Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Perjodohan

Saat Dijodohkan, Ajukan 4 Pertanyaan Ini Kepada Calon Pasangan

Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 28 Feb 2014 14:18 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit wanita atau pria yang merasa insecure karena belum mendapatkan pasangan. Oleh karena itu, sebagian dari mereka pasrah bila dijodohkan oleh orangtua atau justru mendaftarkan diri ke situs perjodohan demi menemukan pilihan yang tepat. Menurut psikolog Pingkan C. B. Rumondor, S. Psi, M. Psi, menerima atau mengikuti ajang perjodohan wajar saja tapi penting memperhatikan beberapa hal.

Ada pula pertanyaan-pertanyaan dasar yang perlu diajukan ketika bertemu calon pasangan, entah dikenalkan orangtua atau setelah kencan online. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengetahui apa dia orang yang bisa dipertimbangkan atau sebaiknya tidak dilanjutkan. Apa saja pertanyaan yang dimaksud?

1. Tanyakan Tujuannya

Coba tanyakan kepada pasangan 'jodoh' Anda, apa tujuannya menerima atau mengikuti perjodohan ini? Anda bisa menyesuaikan tujuannya dengan tujuan diri sendiri. Bila dia belum ingin serius misalnya hanya karena diminta orangtua tentu perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Jangan sampai pernikahan Anda menjadi tidak bahagia hanya karena untuk menyenangkan orangtua. Selain itu, bila tujuan mengikuti ajang perjodohan karena bentuk keisengan belaka sebaiknya tidak perlu dilanjutkan.

2. Tanyakan Motivasinya

Apa yang menjadi motivasinya untuk mengikuti perjodohan bila pertemuan tersebut dilakukan setelah kencan online? Ingat, tidak semua orang memiliki niat baik mencari pasangan saat ikut kencan online maka Anda harus berhati-hati.

"Dia nyari apa sih, kalau ternyata dia berharap partner seks, ya nggak perlu diteruskan. Jadi yang perlu dilihat dia motivasinya apa," tutur Pingkan di Universitas Bina Nusantara (Binus), Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (24/2/2014).

3. Tanyakan Pendapatnya Mengenai Hubungan Asmara

Tanyakan pendapat 'jodoh' Anda mengenai hubungan asmara. Baginya hubungan asmara seperti apa? Dari pertanyaan ini Anda bisa mendapat kesimpulan mengenai pandangannya terhadap hubungan yang serius. Bila merasa tidak cocok hindari memaksakan diri hanya karena penasaran.

4. Tanyakan Mengenai Profilnya

Setelah ketiga pertanyaan di atas terjawab dengan baik, tanyakan tentang profilnya. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya agar Anda bisa menyelidiki benar atau tidak data yang ia berikan. "Kasih pertanyaan-pertanyaan yang memeriksa, kalau perlu pertanyaan yang sama diulang dua kali untuk mengetahui bahwa dia berbohong atau nggak," saran psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.
(ays/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads