Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kekasih Berlaku Kasar, Pantaskah Hubungan Dipertahankan?

wolipop
Rabu, 11 Jun 2014 18:19 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit wanita yang diperlakukan kasar oleh kekasihnya, tapi masih mempertahankan hubungan. Apakah, kekerasan fisik ataupun verbal memang pantas untuk dipertahankan? Hal itu tergantung dari banyak aspek dan sejauh mana tindak kekerasan menimbulkan efek negatif.

Menurut Psikolog Roslina Verauli, ketika terdapat dampak yang begitu buruk pada Anda sebaiknya tinggalkan segera kekasih! Berikut ini penjelasan psikolog yang akrab disapa Vera itu.

1. Membuat Trauma
Ketika mengarah ke hal-hal destruktif, misalnya salah satu pihak secara emosional tertekan, trauma, mendapat luka-luka secara fisik, kepribadian jadi rendah diri dan penghayatan diri jadi negatif, sebaiknya akhiri hubungan. "Meski baru pertama kali tapi kalau dampaknya sangat signifikan, sampai trauma hebat, lebih baik consider untuk tinggalin," ujar wanita yang akrab disapa Vera ini kepada wolipop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Seperti Apa Tindakan Kekerasan?
Perhatikan seperti apa bentuk kekerasan terjadi. Jika ia pernah melakukan kekerasan verbal dengan melontarkan kata-kata kasar karena karena waktu itu tengah stres dan dia benar-benar menyesal, mungkin Anda bisa mempertahankan hubungan. Tapi, jika tindak kekerasan telah berulang, terlebih lagi jika sering menerima pemukulan, maka patut diwaspadai. Kekerasan yang terjadi berulang kali berarti itu telah menjadi kebiasaan dan sikap tersebut sulit untuk dihilangkan.

3. Lihat Pemicu Kekerasan
Apabila tindakan kasar sampai melukai fisik maupun mental disebabkan karena penggunaan narkoba, alkohol atau gangguan kepribadian, maka tidak perlu pikir panjang, "I'm sorry goodbye," tukas penulis buku 'Love Cold' ini.

"Ada orang yang memiliki gangguan kepribadian kalau sedang emosional dia sangat tantrum. Dari luar dia normal tapi akan mudah tersakiti kalau merasa diabaikan. Dia merasa tidak dicintai. Kalau kondisinya begitu sebaiknya segera tinggalkan," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads