Liputan Khusus Pejuang Cinta

Jalani Cinta Beda Keyakinan, Patutkah Diperjuangkan?

- wolipop Jumat, 05 Sep 2014 14:11 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta -

Berbicara dari sudut pandang agama memang menjadi masalah yang rumit, karena menyangkut tentang keyakinan masing-masing. Ketika membina hubungan dengan seseorang yang berbeda keyakinan, sebaiknya ketahui dulu konsekuensi dan risiko yang ditimbulkan. Terutama bila hubungan yang dijalin sudah terlanjur serius, salah satunya pasti harus ada yang mengalah. Berpindah keyakinan menjadi salah satu pilihan yang paling sering untuk dilakukan.

Satria Utama, yang merupakan seorang konsultan percintaan mengatakan, berpindah keyakinan merupakan pilihan dari setiap individu. Tetapi apabila terpaksa atau hanya berlandaskan cinta, tanpa mengenal siapa Tuhannya, lama-lama pemikiran ini akan luntur. "Kalau misalnya sudah nggak cinta lagi, bisa balik ke agama asal kapan aja. Nanti ujung-unjungnya malah timbul perceraian," ujar pria yang sudah tujuh ini berprofesi sebagai dating coach. Satria ditemui Wolipop di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (02/09/2014).

Pria yang hobi menulis ini juga mengungkapkan sebaiknya ketahui latar belakang pasangan dan pikirkan kembali dengan matang sebelum memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan atau memperjuangkan cinta beda keyakinan tersebut. "Kalau misalnya nanti sudah punya anak, dia akan bingung pilih iman ibu atau bapak. Pasti orangtua akan mengajarkan pendidikan agama versi mereka kan," ucapnya.

Saran dari Satria di atas juga sejalan dengan pendapat dari psikolog Ratih Ibrahim. Ratih melihat pasangan yang berbeda keyakinan biasanya akan menganggap agama menjadi isu serius baru ketika hubungan mereka memasuki tahap selanjutnya yaitu pernikahan. Oleh karena itulah dia menyarankan sebaiknya pertimbangkan sejak awal sebelum memutuskan untuk menjalani cinta beda agama agar nantinya tidak terlanjur sayang dan sulit untuk mengucap kata putus.

Jika setelah melakukan berbagai pertimbangan Anda dan pasangan memutuskan untuk tetap memperjuangkan cinta tersebut bahkan ingin serius, jalani. Pastikan Anda dan pasangan juga sudah siap menghadapi berbagai hal yang sudah diprediksi akan dialami.

"Namun jika sebaliknya yang diraskaan, lebih baik menjadi teman bila memang tidak ada kata kesepakatan dan kesiapan untuk menghadapi konsekuensinya," jelas Ratih.

Sementara itu Satria menambahkan, ketika hubungan sepasang kekasih beda keyakinan ini sudah cukup serius dan tak bisa dihindari keinginan untuk menikah, solusi terbaiknya adalah meminta petunjuk dari Tuhan. "Coba tanya sama Tuhan, apa ini pilihan terbaik? Tanya juga pada diri sendiri apa definisi cinta dan tujuan untuk menikah," jelas pria kelahiran 1 Desember 1984 ini.

(eny/eny)