberapa dampak positif lainnya dengan memutuskan untuk break.

1. Sarana Introspeksi
Menurut psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi., memiliki seseorang yang selalu ada di sisi, menjadikan kita sulit untuk terbiasa sendiri. Namun setelah memutuskan untuk break, kita jadi mempunyai waktu untuk beradaptasi dengan rasa kehilangan. "Break juga dapat berfungsi sebagai sarana introspeksi sehingga mampu memandang masalah dengan lebih objektif," jelasnya ketika diwawancara melalui e-mail, Rabu (1/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Berpikir Jernih
Mengistirahatkan hubungan yang telah dijalin bersama pasangan, dapat membantu seseorang berpikir jernih mengenai hal-hal yang selama ini terlintas di pikiran. Cobalah berpikir apakah dalam menjalani hubungan ini Anda telah merasakan kebahagiaan dan kesenangan yang sebenarnya? Apakah pasangan Anda memberikan rasa nyaman dan membuat hidup lebih berwarna? Tidak ada salahnya untuk memikirkan hal-hal itu lebih dalam.

3. Tanda Kedewasaan
Ketika kekasih menginginkan untuk break dari hubungan yang telah dijalin cukup lama, rasa gelisah dan uring-uringan pastinya akan menghampiri Anda. Berbagai perasaan curiga dan pikiran negatif lainnya akan hinggap di kepala. Namun menurut buku 'The Man Manual' yang ditulis oleh Linda Papadopoulos, ketika pasangan menginginkan waktu untuk sendiri, bukan berarti ia tidak menyayangi Anda dan ingin mengakhiri hubungannya. Justru itu menjadi salah satu tanda menuju pendewasaan diri agar bisa memahami perasaan tanpa ada gangguan.

4. Menjadi Lebih Tenang
Break yang disebabkan oleh perbedaan pendapat atau pertengkaran hebat dengan pasangan dapat membuat rasa emosi memuncak dan membuat Anda tertekan. Oleh karena itu, selama masa break, sebaikanya buang jauh-jauh pikiran yang dapat meningkatkan rasa marah sehingga hidup menjadi lebih tenang dan dapat memikirkan masalah yang dihadapi dengan kepala dingin.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads