Maukah Anda Menghubungi si Mantan Lebih Dulu?
Alissa Safiera - wolipop
Senin, 18 Nov 2013 19:00 WIB
Jakarta
-
Setelah putus dengan mantan, kadang perasaan kangen masih suka datang. Lantas, haruskah menghubunginya lebih dulu? Atau menghiraukan perasaan sesaat itu? Dr. Lisa Turner, seorang psikolog yang dikutip Female First, akan memberi gambaran tentang pro dan kontra menghubungi si mantan lebih dulu. Apa saja?
1. Hubungi mantan jika Anda sudah move-on
Menghubungi mantan boleh-boleh saja jika Anda hanya sekadar ingin menyambung tali pertemanan. Jangan pernah menghubunginya dengan maksud ingin kembali bersama. Memiliki harapan yang tinggi sepetri itu, hanya akan membuat Anda sakit nantinya. Apalagi, jika si dia sudah sukses move on.
"Menghubungi mantan kekasih karena merasa butuh atau memiliki ekspektasi kembali bersama, hanya akan memperpanjang dan mempersulit proses move on Anda. Jika Anda belum move on, sebaiknya jalani hidup Anda seperti biasa," jelas Lisa Turner, yang dikutip Female First.
2. Beri waktu bagi diri sendiri
Jika Anda baru saja putus, pastinya menghilangkan kebiasaan untuk tidak menghubungi si mantan kekasih jadi sulit dilakukan. Tapi Anda harus memberi waktu dan jarak bagi diri sendiri untuk fokus pada 'penyembuhan' pasca patah hati. Jika Anda terus-terusan menghubunginya, bukannya move on Anda akan makin berharap.
"Ambil waktu dan tanyakan pada diri sendiri tentang perasaan Anda sejujurnya. Percaya kata hati, yang kiranya terbaik bagi Anda," tutur Lisa.
3. Jangan beralasan 'Ada masalah yang belum selesai'
Sebuah hubungan berakhir karena satu alasan, baik itu berakhir dengan baik ataupun tidak. Dan terkadang, banyak wanita yang menggunakan alasan 'unfinished feeling' untuk kembali berhubungan dengan mantan. Padahal, tidak ada yang namanya masalah belum selesai jika Anda sudah putus dan berniat move on.
"Ketika kamu berakhir dengan seseorang, maka hubungan sepenuhnya berakhir. Berakhir, selesai. Alasan itu hanya ada di kepala sebagai pembenaran atas perilaku Anda," tambahnya.
4. Buat skenario di pikiran Anda
Menghubungi si mantan bisa jadi membuat Anda sangat gugup dan ketakutan. Untuk itu buatlah beberapa skenario yang mungkin terjadi sebelum Anda menghubunginya. Dengan begitu, jika si dia tidak membalas atau hanya singkat membalasnya, Anda tidak memiliki ekspektasi lebih untuk itu.
"Kita sering berpikir negatif ketika mau menghubungi mantan kekasih. Daripada menjatuhkan diri dalam situasi yang menakutkan, sebaiknya Anda move on dan menghubungi teman lama, atau para sahabat yang menyenangkan," jelasnya.
(asf/asf)
1. Hubungi mantan jika Anda sudah move-on
Menghubungi mantan boleh-boleh saja jika Anda hanya sekadar ingin menyambung tali pertemanan. Jangan pernah menghubunginya dengan maksud ingin kembali bersama. Memiliki harapan yang tinggi sepetri itu, hanya akan membuat Anda sakit nantinya. Apalagi, jika si dia sudah sukses move on.
"Menghubungi mantan kekasih karena merasa butuh atau memiliki ekspektasi kembali bersama, hanya akan memperpanjang dan mempersulit proses move on Anda. Jika Anda belum move on, sebaiknya jalani hidup Anda seperti biasa," jelas Lisa Turner, yang dikutip Female First.
2. Beri waktu bagi diri sendiri
Jika Anda baru saja putus, pastinya menghilangkan kebiasaan untuk tidak menghubungi si mantan kekasih jadi sulit dilakukan. Tapi Anda harus memberi waktu dan jarak bagi diri sendiri untuk fokus pada 'penyembuhan' pasca patah hati. Jika Anda terus-terusan menghubunginya, bukannya move on Anda akan makin berharap.
"Ambil waktu dan tanyakan pada diri sendiri tentang perasaan Anda sejujurnya. Percaya kata hati, yang kiranya terbaik bagi Anda," tutur Lisa.
3. Jangan beralasan 'Ada masalah yang belum selesai'
Sebuah hubungan berakhir karena satu alasan, baik itu berakhir dengan baik ataupun tidak. Dan terkadang, banyak wanita yang menggunakan alasan 'unfinished feeling' untuk kembali berhubungan dengan mantan. Padahal, tidak ada yang namanya masalah belum selesai jika Anda sudah putus dan berniat move on.
"Ketika kamu berakhir dengan seseorang, maka hubungan sepenuhnya berakhir. Berakhir, selesai. Alasan itu hanya ada di kepala sebagai pembenaran atas perilaku Anda," tambahnya.
4. Buat skenario di pikiran Anda
Menghubungi si mantan bisa jadi membuat Anda sangat gugup dan ketakutan. Untuk itu buatlah beberapa skenario yang mungkin terjadi sebelum Anda menghubunginya. Dengan begitu, jika si dia tidak membalas atau hanya singkat membalasnya, Anda tidak memiliki ekspektasi lebih untuk itu.
"Kita sering berpikir negatif ketika mau menghubungi mantan kekasih. Daripada menjatuhkan diri dalam situasi yang menakutkan, sebaiknya Anda move on dan menghubungi teman lama, atau para sahabat yang menyenangkan," jelasnya.
(asf/asf)
Elektronik & Gadget
Upgrade Kontenmu dengan TNW A36 / A37 Wireless Microphone yang Bikin Suara Makin Jernih!
Elektronik & Gadget
Rekomendasi Powerbank Mini, Solusi Maksimal. Pilihan Praktis Agar Gadget Selalu Siap Tempur!
Perawatan dan Kecantikan
Tampil Fresh Seharian dengan 3 Bonavie Extrait Parfum Balm yang Wangi Elegan!
Perawatan dan Kecantikan
Sunscreen Anti Ribet untuk Outdoor, NIVEA vs SKINTIFIC, Mana Favoritmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 25 Maret: Aquarius Jangan Baper, Gemini Lebih Peka
Ramalan Zodiak 25 Maret: Cancer Untung Besar, Leo Ada Kaba Baik
Ramalan Zodiak 25 Maret: Aries Jangan Plin-plan, Taurus Harus Tegas
Ramalan Zodiak 25 Maret: Capricorn Lebih Tenang, Aquarius Jangan Tersinggung
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
Most Popular
1
Viral Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pamer Perut Ramping di ComplexCon Hong Kong
2
Potret Lucinta Luna Manglingi Dengan Gaya Rambut Baru, Jadi Bak Oppa Korea
3
Momen Sheila Dara Lebaran Bareng Keluarga Vidi Aldiano, Pakai Kaftan Biru
4
Gaya Androgini Bae Suzy Bikin Terpukau, Cantik Sekaligus Tampan
5
7 Outfit Ultra-glamor Tasyi Athasyia dari Lebaran Day 1 hingga Day 3
MOST COMMENTED











































