Lupita Nyong'o Ungkap 50 Mioma Tumbuh di Rahim, yang Terbesar Seukuran Jeruk
Aktris Lupita Nyong'o mengungkap mengalami masalah reproduksi yang cukup serius. Ada puluhan mioma tumbuh di rahimnya, bahkan beberapa ada yang sebesar buah jeruk.
Bintang film 'Black Panther' ini mengatakan bahwa mioma kembali tumbuh di rahimnya, setelah beberapa tahun lalu diangkat. Kini jumlahnya dua kali lipat dari sebelumnya, lebih dari 50 buah.
Wanita 42 tahun itu blak-blakan tentang kondisi kesehatannya saat tampil di acara 'Today' pada Rabu (25/02/2026). Mioma, atau fibroid, ditandai dengan tumbuhnya jaringan non-kanker di dalam rahim yang bisa menyebabkan gejala berat seperti perdarahan menstruasi berlebihan, durasi haid yang panjang, nyeri panggul, sering buang air kecil, sembelit, hingga nyeri punggung dan kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lupita pertama kali mengetahui dirinya mengidap mioma pada 2014, tahun yang sama ketika ia memenangkan Academy Award untuk Aktris Pendukung Terbaik lewat film debutnya, '12 Years of Slave'.
"Saat pertama kali mioma saya diangkat, ada 23 yang diambil," ujarnya, seperti dilansir Just Jared.
"Dan dua tahun lalu, saya diberi tahu bahwa sekarang jumlahnya lebih dari 50," lanjutnya.
Dia mengatakan bahwa kini dirinya kembali dihadapkan pada pilihan yang sama seperti sebelumnya. "Operasi atau hidup dengan rasa sakit," ucapnya.
Bintang 'A Quiet Place: Day One' itu mengaku belum memutuskan untuk menjalani myomectomy, yaitu operasi pengangkatan mioma tanpa mengangkat rahim. Dia menyatakan belum siap jika harus kembali ke meja operasi.
"Saya belum siap membuat keputusan itu. Prosedurnya cukup invasif... dan ini ancaman besar bagi organ reproduksi kita," terangnya.
Lupita juga menjelaskan bahwa ukuran miomanya termasuk yang besar. Biasanya, dokter menggunakan buah sebagai perumpamaan untuk menjelaskan ukuran mioma kepada pasien.
"Mioma bisa seukuran anggur. Mioma terbesar saya seukuran jeruk," ujar wanita berdarah Kenya ini.
Saat ini, Lupita aktif menggalang dana dan mendukung penelitian agar para ilmuwan dapat menemukan metode penanganan mioma yang lebih minim tindakan invasif, bahkan tanpa operasi.
(hst/hst)









































