Liputan Khusus
Penyebab Orang Skeptis Pada Valentine: Trauma & Ingin Tutupi Luka Hati
wolipop
Selasa, 12 Feb 2013 08:00 WIB
Jakarta
-
Hari Valentine akan segera tiba. Tidak sedikit orang baik pria maupun wanita yang skeptis dan memilih menolak dengan tegas perayaan tersebut.
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan ada beberapa sebab kenapa orang jadi skeptis pada perayaan cinta ini. Pertama bisa saja karena ada pengalaman hidup orang tersebut yang mematahkan semangatnya untuk berbagi kasih sayang.
"Jomblo mungkin karena lama nggak dapat-dapat pacar," ujar Ratih mencontohkan saat berbincang dengan wolipop di kantornya Personal Growth, Perkatoran Aries Niaga, Jl. Taman Aries Blok A1, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (11/2/2013).
Pengalaman cinta tidak menyenangkan hingga menyebabkan trauma juga bisa membuat seseorang membangun sikap antisipasi pada kemungkinan memiliki pasangan. "Sikap skeptis ini untuk melindungi luka hatinya dia. Bagaimana dia melindungi dirinya dari target karena mungkin nanti teman-temannya bermesra-mesraan sementara dia nggak," jelas Ratih.
Hal ketiga yang menyebabkan seseorang menolak perayaan Valentine adalah karena orang tersebut ingin terlihat berbeda. "Karena tren orang berpasang-pasangan saat Valentine, dia mau lain. This is my signature," tutur psikolog yang juga direktur Personal Growth itu.
Sementara itu menurut psikolog Anna Surti Ariani, untuk mereka yang menolak merayakan Valentine, tetap perlu menunjukkan cintanya pada orang terkasih. Untuk berbagi kasih sayang ini memang tidak harus di Hari Valentine.
"Kalau memang mencintai ya tunjukkan saja, yang penting sebenarnya maknanya bukan perayaannya," ujar psikolog yang akrab disapa Nina itu.
(/)
Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan ada beberapa sebab kenapa orang jadi skeptis pada perayaan cinta ini. Pertama bisa saja karena ada pengalaman hidup orang tersebut yang mematahkan semangatnya untuk berbagi kasih sayang.
"Jomblo mungkin karena lama nggak dapat-dapat pacar," ujar Ratih mencontohkan saat berbincang dengan wolipop di kantornya Personal Growth, Perkatoran Aries Niaga, Jl. Taman Aries Blok A1, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (11/2/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ketiga yang menyebabkan seseorang menolak perayaan Valentine adalah karena orang tersebut ingin terlihat berbeda. "Karena tren orang berpasang-pasangan saat Valentine, dia mau lain. This is my signature," tutur psikolog yang juga direktur Personal Growth itu.
Sementara itu menurut psikolog Anna Surti Ariani, untuk mereka yang menolak merayakan Valentine, tetap perlu menunjukkan cintanya pada orang terkasih. Untuk berbagi kasih sayang ini memang tidak harus di Hari Valentine.
"Kalau memang mencintai ya tunjukkan saja, yang penting sebenarnya maknanya bukan perayaannya," ujar psikolog yang akrab disapa Nina itu.
(/)
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Jernih & Tidak Cepat Keruh? Ini Rekomendasinya
Kesehatan
Si Kecil Malas Sikat Gigi? Coba Cara Ini Biar Lebih Semangat
Home & Living
AC Ini Berteknologi Turbo Cool, Bisa Bikin Ruang Dingin Lebih Cepat!
Olahraga
Tecnifibre TFIGHT 285: Raket Tenis Versatile untuk Main Lebih Agresif
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 5 April: Capricorn Bersabar, Leo Jangan Banyak Komentar
Ramalan Zodiak 5 April: Aries Kurang Agresif, Taurus Jangan Menyerah
Ramalan Zodiak 5 April: Aquarius Jauh dari Harapan, Capricorn Tetap Sabar
5 Zodiak Paling Genit, Pesonanya Bikin Orang Mudah Terpikat
Ramalan Zodiak Cinta 4 April: Aquarius Jangan Emosi, Leo Jaga Cara Bicara
Most Popular
1
Ramalan Zodiak Cinta 5 April: Capricorn Bersabar, Leo Jangan Banyak Komentar
2
Ramalan Zodiak 5 April: Aries Kurang Agresif, Taurus Jangan Menyerah
3
Viral Tren Makeup Blush Putih yang Bikin Wajah Glowing, Begini Cara Pakainya
4
Gaya Pacar Cristiano Ronaldo Pakai Tas Langka, Koleksinya Senilai Rumah Mewah
5
5 Tips Penting Saat Berat Badan Susah Turun Meski Sudah Diet dan Olahraga
MOST COMMENTED











































