Liputan Khusus <i>White Lies</i>
Membohongi Pasangan Demi Kebaikan Boleh Saja, Asal...
Setiap hubungan asmara tentu memiliki masalah yang berbeda-beda dan hampir semuanya mengandung unsur kebohongan di dalamnya. Kebohongan di sini, bisa black lies atau benar-benar menyembunyikan sesuatu, tapi mungkin saja white lies--berbohong demi menjaga perasaan pasangan--. Menurut psikolog Roslina Verauli, M. Psi., berbohong demi kebaikan dengan pasangan boleh saja, asal bisa diterima dan etis untuknya.
"Kalau opini pribadi seringkali mengatakan selama bohong ya tetap saja bohong. Tapi menurut saya kalau itu bisa diterima dan etis dan buat hati pasangannya bahagia, itu bisa dilakukan, kan bisa berdampak baik dalam hubungan. Itu bisa memicu kondisi postif dalam hubungannya," jelas psikolog yang akrab disapa Vera saat dihubungi Wolipop, Rabu (16/10/2013).
Vera memberikan contoh, seorang wanita memiliki kekurangan dari tubuhnya, entah punggung berjerawat atau perut bergelambir. Dia malu dengan pasangan karena kekurangannya tersebut. Meskipun kurang indah dilihat, tapi pasangannya tetap mengatakan bahwa punggung serta perutnya kelihatan seksi. Ini yang dimaksud white lies. Kebohongan demi menjaga perasaan pasangannya serta bisa meningkatkan kepercayaan diri si dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"White lies yang bisa diterima tapi nggak etis nilainya jadi abu-abu, tergantung nilai-nilai kehidupannya seperti apa. Itu masuk area abu-abu karena nggak semua orang suka. Setiap pasangan punya nilai-nilai tersendiri yang mereka anggap penting dalam kehidupannya," ujarnya.
Untuk itu, saat Anda ingin berbohong coba pikirkan kembali. Jangan sampai white lies atau kebohongan malah menjadi boomerang dalam hubungan Anda. Ingat, landasan dalam hubungan asmara adalah rasa percaya. Jadi saat berkomitmen, Anda harus mengenal nilai-nilai kehidupan seperti apa yang kalian anggap penting dalam kehidupan.
(ays/kik)










































