Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus <i>Break</i> Vs Putus

Do's & Don'ts untuk Pasangan yang Memilih Break Ketimbang Putus Cinta

wolipop
Jumat, 03 Okt 2014 12:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Perbedaan pendapat atau pertengkaran yang ditimbulkan karena masalah kecil bisa saja terjadi pada pasangan manapun. Pertengkaran ini menjadi hal yang wajar dan dianggap sebagai bumbu percintaan ketika memang pasangan bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya secara dewasa dan tidak membesar-besarkannya. Tapi tak semua pasangan bisa bersikap dewasa. Tak sedikit pasangan merasa kesulitan untuk menyelesaikan masalah dari setiap pertengakaran dan memilih untuk memendamnya.

Ketika permasalahan yang sudah lama dipendam dan tidak bisa terselesaikan, ada dua pilihan yang dapat dilakukan, mengakhiri atau mempertahankan hubungan. Selain dua pilihan tersebut, ada satu lagi yang kerap dilakukan pasangan ketika hubungan diterpa masalah yaitu break atau mengistirahatkan hubungan sejenak. Pasangan yang memilih break ini sering kali berpikir bahwa dengan cara tersebut permasalahan akan hilang dengan sendirinya. Kenyataannya jika memang memilih break, seharusnya kedua belah pihak mampu untuk menelaah kembali apa sumber permasalahannya dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Apabila Anda sedang menjalani 'waktu rehat' dalam hubungan cinta, sebaiknya ketahui lebih dulu hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa break. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Do's :
1. Introspeksi
Dengan memilih opsi break, kedua belah pihak dapat menggunakan waktu kesendiriannya untuk introspeksi diri. Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan, mengoreksi diri sendiri dapat menetralkan pikiran sehingga mampu memandang suatu masalah dengan lebih obyektif dan bijaksana dalam menghadapinya.

2. Kegiatan Positif
Kei Savourie selaku konsultan percintaan mengatakan, tidak baik apabila terlalu berlarut-larut dalam kesedihan karena hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaiknya, salurkan emosi ke dalam bentuk kegiatan yang positif. "Misalnya nge-gym, lari, makan, main sama temen, shopping. Seharusnya kalau sudah melakukan kegiatan ini, bisa berpikir lebih jernih ya," ujar pendiri situs Kelas Cinta itu ketika berbincang dengan Wolipop di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Selasa (30/9/2014).

Don'ts :
1. Kenalan dengan Orang Baru
Selama break, salah satu pihak merasa tidak mempunyai kewajiban untuk sekadar memberi kabar atau meminta izin saat hendak bepergian. Hal ini membuatnya bisa melakukan banyak hal tanpa perlu takut dengan pasangannya, salah satunya adalah bertemu atau berkenalan dengan lawan jenis lain. Pria yang sudah delapan tahun menjalani profesinya sebagai konsultan percintaan menyarankan agar tidak melakukan hal-hal tersebut karena akan menjatuhkan nilai pasangan.

"Ketika sedang berantem sama pasangan, sedang kesal juga, nilai si pasangan kita ini jadi minus kan. Nanti kalau bertemu lawan jenis lain, otomatis dia jadi terlihat mempunyai nilai plus, padahal mungkin sebenernya biasa aja. Jadi yang ada ini kelihatannya, kesannya baik banget," papar Pria kelahiran 26 Desember 1980 ini lebih jelas.

2. Melibatkan Orang Ketiga
Ayu mengatakan adalah suatu kesalahan yang besar untuk melibatkan orang ketiga dalam permasalahan yang dihadapi bersama pasangan. Orang ketiga dalam hal ini bukan berarti 'selingkuhan', namun bisa juga orang lain yang sebenarnya tidak mengerti duduk permasalahannya sehinga dikhawatirkan mampu menghasut kita dalam mengambil keputusan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads