Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kisah Pahit Rachel yang Terkena Virus HIV Pasca Kenalan dengan Pria di Internet

wolipop
Selasa, 18 Mar 2014 09:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Terluka setelah pernikahan 20 tahunnya kandas di tengah jalan, seorang wanita bernama Rachel Dilley beralih ke jasa perjodohan online demi mencari kembali tambatan hati. Tak lama, seorang pria menarik dan karismatik pun datang dan mengajak kencan ibu tiga anak ini. Bahagia memiliki kekasih lagi, sayangnya Rachel harus menghadapai kekecewaaan terbesar yang pernah Ia alami. Niat Rachel menemukan cinta sejati harus pupus ketika sang pria ternyata punya wanita lain dan dirinya yang divonis HIV positif.

Awalnya, niat Rachel mencari kekasih lewat online dating kurang berjalan mulus. Tidak banyak pria yang datang kepada wanita yang menginginkan komitmen serius. Sampai Rachel bertemu dengan Simon, seorang pekerja di bidang konstruksi berhasil mengambil hati wanita yang kala itu berusia 38 tahun pada kencan pertama.

Menghujani Rachel dengan pujian, memiliki persamaan dalam hal musik dan makanan, membuatnya tertawa adalah hal-hal yang membuatnya jatuh cinta pada Simon. Namun cintanya kepada kekasihnya tidak bertahan lama setelah runtuh akibat terbongkarnya perselingkuhan si pria idaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah surat yang Rachel temukan di rumah Simon, terungkap bahwa kekasihnya itu memiliki wanita lain. Hancurnya hati wanita 48 tahun tersebut masih belum seberapa dibanding kenyataan pahit lain bahwa dirinya adalah seorang HIV Positif.

"Apakah aku akan mati?" pikir Rachel sesaat setelah dia resmi divonis, dalam penuturan kisahnya pada Mail Online.

"Aku tidak percaya betapa sedikitnya pengetahuanku tentang HIV dan AIDS. Aku pikir itu adalah sesuatu yang terjadi pada orang lain, bukan seorang ibu rumah tangga biasa sepertiku," ujar Rachel lagi.

Yakin penyakit itu ditularkan oleh Simon dan berniat memberi tahunya, Rachel menemukan kekasihnya telah pindah rumah dan nomor ponsel pria tersebut sudah tidak aktif. Sampai suatu hari akhirnya mereka berpapasan dan Rachel pun segera mengabarkan berita tersebut.

"Dia mengatakan kepadaku pacar barunya sedang hamil dan dia tidak mungkin memiliki HIV karena itu akan ketahuan pada tes darahnya. Bagiku dia hanya tidak ingin tahu," ucap wanita 48 tahun itu.

Cinta dan kasih sayang dari orang-orang tersayang, membuat Rachel tetap tegar meskipun ada beberapa yang bersikap jaga-jaga. Sekarang Rachel adalah nenek tiga cucu yang trauma mengejar cinta dan memutuskan membagi pengalamannya kepada dunia, salah satunya dengan menjadi pembicara di beberapa universitas.

"Saya dulu sangat pemalu dan menarik diri, tetapi melalui pekerjaan amal, saya menemukan sisi berbeda di diriku sendiri - sisi yang saya banggakan," katanya.

"Orang-orang bisa memanggil saya naif atau bodoh, dan memang dulu memang benar, tapi ketika saya melihat diri di cermin, sekarang saya menyukai apa yang saya lihat dan orang seperti apa saya sekarang. Jika hal ini bisa terjadi kepada saya itu bisa terjadi pada siapa saja," ujarnya lagi panjang lebar.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads