Liputan Khusus
Saat Cinta Terjegal Restu Orangtua, Ini yang Harus Dilakukan
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 22 Jan 2013 12:44 WIB
Jakarta
-
Sebagai individu, Anda pasti ingin hubungan dengan kekasih berjalan lancar hingga ke jenjang pernikahan. Namun sebagai seorang anak, merupakan sebuah kewajiban untuk menurut dan menghormati orangtua. Ketika asmara terjegal restu orangtua, apa yang sebaiknya dilakukan?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersikap tenang dan sabar. Jika Anda meluapkan emosi dan marah-marah kepada orangtua, justru semakin menunjukkan kalau kekasih membawa pengaruh buruk kepada Anda.
Menurut Psikolog Klinis dan Forensik Kasandra Putranto, akan lebih bijaksana ketika sang anak tidak memaksakan kehendaknya agar dituruti orangtua. Gunakan pendekatan persuasif, tanyakan alasan mengapa orangtua tidak menyukai kekasih. Anda perlu menimbang dan menilai terlebih dahulu apa yang sebenarnya diinginkan dalam hubungan. Bukan dengan melawan orang yang sudah melahirkan dan membesarkan Anda.
Sebagai orang yang berada di antara dua sisi yang saling berlawanan, sikap bijak dan dewasa harus Anda tunjukkan. Hal ini juga baik untuk menunjukkan bahwa Anda sudah cukup dewasa untuk menentukan mana yang baik, dan mana yang tidak.
"Segala hubungan yang tak direstui orangtua biasanya akan ada problem lagi. Dan hidup pun menjadi tidak nyaman. Bagaimanapun orangtua bagian dari hidup kita. Pasti akan ada uneg-uneg dan gangguan ketika kita harus meninggalkan orangtua (demi mempertahankan kekasih)," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, saat berbincang dengan wolipop di kediamannya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Lalu ketika hubungan tidak direstui, apakah harus meninggalkan pasangan? Ibu dari tiga anak ini menjawab, "tidak harus menjauhi pasangan, mungkin orangtua belum kenal, belum suka. Tapi dengan ngotot bukan cara yang produktif."
Ia melanjutkan, "Lebih baik, tidak berpacaran dulu tapi mencoba sebagai teman. Buat (orangtua) lebih kenal dan suka dulu."
Ketika Anda sudah merasa saling cocok dengan pasangan dan hubungan itu bisa memberikan manfaat dalam kehidupan, maka tidak ada salahnya diperjuangkan dengan tetap berusaha mendapatkan restu dari orangtua. "Tentu saja harus terus berupaya membuat orangtua, setidaknya bisa menerima. (Lakukan) dengan sikap yang sabar dan tidak memaksakan. Itu justru bisa lancar," ungkap pendiri Kasandra & Associates ini.
Bagaimana bila pihak Anda yang justru tidak disukai orangtua kekasih? Kasandra menyarankan untuk tetap menjadi diri Anda apa adanya. Tidak perlu memanipulasi kepribadian demi membuat hati mereka luluh.
"Aslinya nggak rajin tapi sok rajin. Aslinya (sikap) kita nggak manis tapi sok manis. Yang penting kita menampilkan sopan santun dan tata krama, tapi jangan berusaha jadi orang lain," tutur Kasandra.
(hst/hst)
Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersikap tenang dan sabar. Jika Anda meluapkan emosi dan marah-marah kepada orangtua, justru semakin menunjukkan kalau kekasih membawa pengaruh buruk kepada Anda.
Menurut Psikolog Klinis dan Forensik Kasandra Putranto, akan lebih bijaksana ketika sang anak tidak memaksakan kehendaknya agar dituruti orangtua. Gunakan pendekatan persuasif, tanyakan alasan mengapa orangtua tidak menyukai kekasih. Anda perlu menimbang dan menilai terlebih dahulu apa yang sebenarnya diinginkan dalam hubungan. Bukan dengan melawan orang yang sudah melahirkan dan membesarkan Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segala hubungan yang tak direstui orangtua biasanya akan ada problem lagi. Dan hidup pun menjadi tidak nyaman. Bagaimanapun orangtua bagian dari hidup kita. Pasti akan ada uneg-uneg dan gangguan ketika kita harus meninggalkan orangtua (demi mempertahankan kekasih)," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, saat berbincang dengan wolipop di kediamannya, kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Lalu ketika hubungan tidak direstui, apakah harus meninggalkan pasangan? Ibu dari tiga anak ini menjawab, "tidak harus menjauhi pasangan, mungkin orangtua belum kenal, belum suka. Tapi dengan ngotot bukan cara yang produktif."
Ia melanjutkan, "Lebih baik, tidak berpacaran dulu tapi mencoba sebagai teman. Buat (orangtua) lebih kenal dan suka dulu."
Ketika Anda sudah merasa saling cocok dengan pasangan dan hubungan itu bisa memberikan manfaat dalam kehidupan, maka tidak ada salahnya diperjuangkan dengan tetap berusaha mendapatkan restu dari orangtua. "Tentu saja harus terus berupaya membuat orangtua, setidaknya bisa menerima. (Lakukan) dengan sikap yang sabar dan tidak memaksakan. Itu justru bisa lancar," ungkap pendiri Kasandra & Associates ini.
Bagaimana bila pihak Anda yang justru tidak disukai orangtua kekasih? Kasandra menyarankan untuk tetap menjadi diri Anda apa adanya. Tidak perlu memanipulasi kepribadian demi membuat hati mereka luluh.
"Aslinya nggak rajin tapi sok rajin. Aslinya (sikap) kita nggak manis tapi sok manis. Yang penting kita menampilkan sopan santun dan tata krama, tapi jangan berusaha jadi orang lain," tutur Kasandra.
(hst/hst)
Makanan & Minuman
Mie Sedaap Hadirkan Paket Lebaran 23 Pcs Edisi 2026, Cocok untuk Hampers
Fashion
Cari Tas Buat Sehari-hari? PUMA Phase 3 Cocok untuk Aktivitas Padat
Pakaian Wanita
3Second Kaos Wanita Berbahan Katun yang Lembut, Anti Gerah Dipakai Sepanjang Hari!
Makanan & Minuman
Dukung Nutrisi Harian Anak, Ini yang Ditawarkan Pediasure Vanila
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 3 Maret: Aries Muncul Hambatan, Taurus Sebaiknya Mengalah
Beli Gaun Pengantin Padahal Jomblo, Influencer Ini Viral & Banjir DM dari Pria
Ramalan Zodiak 3 Maret: Aquarius Tenangkan Pikiran, Pisces Merenung Sejenak
Ramalan Zodiak 3 Maret: Libra Pengeluaran Bengkak, Scorpio Tetap Sabar
Ramalan Zodiak Cinta 2 Maret: Taurus Perkuat Komunikasi, Leo Asmara Menggelora
Most Popular
1
Gaya Agnez Mo di Dubai, Foto Bareng Unta-Pamer Body Goals Pakai Dress Cut Out
2
Gaya 'Lady Boss' Melania Trump di Meeting PBB Usai AS Serang Iran
3
Viral Verificator
Viral Cerita Pria di Sragen Menikahi Mantan Gurunya Saat SMK, Beda 23 Tahun
4
Ramalan Zodiak 3 Maret: Aries Muncul Hambatan, Taurus Sebaiknya Mengalah
5
Cerita Horor Influencer Ngungsi ke Basement Saat Serangan Rudal Iran di Dubai
MOST COMMENTED











































