Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Cara Terbaik Agar Dimaafkan Pasangan Setelah Melakukan Kesalahan

wolipop
Jumat, 16 Agu 2013 07:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Kebanyakan orang takut berkata 'sorry' setelah melakukan kesalahan. Menurut psikolog klinis dewasa, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, tidak perlu takut minta maaf setelah berbuat salah. Saling memaafkan itu penting untuk kesehatan mental Anda dan hubungan ke depannya.

Psikolog yang akrab disapa Diana itu menuturkan, kunci sukses mendapat maaf dengan pasangan tergantung niat Anda. Bila memang Anda mengakui kalau semua ini salah Anda dan berniat memperbaikinya coba ajak pasangan berdiskusi bersama. Bicarakan secara baik-baik dan jujur apa adanya.

Jujur merupakan kunci utama mendapatkan maaf dari sang kekasih walaupun terkadang harus mendengar semua kemarahan si dia. Tidak perlu membawakannya hadiah atau barang kesukaannya. Bisa saja pasangan yang perasaannya belum netral malah tersinggung dengan pemberian Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ya ngomong saja apa adanya tapi baik-baik, 'saya salah jadi saya minta maaf karena saya melakukan kesalahan'. Ada orang yang nggak senang misalnya kita minta maaf sambil ngebeliin apa. Kita mau dimaafkan karena kitanya kan? Bukan karena kita sudah ngasih barang terus dia kasihan?" papar Diana kepada wolipop beberapa hari lalu di kawasan Artha Gading, Jakarta Utara.

Diana juga menyarankan agar tidak berbelit-belit saat menyelesaikan permasalahan. Hindari membela diri ketika meminta maaf dengan pasangan. Berusaha membela diri sendiri bisa membuat pasangan semakin marah dan menyebabkan pertengkaran baru. Membela diri boleh dilakukan jika masalah yang terjadi karena kesalahpahaman atau salah komunikasi bukan disebabkan oleh perbuatan Anda.

"Semua orang nggak senang kalau orang yang dianggap salah membela diri. Meminta maaf atau membela diri? Kecuali miscommunication baru kita omongin berdua nggak usah memaksa orang lain minta maaf sama kita atau kita minta maaf ke dia. Pada saat kita nggak ngerasa salah maka kita jelasin dulu duduk permasalahannya di situ kita boleh membela diri," ujar wanita lulusan Universitas Indonesia itu.

Untuk itu bila masalah yang terjadi karena perbuatan Anda, sebaiknya akui saja kalau memang merasa salah serta yakinkan pasangan bahwa Anda mau berubah. Tunjukkan kepada pasangan bahwa Anda telah berubah menjadi kekasih yang lebih baik dari sebelumnya. Lakukan itu karena diri sendiri mau berubah bukan keterpaksaan.

"Yang paling penting tindakan setelah minta maaf bahwa saya sungguh-sungguh mau melakukan kesepakatan yang kita lakukan berdua. Setelah dia lihat buktinya, lama-lama dia juga mau menerima kembali seperti dulu," tutup Diana.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads