Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus LDR Pasca Nikah

Yang Harus Diperhatikan Pasangan Menikah Sebelum Memutuskan LDR

wolipop
Jumat, 27 Jun 2014 17:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Idealnya, pasangan suami istri tinggal bersama di satu kota. Namun di era modern ini, tidak sedikit pasangan yang menjalani hubungan LDR. Ada yang nyaman dengan hubungan pernikahan yang berpisah jarak, namun banyak juga pengalaman yang menyedihkan saat LDR dengan suami.

"Suami pulang dua bulan sekali, sekalinya pulang pun hanya lima hari dan itupun sibuk dengan urusan pekerjaan. Soal komunikasi? Begitu buruk sampai-sampai dia jarang telepon dan sekalinya telpon, saya bingung harus ngobrol apa. Sekalinya dia pulang ke rumah, saya malah merasa dia seperti orang asing karena saya sudah terbiasa sendiri," cerita pembaca wolipop, Vetty yang pernah menjalani LDR bertahun-tahun.

Pengalaman serupa seperti Vetty pasti juga dialami banyak wanita lainnya yang mengalami kendala dalam menjalani LDR. Psikolog dan konsultan cinta Wolipop, Ratih Ibrahim menjelaskan, hubungan jarak jauh memang memiliki risiko sendiri. Hubungan bisa saja goyah dan dampak buruknya adalah perceraian.

"Dampak terburuknya adalah pisah karena cintanya anyep. Tapi namanya pasangan, ada orang yang berubah, ada juga pasangan yang bisa stay. Dari situ, kita bisa lihat the strength of the love, of the faith di setiap orang berbeda-beda. Kalau ternyata stay berarti cintanya terbukti," jelas psikolog sekaligus Pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth, saat ditemui Wolipop di hotel Hermitage, Menteng, Jakarta, baru-baru ini.

Agar hubungan pernikahan terasa lebih memiliki masa depan, maka harus segera ditentukan kapan kedua belah pihak bisa kembali bersama dalam satu kota. Jangan sampai, Anda tidak tahu kapan LDR berakhir.

"Jika LDR karena pasangan ditugaskan di luar kota atau mendapatkan beasiswa di luar negeri, itu kan sudah ada batas waktunya. Tapi kalau LDR selamanya itu harusnya dipertanyakan," ujar Ratih.

Mengapa LDR tidak boleh dilakukan selamanya? Ratih menambahkan, agar hubungan pernikahan semakin maksimal, sebaiknya memang suami-istri tinggal bersama agar ikatan emosionalnya semakin kuat. "Dengan begitu, masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan fungsi perannya secara maksimal, sebagai istri, suami dan anak," kata ibu dua anak itu.

Jika pekerjaan yang menjadi alasan Anda atau pasangan berpisah, sejak awal tentukan akan sampai kapan berpisah. Ambil keputusan bersama, apakah Anda yang akan ikut suami atau sebaliknya.

Sebelum memutuskan hidup bersama kembali, pertimbangkan pula biaya. JikaAnda yang harus ikut suami ke luar kota atau luar negeri, tapi biaya hidup di sana lebih besar. Sebaiknya pikirkan lagi. Jika ternyata suami dalam satu atau dua tahun mendatang bisa kembali ke kota Anda dan sudah mengantongi tabungan yang cukup untuk masa depan, maka pilihan tersebut mungkin bisa menjadi pilihan terbaik. Kunci dalam menjalani LDR adalah kepercayaan, keikhlasan dan kesebaran.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads